Penyelundupan 40 Ton Solar di Natuna Digagalkan TNI AL, Modus Angkut Cumi 50 Kg, ABK Pakai Narkoba

By Indonesia Maritime News 25 Feb 2026, 14:38:07 WIB Hukum
Penyelundupan 40 Ton Solar di Natuna Digagalkan TNI AL, Modus Angkut Cumi 50 Kg, ABK Pakai Narkoba

Keterangan Gambar : KRI Silas Papare-386 yang tergabung dalam Guspurla Koarmada I menyergap KM Bintang Sejahtera 10 yang membawa solar ilegal di perairan Laut Natuna, Selasa (24/2/2026). Foto: Dispenal



Indonesiamaritimenews.com (IMN), NATUNA: TNI Angkatan Laut kembali menegakkan hukum di laut. Kali ini KRI Silas Papare-386 yang tergabung dalam Guspurla Koarmada I menyergap KM Bintang Sejahtera 10 yang membawa solar ilegal di perairan Laut Natuna, Selasa (24/2/2026).

Hasil pemeriksaan, kapal yang berlayar dari Muara Angke, Jakarta Utara menuju Perairan Natuna tersebut diawaki oleh 14 orang ABK (Anak Buah Kapal). Kapal itu diketahui mengangkut muatan cumi kurang lebih 500 kilogram, namun  ditemukan juga solar sekitar 40 ton diduga ilegal yang disimpan di dalam palka tanpa dilengkapi dokumen resmi. 

Baca Lainnya :

Dalam siaran resmi TNI AL disebutkan, selain dugaan pelanggaran terkait pengangkutan bahan bakar ilegal, tim pemeriksa juga menemukan indikasi penyalahgunaan psikotropika dan kepemilikan senjata airsoft gun tanpa izin resmi. 

Barang bukti yang ditemukan antara lain 12 bungkus pil yang diduga “pil anjing” (8 bungkus tersegel dan 4 bungkus kosong), 2 kaplet Tramadol (1 tersegel dan 1 telah digunakan), 1 buah bong alat isap, 2 buah korek api, 1 pucuk airsoft gun jenis pistol tanpa surat izin resmi, serta 1 kantong gotri berbahan plastik.
Dari hasil pendalaman awal, 6 orang ABK mengakui telah menggunakan narkotika jenis sabu selama pelayaran dari Jakarta menuju Perairan Natuna.

Selanjutnya, KRI Silas Papare-386 mengawal KM. Bintang Sejahtera 10 menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai untuk proses penyelidikan lebih lanjut terhadap kapal, nahkoda, dan seluruh ABK sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna memastikan penegakan hukum berjalan profesional dan transparan.

Kegiatan ini sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh jajaran TNI AL meningkatkan kewaspadaan, memperkuat patroli, serta bertindak tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum di laut demi menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia. (Arry/oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook