- Tuntas Pemadaman KMP Batumandi, Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 untuk Pendinginan
- IPC TPK Gandeng Mitra Operasional Deklarasi Pelabuhan Bersih Bebas Pungli
- Heboh Lagi Kebakaran Kapal Berbendera Indonesia: Analisis Kasus Kebakaran KMP Batumandi
- Kondisi Kapal KMP Batumandi Kini, Penanganan Korban Luka Bakar, Anak-anak dan Lansia
- Menhub Minta Polri-KNKT Usut Kebakaran KMP Batumandi, Kapolri: Kami akan Selidiki
- Lewat Karirhub, Kemnaker dan Universitas Harkat Negeri Jembatani Kampus dan Industri
- InaSkills 2026 Digelar 26-31 Oktober, Jaring Talenta Keterampilan Nasional
- Jaga Pesisir Pantura, Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Demak
- Jajaran Komisaris PELNI Temui Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali di Mabesal Cilangkap
- KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang Dimangsa Api, TNI AL Kerahkan 3 Kapal dan Tim Kesehatan
Awas! Semeru Muntahkan Awan Panas, Radius 8 Kilometer Daerah Terlarang

Keterangan Gambar : Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, memuntahkan awan panas. Foto: Pos pantau PVMBG
Awas! Semeru
Indonesiamaritimenews.com (IMN)JAKARTA: Tepat setahun setelah erupsi pada 4 Desember 2021, di tanggal yang sama Minggu (4/12/2022) Gunung Semeru di Jawa Timur kembali memuntahkan awan panas. Intensitas luncuran awan panas kian jauh, status Semeru kini ditingkatlkan dari Siaga menjadi Awas.
Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur memuntahkan awan panas guguran (APG) pada dini hari, Minggu (4/12/2022) pukul 02.46.
Baca Lainnya :
- 6 Satker BKIPM, Sabet Penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan0
- Indonesia Koordinir 11 Negara Sepakati Program Perikanan Berkelanjutan0
- 3 Jenazah Jatuhnya Helikopter Polri Ditemukan, Kapolri: Almarhum Gugur Dalam Tugas0
- Ini Survey Meningkatkan Palayanan Pelabuhan Pontianak,Berbagai Progress dan Pencegahan Korupsi0
- Pelabuhan Pontianak Jadikan Pelanggan Konsultan Mengevaluasi Pelayanan Jasa & Survei Pelanggan0
Minggu (4/12/2022) pukul 12.00 WIB, usai terjadi erupsi kembali, PVMBG Badan Geologi ESDM menaikkan status Gunung Semeru menaikkan status Semeru dari Siaga menjadi Awas atau level 3 naik ke level 4.
Gunung Semeru memuntahkan awan panas pada pukul 02.46 WIB sesuai data Pos Pengamatan Gunung Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 4 Desember 2022, pukul 02.46 WIB dengan tingg kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak (± 5176 m di atas permukaan laut)," dilansir dari laman resmi MAGMA Indonesia Kementerian ESDM, Minggu (4/12/2022).
Dalam laman Twitter @infosemeru juga disebutkan erupsi pertama terjadi pada pukul 02.46 WIB. Kolom abu termati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi Gunung Semeru tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 0 detik. Tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter di atas puncak gunung, sekitar 5.176 meter di atas permukaan laut.
Minggu siang, erupsi kembali terjadi. Masyarakat yang berada di radius terdekat langsung mengungsi. Kepala PVMBG Badan Geologi Hendra Gunawan mengimbau tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari puncak Gunung Semeru. Serta sektoral arah Tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lanang) sejauh 19 km dari puncak.
Dengan naiknya status Semeru dari Siaga menjadi Awas, pihak PVMBG Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," tulis PVMBG Kementerian ESDM.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, potensi APG, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru juga harus diwaspadai.
Daerah yang perlu diwaspadai terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (Riz/Oryza)











