- TNI AL Gelar Kompetisi Menembak Fun Shooting Diikuti 29 Negara, Ini Juaranya
- Apel Saka Bahari 2026, Membentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, Siap Hadapi Disrupsi
- Perkuat Konektivitas Antarpulau, Pelindo dan AMANAIR Jajaki Layanan Seaplane
- KKP Jemput Bola Bantu Urus Izin Usaha Perikanan Tangkap di Kampung Nelayan Merah Putih
- Lanal Lampung Bekali Materi Bela Negara, Tanamkan Displin Siswa SMAN 11 Bandar Lampung
- TPK Koja Pastikan Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Lancar dan Terjaga Saat Pekerja Sampaikan Aspirasi
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
Udang Lokal Lebih Maknyus... Masih Jadi Primadona Masyarakat Nusantara

Keterangan Gambar : Siswa siswi SMA menyimak dengan seksama cara memasak udang, menggugah selera. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Udang termasuk komoditas perikanan paling diminati oleh masyarakat. Selain kandungan gizi, udang mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara yang terus berkembang dari menu tradisional hingga hidangan modern.
Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud memaparkan, sejak dulu masyarakat Indonesia begitu dekat dengan udang yang ditunjukkan dengan keanekaragaman olahan tradisional komoditas tersebut.
Di Aceh misalnya, terdapat menu udang asam keueng, udang balado di Sumatera Barat, pindang udang khas Sumatera Selatan, udang sambal petai dari Betawi, botok udang Jawa Tengah, sate udang lilit Bali, udang rica-rica Sulawesi Selatan, hingga udang sagu serta udang selingkuh dari Papua.
Baca Lainnya :
- Wisuda Universitas Hang Tuah, Kasal Apresiasi Akreditasi Unggul Sejumlah Program Studi0
- Siswa SMA Dikenalkan Dunia Maritim, Ikuti Warship Tour di KRI Teluk Calang-5240
- Bangun Harapan Anak Negeri, ASDP Nyalakan Semangat Pendidikan0
- Program Pelindo Mengajar, Siswa SMA 14 Makassar Antusias Dapat Ilmu Soal Dunia Pelabuhan0
- Lahirkan CPNS Berinovasi, KKP Tanamkan Integritas Sejak Dini0
“Tentu ini menunjukkan bahwa udang telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner nusantara yang patut kita jaga dan banggakan,” jelas Machmud di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Udang tidak hanya hadir dalam menu tradisional, tetapi juga populer dalam kreasi kuliner kekinian yang digemari generasi muda. Sebut saja udang kungpao, udang cabe garam, sushi udang, hingga aneka olahan serba udang seperti dimsum, wonton, sumpia, dan ebi furay.
KKP berkomitmen menjaga daya saing udang Indonesia di tengah situasi pengetatan ekspor ke pasar Amerika, khususnya produk udang dari Pulau Jawa dan Lampung. Selain aksi diplomasi, penguatan pasar pun dilakukan, salah satunya dengan aktif mempromosikan produk udang di berbagai event.
Bazaar Udang
Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP Erwin Dwiyana menambahkan, KKP sengaja mengangkat produk udang sebagai tema utama bazaar perikanan KKP di bulan ini. Kegiatan yang berlangsung dua hari area parkir Gedung Mina Bahari III itu sekaligus menjadi rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan dalam memperingati HUT ke-26 KKP.
Mengutip Tabel Komposisi Pangan Indonesia yang dikeluarkan Kemenkes (2019), Erwin menyebut dalam 100 gram daging udang terkandung sekitar 91 kcal kalori, 21 g protein, hanya 0,2 g lemak, serta 0,1 g karbohidrat. Artinya, udang juga cocok dikonsumsi bagi masyarakat yang sedang diet.
“Berbagai literatur menunjukkan kandungan dan manfaat udang yang begitu kaya. Selain sehat, dengan mengonsumsi udang kita juga turut mendukung hasil karya pembudidaya lokal. Jadi, dengan makan udang, kita sekaligus bangga menjadi Indonesia,” tutur Erwin.
Kegiatan bazaar berisi demo masak olahan udang, shrimp corner yang menampilkan produk UMKM berbasis udang, serta promosi menu tradisional hingga modern.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan udang tambak Indonesia aman dikonsumsi dan bebas dari radioaktif. KKP terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 dan Kesehatan Pada Masyarakat Beresiko Terdampak. (Arry/Mar)











