- Perahu terbalik, 2 Nelayan Diselamatkan Prajurit KRI BHT-370 di Selat Madura
- Setetes Harapan, Donor Darah, di Hari Jadi IPC TPK Himpun 128 Kantong
- Dankodaeral IV Tegaskan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Harus Jadi Agen Perubahan
- Pelindo Regional 2 Banten Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
- Besok 1 Agustus Ada Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Menag: Mari Kita Sambut Bulan Kemerdekaan RI
- TNI AL Gagalkan Peredaran Puluhan Ribu Bungkus Rokok Ilegal di Merauke
- Belut Kalimantan Naik Kelas ke Pasar Global, Tembus Ekspor Tiongkok
- Rangkaian HUT Kodaeral Tahun 2026, Kodaeral IV Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial untuk Masyarakat
- Apresiasi Hari Puisi Indonesia 2026, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Harapkan Lahir Penerus Penyair Chairil Anwar
- Tembakan Meriam-76 TNI AL Getarkan Laut Rusia
Terombang-ambing di Laut, KM Baru Hijrah Dievakuasi KRI Bontang-907 di Perbatasan Indonesia-Thailand

Keterangan Gambar : Kapal perang KRI Bontang-907 membantu evakuasi KM Baru Hijrah yang terombang-ambing di laut perbatasan Indonesia-Thailand. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bontang-907 berhasil membantu evakuasi Kapal Motor (KM) Baru Hijrah yang mengalami kerusakan mesin di laut perbatasan Indonesia-Thailand.
KRI Bontang-907 saat itu sedang melaksanakan operasi Siaga Sakti-24 di bawah Komando Danguspurla I, pada Selasa (9/1/2024) lalu.
Kejadian berawal ketika prajurit KRI Bontang-907 mendapati Kapal Motor (KM) Baru Hijrah (kapal Ikan) yang mengalami kerusakan mati mesin. Kapal ini terapung-apung selama 12 hari di laut perbatasan Indonesia-Thailand.
Komandan KRI Bontang-907 Letkol Laut (P) Lexy Effraim Dumais melaporkan dan berkoordinasi kepada pimpinan untuk membantu evakuasi dan menarik (Towing) KM. Baru Hijrah ke perairan pantai Aceh.
Selanjutnya, KRI Bontang-907 melaksanakan penarikan selama 2 hari. Sesampai di perairan Aceh, KM. Baru Hijrah ditarik oleh nelayan sekitar untuk menjalani perbaikan di Kuala Idi.
Tindakan membantu kapal tersebut merupakan implementasi dari perintah pimpinan TNI, agar prajurit khususnya TNI AL lebih adaptif dan fleksibel sehingga dapat berdampak lebih dekat dengan masyarakat.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespon cepat informasi yang diterima, terutama dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekelilingnya khususnya di wilayah perairan Indonesia. (Riz/Oryza)
Baca Lainnya :
- Tiba di Mesir, Satgas Maritime Task Force TNI Konga Napak Tilas Situs Purbakala Sejarah Dunia0
- Lagi, Prajurit TNI AL Gagalkan Penyelundupan Miras di Nabire0
- Jelang HUT Kowal dan Hari Dharma Samudera, Lanal Cilacap Bersih-bersih Pantai Teluk Penyu0
- 120 Ekor Anjing Mati Seberat 2 Ton Mau Diselundupkan ke Manado, Digagalkan TNI AL0
- Jelang Tahun Baru 2024, Ratusan Liter Miras Cap Tikus Diamankan TNI AL dari Kapal0











