- Prajurit dan Penyelam TNI AL Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 Diganjar Penghargaan
- Program Toilet Bersih Yayasan Moro Tiga Delapan TNI AL Bakal Menyasar Pesantren dan Fasilitas Umum
- Yayasan Persada Moro Tiga Delapan Deklarasi Gerakan Toilet Sekolah Bersih
- Gubernur Sumut Bobby Sebar 33 Bus Perintis ke Lima Kabupaten Dukung Pendidikan
- Pelatihan Vokasi Jangan Hanya Mengejar Sertifikat, Menaker: Bangun Portofolio
- Arus Barang Melonjak 8,2% Tembus 2,8 Juta TEUs, IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional
- Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional, Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa
- Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Bukan Sekadar Formalitas
- Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kucurkan Beasiswa untuk 50 Siswa SD hingga SMA
- Presiden Prabowo Lantik Kepala BNPB, Kepala-Wakil Kepala BPGMN dan 4 Wakil Menteri
PT Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Pengayaan Diversivikasi Tumbuhan

Keterangan Gambar : PT Terminal Teluk Lamong berkerja sama dengan Pusat Riset Ekologi BRIN menggelar Pelatihan Pengayaan Diversitas Tumbuhan di Kawasan Ruang Terbuka Hijau. Foto: PT TTL
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: PT Terminal Teluk Lamong berkerja sama dengan Pusat Riset Ekologi BRIN menggelar Pelatihan Pengayaan Diversitas Tumbuhan di Kawasan Ruang Terbuka Hijau. Kegiatan ini sebagai strategi dekarbonisasi untuk mendukung implementasi green port di kawasan Terminal Teluk Lamong.
“Pelatihan ini menjadi langkah awal dari komitmen besar PT Terminal Teluk Lamong dalam mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek pelestarian lingkungan dan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya diversitas tumbuhan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung konservasi keanekaragaman hayati” jelas Syaiful Anam, Sekretaris Perusahaan PT TTL.
Pelatihan pengayaan diversitas tumbuhan ini diselenggarakan pada tanggal 19 – 20 Mei 2026 yang diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari tim ESG dan garderner dari seluruh TPK yakni TPK Lamong, TPK Nilam dan TPK Berlian.
Kegiatan ini memiliki fungsi penting bagi gardener, sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi dalam pengelolaan kawasan hijau dilingkungan. Tidak hanya berfokus pada perawatan rutin tanaman, pelatihan ini diarahkan untuk membentuk gardener yang memiliki pemahaman lebih luas mengenai cara menghitung Carbon stock (C-stock) dan menyusun model ruang terbuka hijau di kawasan RTH Terminal Teluk Lamong.
Hari pertama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi dasar dan praktis yang mencakup pembibitan tanaman, proses aklimatisasi, morfologi tumbuhan, serta penataan lanskap.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik budidaya dan pengelolaan tanaman secara berkelanjutan” ujar Sugeng Budiharta, peneliti BRIN.
Hari kedua, peserta melakukan kunjungan edukatif ke Kebun Raya Purwodadi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari teknik pembibitan tanaman, perawatan tanaman hingga metode monitoring tanaman.
Salah satu peserta pelatihan, Melkisedek menyatakan antusiasmenya tehadap kegiatan ini, “Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya pengelolaan ruang terbuka hijau berbasis biodiversitas. Kami juga dibekali pemahaman pemanfaatan daun sebagai bahan pembuatan pupuk kompos ramah lingkungan. Harapannya semua ini dapat langsung diimplementasikan dilingkungan Terminal” papar Melkisedek.
Baca Lainnya :
- IPC TPK Panjang Lampung Dorong Efisiensi Ekspor Melalui Sinergi Layanan Depo Petikemas0
- Terminal Teluk Lamong Luncurkan Green House Titik Hijau, Terima Tanaman Langka dari Kebun Raya Purwodadi0
- Perkuat Bisnis Komersial, PELNI Angkut Perdana 55 Ribu Ton Batubara0
- PELNI Sukses Layani Keagenan Kapal Pesiar MV Odyssey Berbendera Bahamas0
- KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo & Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional0
Melalui pelatihan ini, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya mewujudkan kawasan pelabuhan yang hijau dan berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Ke depan, hasil pelatihan ini diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh kawasan terminal petikemas dibawah naungan PT TTL, sehingga mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang sehat, produktif, dan berkontribusi nyata terhadap upaya dekarbonisasi nasional. (Arry/Oryza)











