- Heboh Lagi Kebakaran Kapal Berbendera Indonesia: Analisis Kasus Kebakaran KMP Batumandi
- Kondisi Kapal KMP Batumandi Kini, Penanganan Korban Luka Bakar, Anak-anak dan Lansia
- Menhub Minta Polri-KNKT Usut Kebakaran KMP Batumandi, Kapolri: Kami akan Selidiki
- Lewat Karirhub, Kemnaker dan Universitas Harkat Negeri Jembatani Kampus dan Industri
- InaSkills 2026 Digelar 26-31 Oktober, Jaring Talenta Keterampilan Nasional
- Jaga Pesisir Pantura, Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Demak
- Jajaran Komisaris PELNI Temui Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali di Mabesal Cilangkap
- KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang Dimangsa Api, TNI AL Kerahkan 3 Kapal dan Tim Kesehatan
- KMP Batumandi Terbakar di Merak, Gubernur Banten Apresiasi Nelayan Sigap Menolong Penumpang
- Kemenhub: Utamakan Penyelamatan Penumpang, Kebakaran Ditangani Terkoordinasi
Produk Perikanan Indonesia Tembus 147 Negara, 2 Kontainer Udang Lolos Masuk AS

Keterangan Gambar : Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini (tengah). Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Produk perikanan Indonesia pada tahun ini diterima di 147 negara dari 193 negara anggota PBB. Jumlah tersebut meningkat 5 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai 140 negara.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini mengungkapkan pihaknya telah melaksanakan berbagai tugas hingga akhirnya produk perikanan Indonesia bisa diterima di pasar global.
"Kami sudah melaksanakan tugas-tugas yang ujungnya keberterimaan hasil perikanan kita di negara tujuan ekspor. Kita bisa tembus di 147 negara di tahun 2025," jelas Ishartini di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis (11/12/2025).
Baca Lainnya :
- Mau Ekspor Rajungan ke Amerika Serikat Tidak Sembarangan, KKP Terbitkan Juknis0
- P2MKP Dorong Masyarakat Kelautan Perikanan Mandiri dan Inovatif0
- Punya Cita Rasa Khas, Udang Indonesia Kembali Diserap Pasar AS, Ekspor Triwulan III Naik 16,3 Persen0
- Delegasi Rusia Kunjungi Pelabuhan Pelindo Tanjung Perak Terbuka Peluang Perdagangan Internasional0
- Di Tangan Pelaku UMKM, Limbah Ban Bekas Hibah PT TPK Diolah Jadi Kreasi Meraup Cuan0
Jumlah negara penerima ekspor hasil perikanan Indonesia meningkat 5 persen dibanding tahun 2024 yaitu 140 negara.
"Kita juga lakukan sertifikasi terhadap unit pengolahan ikan dan dilakukan pengawasan (surveillance) terhadap penerapan ketertelusuran (traceability) mereka. Sudah 1.104 unit pengolahan ikan kita selesaikan," sambung dia.
Badan Mutu KKP juga melakukan monitoring mutu hasil perikanan di beberapa kabupaten/kota, di mana sudah ada 25 kabupaten/kota sesuai dengan target. "Kita juga menerbitkan sertifikasi untuk Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) untuk produk perikanan. Dari target 3.000 sertifikat, kita sudah selesaikan 2.986 sertifikat. Sedikit lagi kita bisa sesuai target," urai Ishartini.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono selalu menekankan kualitas atau penjaminan mutu produk perikanan harus dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga produk sampai ke tangan konsumen. Tujuannya melindungi sumber daya hayati ikan agar tetap sehat, bermutu, dan bebas mikroplastik.
Badan Mutu KKP sendiri berperan untuk melindungi konsumen di dalam negeri sekaligus mengangkat martabat produk perikanan Indonesia di kancah dunia.
2 Kontainer Udang
Sementara itu 2 kontainer ekspor udang Indonesia dengan sertifikat bebas radioaktif Cesium-137, dinyatakan lolos dalam pemeriksaan di Amerika Serikat (AS).
"Pada 9 Desember lalu kontainer pertama yang datang dengan sertifikat bebas Cesium-137 atau Cs-137, itu ada dua sudah masuk dan lolos pemeriksaan yang sekarang sudah dirilis," ungkap Ishartini.
Sejak 31 Oktober hingga 10 Desember, sambung Ishartini, ada 640 kontainer ekspor udang bersertifikat bebas Cs-137 ke AS. "Kalau kita lihat kemarin, pada 31 oktober sampai 10 Desember sudah 640 kontainer, itu sudah 100 juta US dollar, itu sudah mengembaikan reputasi udang Indonesia di pasar Amerika," ucap Ishartini.
"Mudah-mudahan nanti 640 kontainer lainnya sudah bisa lancar dan tidak dilakukan lagi pemeriksaan di sana, karena mereka sudah percaya bahwa Indonesia bisa melaksanakannya di sini," katanya.
KKP sudah dipercaya sebagai certifying entity, sehingga produk udang Indonesia yang diekspor ke AS wajib disertai sertifikat bebas Cs-137 yang diterbitkan Badan Mutu KKP.
"Alhamdulillah, mulai 31 Oktober kita sudah bisa kembali mengekspor udang kita ke AS," kata Ishartini. Para pelaku usaha kini sudah bisa mengekspor. "Kalau kita tidak bisa jaga pelaku usaha untuk ekspor, itu di hulunya juga tertekan. Para petambak, para produsen yang memproduksi udang dari tambak akan terkena imbasnya," tukas Ishartini.
Sebagai informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan melepas shipment produk udang yang telah mendapat sertifikasi bebas Cesium 137 ke Amerika Serikat. Ekspor perdana produk udang itu menggunakan sertifikat bebas Cesium 137 yang berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utata pada 31 Oktober lalu. (Arry/Mar)











