- Ramadhan Berkah, IPC TPK Gelar Karpet Baru di 8 Masjid Sekitar Tanjung Priok
- Lebaran 2026, IPC TPK Berangkatkan 500 Pemudik Tujuan Semarang
- Dorong Pertumbuhan Industri, Pelindo Tambah 4 Quay Container Crane di Terminal Peti Kemas Semarang
- Pelindo Group Berangkatkan 7.570 Peserta Mudik Gratis 2026, Dirut: Tradisi Satukan Bangsa
- Penyesuaian Sistem Gate Pass Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanjung Priok Berjalan Normal
- Edan! H-7 Lebaran Merak-Bakauheni Ditempuh 5 Jam, Buka Puasa Cuma Minum Air
- Ini Langkah Pelindo Multi Terminal Perkuat Implementasi Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas
- Pesantren Kilat di Kapal Perang TNI AL Selesai, Ratusan Pelajar Peroleh Ilmu Agama dan Perkuat Karakter
- Setahun Danantara Indonesia, Presiden Prabowo Tekankan Integritas dan Tata Kelola Jangka Panjang
- Mudik Nyaman Bersama PELNI, 1.230 Pemudik Naik Kapal Gratis Balikpapan-Surabaya
Tugboat Equator 10 Bocor di Laut Jawa, KM Kelimutu Bantu Evakuasi 8 Awak Kapal

Keterangan Gambar : KM Kelimutu milik PELNI berhasil mengevakuasi delapan awak kapal Tugboat (TB) Equator 10 yang kapalnya mengalami kebocoran di perairan Jawa Timur. Foto: PELNI
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: KM Kelimutu milik PELNI berhasil mengevakuasi delapan awak kapal Tugboat (TB) Equator 10 yang kapalnya mengalami kebocoran di perairan Jawa Timur.
KM Kelimitu adalah satu dari 26 kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero). Insiden terjadi saat KM Kelimutu pada Sabtu (17/1/2026) malam sedang melaksanakan pelayaran reguler dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Batulicin.
Pada pukul 18.45 WITA, KM Kelimutu menerima panggilan darurat melalui Radio VHF Channel 16 dari TB Equator 10 yang melaporkan kebocoran pada kamar mesin. Nakhoda KM Kelimutu, Capt. Meiardi Baruna Negara segera memerintahkan olah gerak untuk mendekati lokasi kejadian.
Baca Lainnya :
- PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT, Atur Mekanisme Pemilihan Ketum0
- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif0
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus0
- Percepat Penanganan Bencana di Sumatera, KRI Makassar-590 Angkut Alat Berat dari Kalimantan0
- Bantuan Beras 1,2 Ton Diangkut Pesawat Udara TNI AL, Disalurkan ke Korban Bencana di Gayo Lues Aceh0
Tim darurat kapal yang dipimpin oleh Mualim I langsung terjun melakukan proses evakuasi. Seluruh awak kapal bekerja secara terkoordinasi antara departemen dek, mesin dan seluruh bagian kapal untuk memastikan keselamatan awak TB Equator 10.
Capt. Meiardi Baruna Negara menyampaikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama tim yang solid. “Alhamdulillah, delapan awak berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa hambatan pada pukul 21.42 WITA. Keselamatan jiwa manusia selalu menjadi prioritas utama kami di laut,” ujar Capt. Meiardi.
Setelah evakuasi selesai, KM Kelimutu melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Batulicin. Awak TB Equator 10 telah dijemput oleh agen dan pihak KSOP pada saat kapal sandar di Pelabuhan Batulicin.
Kedatangan Kapal Tertunda
Kepala Cabang PELNI Batulicin Anita Lestari menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan profesionalisme awak KM Kelimutu.
“Akibat proses evakuasi tersebut, kedatangan kapal di Batulicin tertunda dari jadwal yang seharusnya pukul 10.00 WITA menjadi pukul 10.50 WITA. Kemudian kapal yang seharusnya berangkat pukul 11.00 WITA tertunda 1 jam menjadi pukul 12.00 WITA. Kami sudah memberi penjelasan kepada para penumpang atas keterlambatan tersebut dan alhamdulillah mereka mengerti,” terang Anita.
Dalam setiap situasi, termasuk keadaan darurat di laut, keselamatan jiwa manusia selalu menjadi prioritas utama PELNI. Melalui kesiapsiagaan armada serta pelatihan rutin awak kapal, PELNI berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Sebagai informasi, KM Kelimutu adalah salah satu kapal penumpang milik PELNI dengan kapasitas 1.000 pax, yang melayani rute Tg. Priok - Tg. Pandan - Pontianak - Semarang - Kumai - Surabaya - Batulicin (PP). (Arry/Mar)











