- Prajurit dan Penyelam TNI AL Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 Diganjar Penghargaan
- Program Toilet Bersih Yayasan Moro Tiga Delapan TNI AL Bakal Menyasar Pesantren dan Fasilitas Umum
- Yayasan Persada Moro Tiga Delapan Deklarasi Gerakan Toilet Sekolah Bersih
- Gubernur Sumut Bobby Sebar 33 Bus Perintis ke Lima Kabupaten Dukung Pendidikan
- Pelatihan Vokasi Jangan Hanya Mengejar Sertifikat, Menaker: Bangun Portofolio
- Arus Barang Melonjak 8,2% Tembus 2,8 Juta TEUs, IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional
- Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional, Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa
- Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Bukan Sekadar Formalitas
- Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kucurkan Beasiswa untuk 50 Siswa SD hingga SMA
- Presiden Prabowo Lantik Kepala BNPB, Kepala-Wakil Kepala BPGMN dan 4 Wakil Menteri
TNI Anak Kandung Rakyat

Keterangan Gambar : Masyarakat gembira konvoi naik kendaraan militer keliling Monas pada HIT ke-80 TNI, Minggu (5/10/2025). Foto: property of indonesiamaritimenews.com
TENTARA Nasional Indonesia tahun ini tepat berusia 80 tahun. Upacara peringatan HUT ke-80 TNI digelar megah dengan Inspektur Upacara Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Lahirnya TNI tidak lepas dari sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. TNI lahir dari rakyat Indonesia, dari perjuangan rakyat yang menumpahkan darah berjuang melawan penjajah.
Presiden Prabowo dalam amatnya menekankan, TNI adalah anak kandung rakyat Indonesia, berasal dari rakyat, timbul dan tenggelam bersama rakyat, selalu mengabdi kepada bangsa dan rakyat, serta siap mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan rakyat Indonesia.
Baca Lainnya :
- 80 Tahun TNI AL, Optimisme di Tengah Tantangan Geopolitik0
- 80 Tahun NKRI, Menggantung Asa Kemerdekaan di Semua Sektor0
- Kampung Nelayan Merah Putih, Secercah Asa Masyarakat Pesisir0
- Ironi Negeri Maritim Pengimpor Garam0
- Menuju Kota Global, Membangun Etalase Jakarta dari Pesisir0
TNI menjadi benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah ketidakpastian lingkungan global saat ini. Menjadi tulang punggung pertahanan, TNI melindungi seluruh rakyat Indonesia dan tumpah darah Indonesia.
Kini delapan dekade sudah TNI kebanggaan rakyat Indonesia melindungi negeri ini. Di era globalisasi ini tantangan ke depan semakin berat. Selain tuntutan modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan), profesionalisme personel TNI juga menjadi hal yang krusial.
Pada HUT TNI tahun ini yang digelar di Monas, 133 ribu personel dan lebih dari 1.000 alutsista dilibatkan. Rakyat bisa menyaksikan gagahnya parade tentara kebanggaan bangsa. Rakyat bisa menyaksikan langsung kekuatan TNI, menonton berbagai jenis senjata yang dipamerkan, serta kendaraan tempur. Rakyat juga boleh menjajal naik kendaraan tempur keliling Monas, atau sekedar numpang foto.
Parade militer dan pameran Alutsista TNI bukan hanya membuat rakyat bangga dan semakin dekat pada tentara kita. Mata dunia pun tertuju pada Indonesia. Dunia melihat bahwa Indonesia memiliki sistem pertahanan yang tidak tertinggal dengan negara lain. Indonesia juga siap memberikan efek gentar (deterrent effect) kepada siapapun yang mencoba mengganggu NKRI.
TNI mengutamakan kepentingan bangsa, negara, dan rakyat di atas segala kepentingan yang lain. Konstitusi juga sudah secara tegas menyatakan TNI sebagai alat negara yang bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.
Segelintir oknum TNI yang melenceng dan mencoreng nama baik institusi adalah nila yang harus dibuang. Rakyat Indonesia bangga dengan tentaranya. Tetaplah menjadi pembela rakyat, bukan pembela atau pelindung sekelompok orang atau pihak-pihak yang memperalat TNI. Rakyat juga akan membelamu. Dirgahayu TNI. (Red)











