- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
KRI Kujang-642 Sergap 25 Kontainer Minerba Ilegal Mengandung Bahan Radioaktif, Kasum TNI Tinjau BB

Keterangan Gambar : Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, beserta rombongan Satgas PKH meninjau kapal tangkapan TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BATAM: Upaya penyelundupan 25 kontainer mineral dan batu bara (minerba) yang diduga mengandung Logam Tanah Jarang (LTJ) dan unsur radioaktif di Batam, Kepulauan Riau, digagalkan aparat TNI AL
Barang bukti 30 ton minerba kandungan LTJ diamankan di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam untuk proses penyelidikan lebih lanjut.Kasus tersebut menjadi perhatian lintas instansi pusat. Kepala Staf Umum (Kasum) TNI bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) pada Selasa (26/6/2026) meninjau langsung kapal TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 yang mengangkut muatan tersebut.
Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, beserta rombongan Satgas PKH meninjau barang bukti (BB) kapal tangkapan TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam.
Baca Lainnya :
- Siap-siap! Operasi Patuh 2026 Digelar 8-21 Juni, Jangan Langgar Ketentuan ETLE0
- Salat Iduladha 1447 H di Geladak KRI Bima Suci di Shanghai China, Pengalaman Religi Taruna AAL Satlak KJK 20260
- Hari Raya Iduladha 2026, Kasal: Semangat Berbagi dan Pengorbanan, Perkokoh Kemanunggalan TNI AL & Rakyat0
- Bareskrim Polri Hentikan Sepak Terjang 4 WN China Kasus Tambang Ilegal di Papua, Pelaku Diringkus0
- KRI Bima Suci Sandar di Shanghai China, Taruna AAL dan Genderang Suling Bakal Unjuk Kebolehan0
Kunjungan tim investigasi Penggagalan penyelundupan 390 ton minerba kandungan LTJ dan unsur radioaktif ilegal oleh patroli laut jajaran Koarmada RI di wilayah perairan Kepri tersebut dipimpin Kasum TNI didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI Dr. Febrie Adriansyah, Pangkoarmada RI Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, serta para pejabat Kemenko Polkam RI dan Pangkoarmada I.
Kunjungan tersebut bertujuan mendalami hasil penyelidikan dugaan penyelundupan minerba, yang berhasil digagalkan jajaran Koarmada RI melalui KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I pada tanggal 17 Mei 2026. Dari hasil pendalaman, ditemukan dugaan pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor minerba yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kedaulatan pengelolaan sumber daya alam nasional.
Kedatangan rombongan dari Jakarta diterima langsung oleh Komandan Kodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, didampingi Wadan Kodaeral IV, Ir Kodaeral IV, Kapoksahli Kodaeral IV, serta seluruh Pejabat Utama dan Kasatker jajaran Kodaeral IV.
Pada kesempatan tersebut, Dankodaeral IV menyampaikan paparan di ruang VIP Bandara Hang Nadim, Batam, terkait hasil penggagalan dugaan penyelundupan minerba yang mengandung Logam Tanah Jarang dan unsur radioaktif ilegal beserta perkembangan proses pemeriksaan yang saat ini masih terus dilaksanakan oleh tim terkait.
Setelah mendengar paparan, Kasum TNI beserta rombongan meninjau langsung ke Dermaga Kodaeral IV guna melihat kapal tangkapan beserta barang bukti sebanyak 25 kontainer.
Dari hasil uji laboratorium di PT Timah Kundur, Tanjung Balai Karimun terhadap sampel ilminite dari 15 kontainer didapat hasil kandungan Titanium Oksida. Selain itu terdapat kandungan LTJ dan unsur radioaktif untuk bahan baku nuklir (Zirconium Oxide, Thorium Oxide, Neodymiun Oxide, Triuranium Oktasida, Triuranium Oktosida dan Serium Oksida). Ditafsir nilai hasil tangkapan kapal itu mencapai triliunan rupiah.
Kesiagaan Prajurit TNI AL
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung upaya penegakan hukum, pengamanan sumber daya strategis nasional, serta pencegahan aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan negara dan membahayakan keselamatan lingkungan.
Panglima Koarmada RI menegaskan bahwa, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata kesiapsiagaan prajurit TNI AL dan jajarannya, untuk terus hadir di garda terdepan, demi menjaga kedaulatan, menegakkan hukum, serta mengamankan kekayaan alam Indonesia, demi kepentingan bangsa dan negara.
Sementara itu Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan bahwa TNI AL akan terus memperkuat pengawasan wilayah laut Indonesia, khususnya terhadap aktivitas ilegal yang berkaitan dengan penyelundupan Minerba.
“Penggagalan ini merupakan bentuk komitmen TNI AL melaksanakan Perintah Presiden RI dan Panglima TNI bersama seluruh instansi terkait dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi sumber daya alam strategis nasional dari aktivitas ilegal yang dapat merugikan bangsa dan negara. Kodaeral IV akan terus meningkatkan sinergi serta pengawasan di wilayah perairan strategis Indonesia,” tegas Dankodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko. (Arry/Mar)











