- Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
- Seminar Regional ASEAN, Kemnaker Tekankan Pelindungan Hak Tenaga Kerja pada Perdagangan antar Negara
- TNI AL Kembali Temukan Pelampung di Selat Sunda, 5 Jurnalis Hilang Belum Terlacak
- Apel Siaga HUT ke-81 TNI AL, Kasal Tegaskan Prajurit dan Alutsista Siaga Bencana
- IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
- Peduli Warga Terdampak Gempa di Pulau Flores, Kemnaker Salurkan Bantuan
- Pencarian 5 Jurnalis di Perairan Banten, TNI AL Temukan Pelampung dan Botol Mengapung
- Ketua PWI Jaya: Menuju 5 Abad Jakarta, Anugerah Jurnalistik MHT 2026 Baru Tahap Pemanasan
- Hari ketiga pencarian 5 Jurnalis, TNI AL dan Tim SAR Gabungan Terus Sisir Selat Sunda
- Perkuat Tata Kelola Investasi, Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA
Sudah 3 Prajurit TNI Kontingen Garuda UNIFIL Gugur Kena Serangan Militer di Lebanon

Keterangan Gambar : Foto Ilustrasi: Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL 2025 saat berhasil menyelesaikan enam bulan misi perdamaian PBB di wilayah Lebanon Selatan. Para prajurit menerima penghargaan medali PBB (UN Medal). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Sudah tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan, gugur akibat kena serangan militer.
Ketiga anggota TNI tersebut masing-masing: Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Ketiganya meninggal dunia di lokasi berbeda.
Kejadian pertama, Minggu malam (29/3/2026) serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Adchit al-Qusayr di Lebanon selatan. Serangan militer tersebut yang diduga dilakukan Israel mengakibatkan seorang personel TNI, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia.
Baca Lainnya :
- Dilepas Kasal, Wamendag, Wamen UMKM: KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet ASEAN Keliling 8 Negara0
- PM Takaichi: Jepang-Indonesia Siap Perkuat Ekonomi, Maritim dan0
- Wakasal Pimpin Deck Reception Taruna AAL dan ASEAN Plus Cadet Sail di Geladak KRI Bima Suci0
- Disambut Kodaeral III, 3 Kapal Perang Rusia Merapat di Tanjung Priok, Ada Apa ?0
- Diserang Israel, Anggota TNI Satgas UNIFIL Gugur di Lebanon0
Serangan kedua terjadi pada Senin (30/3) sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL hingga meggakibatkan dua anggota TNI gugur. Keduanya adalah, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, saat itu tentara Indonesia sedang mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan ketika tiba-tiba kendaraan itu meledak. Kejadian ini bukan hanya mengakibatkan dua anggota TNI gugur, namun 2 prajurit lainnya juga terluka. Dua prajurit yang mengalami luka-luka yaitu Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.
Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
"Sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon,” jelas Mayjen TNI Aulia, Selasa (31/3/2026).
Insiden di Lebanon yang mengakibatkan gugurnya 3 prajurit TNI dikecam berbagai pihak. MPR RI mengecam keras insiden tersebut dan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi ke Israel atas serangan ke sekitar UNIFIL hingga mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur.
"MPR mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel," tegas Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (31/3/2026). (Bow/Mar)











