- Prajurit dan Penyelam TNI AL Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 Diganjar Penghargaan
- Program Toilet Bersih Yayasan Moro Tiga Delapan TNI AL Bakal Menyasar Pesantren dan Fasilitas Umum
- Yayasan Persada Moro Tiga Delapan Deklarasi Gerakan Toilet Sekolah Bersih
- Gubernur Sumut Bobby Sebar 33 Bus Perintis ke Lima Kabupaten Dukung Pendidikan
- Pelatihan Vokasi Jangan Hanya Mengejar Sertifikat, Menaker: Bangun Portofolio
- Arus Barang Melonjak 8,2% Tembus 2,8 Juta TEUs, IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional
- Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional, Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa
- Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Bukan Sekadar Formalitas
- Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kucurkan Beasiswa untuk 50 Siswa SD hingga SMA
- Presiden Prabowo Lantik Kepala BNPB, Kepala-Wakil Kepala BPGMN dan 4 Wakil Menteri
Rakor Lintas Sektoral, Pelindo Pastikan Kelancaran Kendaraan dan Logistik Pasca Idulfitri 2026

Keterangan Gambar : Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo (ketiga dari kiri) , bersama stakeholder kepelabuhanan menggelar rakor guna memastikan kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik pasca periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) atau Pelindo bersama sejumlah pemangku kepentingan kepelabuhanan memastikan kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik pasca periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Pelindo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengaturan Traffic Pascamudik Idulfitri 2026 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik pasca periode arus mudik dan balik Lebaran.
Rakor lintas sektoral tersebut melibatkan berbagai instansi terkait, antara lain otoritas pelabuhan, kepolisian, pemerintah daerah, operator terminal, serta pengguna jasa, guna menyelaraskan langkah strategis dalam pengaturan lalu lintas di kawasan pelabuhan dan wilayah sekitarnya.
Baca Lainnya :
- Mudik Asyik, 4.000 Pemudik Ceria Pulkam Naik Bus Gratis dari Pelindo Terminal Petikemas0
- Catat, Pelindo Tetap Beroperasi Penuh Selama Masa Angkutan Lebaran 2026, Distribusi Logistik Normal0
- Lebaran 2026, IPC TPK Berangkatkan 500 Pemudik Tujuan Semarang0
- Dorong Pertumbuhan Industri, Pelindo Tambah 4 Quay Container Crane di Terminal Peti Kemas Semarang0
- Pelindo Group Berangkatkan 7.570 Peserta Mudik Gratis 2026, Dirut: Tradisi Satukan Bangsa0
Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo, menyampaikan bahwa fase pascamudik merupakan periode krusial yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam menjaga keseimbangan antara arus kendaraan logistik dan lalu lintas umum.
“Pasca Idulfitri, aktivitas di pelabuhan akan kembali meningkat seiring normalisasi kegiatan industri dan logistik. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan traffic yang terintegrasi dan kolaboratif agar arus barang tetap lancar tanpa menimbulkan kepadatan di kawasan pelabuhan,” ujar Drajat dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
Ia menegaskan, Tanjung Priok sebagai simpul utama logistik nasional memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi barang, sehingga setiap potensi hambatan harus diantisipasi secara bersama-sama.
Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah langkah penguatan, antara lain optimalisasi pengaturan arus kendaraan masuk dan keluar pelabuhan, penyesuaian pola operasional terminal, serta peningkatan koordinasi di lapangan antara seluruh pihak terkait.
Pelindo juga mendorong pemanfaatan sistem digital dan pengaturan berbasis waktu guna menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik krusial, sekaligus memastikan aktivitas bongkar muat tetap berjalan efisien.
“Prinsip yang kami dorong adalah kolaborasi. Pengelolaan traffic di kawasan pelabuhan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, operator, hingga pengguna jasa,” tambah Drajat.
Strategi KSOP
Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian operasional untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan aktivitas logistik pasca Lebaran.
Menurutnya, strategi yang diterapkan mencakup pengendalian kuota gate pass aktif harian secara bertahap, sinkronisasi antar terminal, serta pengaturan jadwal sandar kapal agar tidak terjadi penumpukan di dalam kawasan pelabuhan.
“Pengaturan ini kami lakukan secara terukur dan bertahap, dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara kelancaran distribusi logistik dan kondisi lalu lintas di kawasan pelabuhan,” jelas Heru.
Selain itu, penguatan koordinasi lintas operator terminal juga dilakukan untuk memastikan pengaturan arus kendaraan masuk dan keluar pelabuhan berjalan selaras dan terkendali. (Arry/Mar)











