- Kemnaker dan PT PKSS Perluas Akses Kesempatan Kerja
- Tegakkan Hukum di Laut, Kemenhub Cetak PPNS Pelayaran Profesional dan Berintegritas
- TNI AL Edukasi Masyarakat Cegah Karhutla di Mempawah dan Kubu Raya
- Indonesia - Australia Kolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan
- TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal dan WNA Bangladesh di Perairan Indonesia
- Diikuti 12.128 Peserta, Kemnaker Mulai Gelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Pulau Damer: Kas Keliling, Edukasi Kebangsaan dan Bakti Kesehatan
- TNI AL Gelar Kompetisi Menembak Fun Shooting Diikuti 29 Negara, Ini Juaranya
- Apel Saka Bahari 2026, Membentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, Siap Hadapi Disrupsi
- Perkuat Konektivitas Antarpulau, Pelindo dan AMANAIR Jajaki Layanan Seaplane
TNI Anak Kandung Rakyat

Keterangan Gambar : Masyarakat gembira konvoi naik kendaraan militer keliling Monas pada HIT ke-80 TNI, Minggu (5/10/2025). Foto: property of indonesiamaritimenews.com
TENTARA Nasional Indonesia tahun ini tepat berusia 80 tahun. Upacara peringatan HUT ke-80 TNI digelar megah dengan Inspektur Upacara Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Lahirnya TNI tidak lepas dari sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. TNI lahir dari rakyat Indonesia, dari perjuangan rakyat yang menumpahkan darah berjuang melawan penjajah.
Presiden Prabowo dalam amatnya menekankan, TNI adalah anak kandung rakyat Indonesia, berasal dari rakyat, timbul dan tenggelam bersama rakyat, selalu mengabdi kepada bangsa dan rakyat, serta siap mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan rakyat Indonesia.
Baca Lainnya :
- 80 Tahun TNI AL, Optimisme di Tengah Tantangan Geopolitik0
- 80 Tahun NKRI, Menggantung Asa Kemerdekaan di Semua Sektor0
- Kampung Nelayan Merah Putih, Secercah Asa Masyarakat Pesisir0
- Ironi Negeri Maritim Pengimpor Garam0
- Menuju Kota Global, Membangun Etalase Jakarta dari Pesisir0
TNI menjadi benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah ketidakpastian lingkungan global saat ini. Menjadi tulang punggung pertahanan, TNI melindungi seluruh rakyat Indonesia dan tumpah darah Indonesia.
Kini delapan dekade sudah TNI kebanggaan rakyat Indonesia melindungi negeri ini. Di era globalisasi ini tantangan ke depan semakin berat. Selain tuntutan modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan), profesionalisme personel TNI juga menjadi hal yang krusial.
Pada HUT TNI tahun ini yang digelar di Monas, 133 ribu personel dan lebih dari 1.000 alutsista dilibatkan. Rakyat bisa menyaksikan gagahnya parade tentara kebanggaan bangsa. Rakyat bisa menyaksikan langsung kekuatan TNI, menonton berbagai jenis senjata yang dipamerkan, serta kendaraan tempur. Rakyat juga boleh menjajal naik kendaraan tempur keliling Monas, atau sekedar numpang foto.
Parade militer dan pameran Alutsista TNI bukan hanya membuat rakyat bangga dan semakin dekat pada tentara kita. Mata dunia pun tertuju pada Indonesia. Dunia melihat bahwa Indonesia memiliki sistem pertahanan yang tidak tertinggal dengan negara lain. Indonesia juga siap memberikan efek gentar (deterrent effect) kepada siapapun yang mencoba mengganggu NKRI.
TNI mengutamakan kepentingan bangsa, negara, dan rakyat di atas segala kepentingan yang lain. Konstitusi juga sudah secara tegas menyatakan TNI sebagai alat negara yang bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.
Segelintir oknum TNI yang melenceng dan mencoreng nama baik institusi adalah nila yang harus dibuang. Rakyat Indonesia bangga dengan tentaranya. Tetaplah menjadi pembela rakyat, bukan pembela atau pelindung sekelompok orang atau pihak-pihak yang memperalat TNI. Rakyat juga akan membelamu. Dirgahayu TNI. (Red)











