- TNI AL Gelar Kompetisi Menembak Fun Shooting Diikuti 29 Negara, Ini Juaranya
- Apel Saka Bahari 2026, Membentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, Siap Hadapi Disrupsi
- Perkuat Konektivitas Antarpulau, Pelindo dan AMANAIR Jajaki Layanan Seaplane
- KKP Jemput Bola Bantu Urus Izin Usaha Perikanan Tangkap di Kampung Nelayan Merah Putih
- Lanal Lampung Bekali Materi Bela Negara, Tanamkan Displin Siswa SMAN 11 Bandar Lampung
- TPK Koja Pastikan Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Lancar dan Terjaga Saat Pekerja Sampaikan Aspirasi
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
Solidaritas Sosial untuk Sumatera

Keterangan Gambar : Banjir bandang menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Foto: BNPB
BENCANA banjir bandang melanda Sumatera mengetuk hati semua pimpinan derah.
Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah daerah di Sumatera bukan hanya menyisakan kerusakan, tetapi juga memunculkan semangat kebersamaan di antara sesama anak bangsa.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah untuk urunan membantu daerah yang terdampak akibat ganasnya bencana ini.
Baca Lainnya :
- Jaga Populasi Perikanan0
- TNI Anak Kandung Rakyat0
- 80 Tahun TNI AL, Optimisme di Tengah Tantangan Geopolitik0
- 80 Tahun NKRI, Menggantung Asa Kemerdekaan di Semua Sektor0
- Kampung Nelayan Merah Putih, Secercah Asa Masyarakat Pesisir0
Permintaan ini disampaikannya melalui surat edaran (SE) yang telah dikeluarkan pada 1 Desember 2025 sebagai payung hukum. Urunan dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dimiliki tiap daerah.
Tito menyampaikan, solidaritas diperlukan karena bencana bisa terjadi di daerah mana saja dan kapan saja. Terlebih, pemerintah daerah yang terdampak bencana mengalami keterbatasan.
Purnawirawan Polri bintang empat itu mengaku mendapat keluhan lantaran anggaran belanja tidak terduga di wilayah itu sudah banyak terpakai.
"Saya dapat keluhan dari kepala daerah, karena ini sudah akhir tahun. Anggaran BTT mereka, biasanya mereka di daerah menggunakan Belanja Tidak Terduga. Rata-rata sudah sangat tipis sekali, padahal itu andalan mereka," tutur Tito.
Oleh karenanya, ia meminta daerah-daerah untuk saling membantu, utamanya dengan daerah yang anggarannya masih kuat.
"Bagi daerah-daerah yang kuat, saya tahu yang masih punya simpanan, silakan waktunya untuk membantu baik langsung maupun tidak langsung," ucap Tito. (Red)











