- TNI AL Gelar Kompetisi Menembak Fun Shooting Diikuti 29 Negara, Ini Juaranya
- Apel Saka Bahari 2026, Membentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, Siap Hadapi Disrupsi
- Perkuat Konektivitas Antarpulau, Pelindo dan AMANAIR Jajaki Layanan Seaplane
- KKP Jemput Bola Bantu Urus Izin Usaha Perikanan Tangkap di Kampung Nelayan Merah Putih
- Lanal Lampung Bekali Materi Bela Negara, Tanamkan Displin Siswa SMAN 11 Bandar Lampung
- TPK Koja Pastikan Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Lancar dan Terjaga Saat Pekerja Sampaikan Aspirasi
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
Pendangkalan Laut di Pulau Baai Bikin Konektivitas Terganggu, Polda Bengkulu Kerahkan Bantuan

Keterangan Gambar : Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono bersama mininjau langsung ke lokasi pendangkalan di laut Pulau Baai menggunakan kapal patroli Ditpolairud. Foto: Humas Mabes Polri
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BENGKULU: Jalur transportasi laut dari dan menuju Pulau Enggano, salah satu pulau terluar di Provinsi Bengkulu, mengalami gangguan serius akibat pendangkalan arus laut di sekitar Perairan Pulau Baai.
Kondisi ini telah terdeteksi sejak Januari 2025 dan semakin memburuk pada Maret 2025. Kapal ferry tidak dapat bersandar di pelabuhan seperti biasa.
Akibat pendangkalan tersebut, konektivitas laut menuju Pulau Enggano menjadi terputus.
Baca Lainnya :
- KKP Kembangkan Sistem Pelacakan Hasil Perikanan Berstandar Global0
- Masyarakat Berperan Aktif Berantas Illegal Fishing di Natuna Utara0
- Lulusan Satuan Pendidikan Kelautan dan Perikanan Jangan Takut Nganggur, Ini Strategi KKP0
- KKP Percepat Perizinan Industri Hulu Migas, Ini Tujuannya0
- KKP Tangkap 53 Kapal Ikan Ilegal Fishing, 44 Rumpon Diamankan, Rp1 Triliun Diselamatkan0
Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi logistik dan mobilitas masyarakat Pulau Enggano. Polda Bengkulu melalui Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) bergerak cepat melakukan upaya tanggap darurat di lapangan.
Dalam keterangan resmi Humas Polri disebutkan, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono bersama jajaran telah mininjau langsung ke lokasi pendangkalan menggunakan kapal patroli Ditpolairud. Dalam keterangannya, Kapolda menegaskan bahwa upaya terus dilakukan meski terbatasnya sarana menjadi tantangan tersendiri.
“Kami dari Polda Bengkulu tetap berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam situasi sulit seperti ini. Meski keterbatasan kapal operasional menjadi kendala, Ditpolairud terus melakukan pelansiran logistik dan penumpang secara terbatas demi memastikan Enggano tidak terisolasi total,” ujar Irjen Pol. Mardiyono dalam keterangan tertulis, Selasa (24/6/2025).
Ditpolairud Polda Bengkulu saat ini belum memiliki kapal patroli type B yang ideal untuk pelayaran menuju wilayah perairan terbuka seperti Enggano. Meski demikian, beberapa langkah strategis telah diambil, antara lain:
1. Koordinasi intensif dengan seluruh unsur maritim di wilayah Bengkulu;
2. Penggunaan kapal patroli Ditpolairud untuk pelansiran penumpang dan barang menuju Kapal Ferry Pulo Telo;
3. Imbauan kepada kapal nelayan agar tidak membawa penumpang demi keselamatan;
4. Pengawasan terhadap kapal pembawa sembako untuk menjamin distribusi logistik tetap aman dan tertib.
Kapolda menambahkan, keselamatan masyarakat dan keberlangsungan distribusi logistik ke Enggano menjadi perhatian utama. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pelayaran mandiri tanpa izin resmi. Polda Bengkulu bersama mitra maritim lainnya terus bekerja keras agar distribusi kebutuhan pokok ke Enggano tetap berjalan dengan baik,” tandasnya.
Polda Bengkulu juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang terhadap permasalahan pendangkalan ini, termasuk upaya pengerukan atau revitalisasi jalur pelayaran agar konektivitas laut kembali normal. (Bow/Oryza)











