- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Catat! Ini Wilayah Perairan Berpotensi Gelombang Tinggi, Nelayan & Masyarakat Pesisir Harus Waspada

Keterangan Gambar : Foto: property of IMN
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA : Masyarakat diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem pekan ini. Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan pada 31 Oktober - 2 November 2022.
Gelombang tinggi tersebut dipicu pola angin di wilayah Indonesia bagian utara yang dominan bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot.
Koordinator Bidang Humas BMKG, Akhmad Taufan Maulana dalam keterangannya menyatakan pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.
Baca Lainnya :
- Kabur dari Lapas Cipinang, Napi Bokir Diultimatum Segera Menyerah 0
- TNI AL dan KPLP Kemenhub Lakukan Evakuasi dan Pengamanan Alur Pelayaran0
- Pakai Alat Bantu Sarung, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Cipinang0
- Kapal Mengangkut 1.200 Ton Pupuk Terbakar di Pelabuhan Cilegon0
- Disambut Cak Imin, Prabowo Diteriaki Calon Presiden di PKB Road To Election 20240
Sedangkan kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, perairan Kep. Anambas - Kep. Natuna dan perairan selatan Banten - Jawa Barat. "Kondisi ini menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter," jelas Akhmad Taufan, Senin (31/10/2022).
Berikut wilayah perairan yang berpotensi gelombang tinggi 1.25 - 2.5 meter:
0 Perairan utara Sabang
0 Perairan barat Aceh
0 Perairan barat P. Simeulue - Kep. Nias
0 Perairan Kep. Anambas
0 Perairan selatan Kep. Natuna
0 Perairan P. Sawu - Rote, Laut Sawu
0 Perairan selatan Flores, Selat Ombai, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan
0 Perairan Kep. Talaud, Laut Maluku bagian utara
0 Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera
0 Perairan utara Papua Barat - Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua.
++Gelombang di kisaran lebih tinggi 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan:
±±±±±0 Perairan Kep. Mentawai
0 Perairan Bengkulu
0 Perairan Enggano - barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra
0 Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Sumba
0 Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan
0 Samudra Hindia Selatan Banten - NTT 0 Laut Natuna Utara
0 Perairan utara Kep. Natuna.
+Masyarakat nelayan serta pengelola pelayaran diminta memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).
BMKG juga mengimbau masyarakat pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, tetap selalu waspada. (Fat/ Oryza)











