- Tiba di Vladivostok Rusia, Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan di Eastern Economic Forum ke-11
- Diduga Jaringan Narkoba, Kapal MT ASHLEY Disergap KRI Pulau Rangsang-727 di Perairan Bintan
- HPN 2027 di Lampung Digelar Inklusif dan Kolaboratif, Begini Sejarah Lahirnya Hari Pers
- Pasmar 2 Gelar Maulid Nabi, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Pengabdian
- Kemnaker dan PT PKSS Perluas Akses Kesempatan Kerja
- Tegakkan Hukum di Laut, Kemenhub Cetak PPNS Pelayaran Profesional dan Berintegritas
- TNI AL Edukasi Masyarakat Cegah Karhutla di Mempawah dan Kubu Raya
- Indonesia - Australia Kolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan
- TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal dan WNA Bangladesh di Perairan Indonesia
- Diikuti 12.128 Peserta, Kemnaker Mulai Gelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4
Solidaritas Sosial untuk Sumatera

Keterangan Gambar : Banjir bandang menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Foto: BNPB
BENCANA banjir bandang melanda Sumatera mengetuk hati semua pimpinan derah.
Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah daerah di Sumatera bukan hanya menyisakan kerusakan, tetapi juga memunculkan semangat kebersamaan di antara sesama anak bangsa.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah untuk urunan membantu daerah yang terdampak akibat ganasnya bencana ini.
Baca Lainnya :
- Jaga Populasi Perikanan0
- TNI Anak Kandung Rakyat0
- 80 Tahun TNI AL, Optimisme di Tengah Tantangan Geopolitik0
- 80 Tahun NKRI, Menggantung Asa Kemerdekaan di Semua Sektor0
- Kampung Nelayan Merah Putih, Secercah Asa Masyarakat Pesisir0
Permintaan ini disampaikannya melalui surat edaran (SE) yang telah dikeluarkan pada 1 Desember 2025 sebagai payung hukum. Urunan dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dimiliki tiap daerah.
Tito menyampaikan, solidaritas diperlukan karena bencana bisa terjadi di daerah mana saja dan kapan saja. Terlebih, pemerintah daerah yang terdampak bencana mengalami keterbatasan.
Purnawirawan Polri bintang empat itu mengaku mendapat keluhan lantaran anggaran belanja tidak terduga di wilayah itu sudah banyak terpakai.
"Saya dapat keluhan dari kepala daerah, karena ini sudah akhir tahun. Anggaran BTT mereka, biasanya mereka di daerah menggunakan Belanja Tidak Terduga. Rata-rata sudah sangat tipis sekali, padahal itu andalan mereka," tutur Tito.
Oleh karenanya, ia meminta daerah-daerah untuk saling membantu, utamanya dengan daerah yang anggarannya masih kuat.
"Bagi daerah-daerah yang kuat, saya tahu yang masih punya simpanan, silakan waktunya untuk membantu baik langsung maupun tidak langsung," ucap Tito. (Red)











