- KKP Mulai Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nilai Investasi Rp7,2 T
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal
- Mudik Gratis 2026 Bersama PELNI Dibuka, Buruan Daftar
- Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 30% Sudah Dibuka
- Kasal Resmikan SPPG Puspomal, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
- Kepulauan Tersembunyi di Beranda Nusantara, Rumah Nyaman Biota Laut yang Harus Dijaga
- Revitalisasi Pasar Baru Harus Padukan Nilai Kesejarahan, Keberagaman, dan Kekinian
- Tiga Bulan, KKP Ekspor 1.852 Kontainer Udang Bersertifikat Bebas Cesium ke AS
- KKP: Bisnis Rantai Dingin di Lokasi KNMP Dikelola Profesional
Udang Lokal Lebih Maknyus... Masih Jadi Primadona Masyarakat Nusantara

Keterangan Gambar : Siswa siswi SMA menyimak dengan seksama cara memasak udang, menggugah selera. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Udang termasuk komoditas perikanan paling diminati oleh masyarakat. Selain kandungan gizi, udang mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara yang terus berkembang dari menu tradisional hingga hidangan modern.
Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud memaparkan, sejak dulu masyarakat Indonesia begitu dekat dengan udang yang ditunjukkan dengan keanekaragaman olahan tradisional komoditas tersebut.
Di Aceh misalnya, terdapat menu udang asam keueng, udang balado di Sumatera Barat, pindang udang khas Sumatera Selatan, udang sambal petai dari Betawi, botok udang Jawa Tengah, sate udang lilit Bali, udang rica-rica Sulawesi Selatan, hingga udang sagu serta udang selingkuh dari Papua.
Baca Lainnya :
- Wisuda Universitas Hang Tuah, Kasal Apresiasi Akreditasi Unggul Sejumlah Program Studi0
- Siswa SMA Dikenalkan Dunia Maritim, Ikuti Warship Tour di KRI Teluk Calang-5240
- Bangun Harapan Anak Negeri, ASDP Nyalakan Semangat Pendidikan0
- Program Pelindo Mengajar, Siswa SMA 14 Makassar Antusias Dapat Ilmu Soal Dunia Pelabuhan0
- Lahirkan CPNS Berinovasi, KKP Tanamkan Integritas Sejak Dini0
“Tentu ini menunjukkan bahwa udang telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner nusantara yang patut kita jaga dan banggakan,” jelas Machmud di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Udang tidak hanya hadir dalam menu tradisional, tetapi juga populer dalam kreasi kuliner kekinian yang digemari generasi muda. Sebut saja udang kungpao, udang cabe garam, sushi udang, hingga aneka olahan serba udang seperti dimsum, wonton, sumpia, dan ebi furay.
KKP berkomitmen menjaga daya saing udang Indonesia di tengah situasi pengetatan ekspor ke pasar Amerika, khususnya produk udang dari Pulau Jawa dan Lampung. Selain aksi diplomasi, penguatan pasar pun dilakukan, salah satunya dengan aktif mempromosikan produk udang di berbagai event.
Bazaar Udang
Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP Erwin Dwiyana menambahkan, KKP sengaja mengangkat produk udang sebagai tema utama bazaar perikanan KKP di bulan ini. Kegiatan yang berlangsung dua hari area parkir Gedung Mina Bahari III itu sekaligus menjadi rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan dalam memperingati HUT ke-26 KKP.
Mengutip Tabel Komposisi Pangan Indonesia yang dikeluarkan Kemenkes (2019), Erwin menyebut dalam 100 gram daging udang terkandung sekitar 91 kcal kalori, 21 g protein, hanya 0,2 g lemak, serta 0,1 g karbohidrat. Artinya, udang juga cocok dikonsumsi bagi masyarakat yang sedang diet.
“Berbagai literatur menunjukkan kandungan dan manfaat udang yang begitu kaya. Selain sehat, dengan mengonsumsi udang kita juga turut mendukung hasil karya pembudidaya lokal. Jadi, dengan makan udang, kita sekaligus bangga menjadi Indonesia,” tutur Erwin.
Kegiatan bazaar berisi demo masak olahan udang, shrimp corner yang menampilkan produk UMKM berbasis udang, serta promosi menu tradisional hingga modern.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan udang tambak Indonesia aman dikonsumsi dan bebas dari radioaktif. KKP terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 dan Kesehatan Pada Masyarakat Beresiko Terdampak. (Arry/Mar)











