- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Pesawat Amfibi Diluncurkan di Sulsel, Menhub: Tingkatkan Konektivitas Wilayah Kepulauan

Keterangan Gambar : Launching Pesawat Amfibi dan Penandatanganan Prasasti Groundbreaking Water Aeodrome di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/8/2025). Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MAKASSAR: Pesawat amfibi (seaplane), moda transportasi alternatif berbasis perairan yang mampu menjangkau daerah terpencil, resmi diluncurkan di Sulawesi Selatan.
Menteri Perhubungan Dudy Puwagandhi menilai, keberadaan pesawat amfibi (seaplane) akan menjadi langkah strategis dalam membuka sekaligus meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah, khususnya wilayah kepulauan.
Hal ini disampaikan Menhub pada acara Pelepasan (launching) Pesawat Amfibi dan Penandatanganan Prasasti Groundbreaking Water Aeodrome di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/8/2025).
Baca Lainnya :
- Manifest Digital: Kolaborasi ASDP, Operator Ferry, dan Regulator Demi Keselamatan Penyeberangan0
- Membangun Asa Ekosistem Pelabuhan dan Logistik Nasional Terintegrasi serta Berdaya Saing Global0
- Macet Panjang di Pelabuhan Ketapang, Kemenhub: Prioritas Keselamatan Pelayaran yang Utama0
- Cegah Calo dan Tertib Manifest, ASDP Wajibkan Penumpang Kapal Reservasi Tiket Online Via Ferizy0
- Jalur Gumitir Sedang Diperbaiki, Kemenhub Pastikan Penyeberangan di Ketapang Tetap Normal0
"Kehadiran seaplane dan infrastruktur waterbase aerodrom ini merupakan langkah strategis dalam membuka dan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah, terutama ke daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau melalui transportasi darat maupun transportasi laut konvensional," ujar Dudy.
Pulau Sulawesi memiliki garis pantai yang panjang dengan sebaran pulau-pulau kecil di sekitarnya, khususnya Sulawesi Selatan. Keindahan akan bentang alam ini luar biasa, tetapi juga menjadi tantangan tersendiri dalam hal konektivitas dan aksesibilitas layanan publik antarwilayah. Di sinilah seaplane hadir, menjawab kebutuhan moda transportasi alternatif berbasis perairan.
Seaplane atau pesawat amfibi merupakan moda transportasi udara yang mampu lepas landas dan mendarat di permukaan air. Sementara, infrastruktur penunjangnya adalah water aerodrome yang menjadi titik sandar dan titik operasional bagi armada pesawat amfibi. Water aerodrome merupakan landasan terbang di air yang dapat mengakomodasi pengoperasian pesawat amfibi.
"Ke depannya, fasilitas ini diharapkan dapat mendukung berbagai sektor, mulai dari transportasi, logistik, pelayanan kesehatan darurat yang lebih cepat bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil, hingga pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah," tutur Menhub.
Menhub Dudy bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman berkesempatan menyaksikan demonstrasi penerbangan pesawat Cessna C172SP Amphibian. Pesawat ini merupakan berkapasitas 4 penumpang yang mampu terbang selama 3 jam. Pesawat ini hanya membutuhkan area sepanjang kurang lebih 700 meter untuk takeoff dan 300 meter untuk melakukan pendaratan atau landing.
Pelatihan pilot untuk pesawat amfibi ini dilakukan bekerja sama dengan Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi yang merupakan lembaga pelatihan pertama di Asia Tenggara dalam hal pelatihan dan pengembangan penerbangan seaplane. Gubernur Sulsel pun berencana untuk mengirimkan putra-putra daerah Sulsel untuk mempelajari operasional seaplane di API Banyuwangi.
Menhub mengatakan, demo flight ini bukan sekadar untuk unjuk kemampuan semata, tapi juga untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan mempersiapkan seluruh kebutuhan sebelum seaplane beroperasi secara komersial.
"Semoga pembangunan dan pengoperasian transportasi perairan ni dapat berjalan lancar, sesuai dengan standar keselamatan dan keberlanjutan yang ada, dan menjadi tonggak baru dalam sejarah transportasi kita, sehingga pada akhirnya akan membawa kemajuan serta kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat," jelas Menhub Dudy.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud; Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Erwin Tarwo; Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Wadan Lantamal VI) Kolonel Laut (P) Nopriadi; Kepala KSOP Makassar Jon Kenedi, Direktur API Banyuwangi Capt. Daniel Dewantoro Rumani, serta sejumlah Bupati di lingkungan Sulawesi Selatan. (Arry/Oryza)











