- Bawa 1,3 Ton Narkoba, Kapal Berbendera Tanzania MV King Sun Disergap KRI Kerambit-627
- Wuiih.. Lele Bandung Mendunia, Tembus Pasar Taiwan
- Pembangunan Kapal Selam Scorpene Evolved Dimulai, Kasal Pimpin Pemotongan Baja Pertama
- Sistem Pemantauan & Ketertelusuran Perikanan Tuna Diperkuat, KKP Terapkan Mekanisme Berlapis
- Sujud Syukur, Operasi Terintegrasi TNI 2026 di Dabo Singkep Lancar dan Sukses
- Latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026, Dankodaeral IV Dampingi Menhan RI, Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan
- Rudal Kapal Perang TNI, Drone Kamikaze dan Pesawat Tempur Getarkan Laut Dabo Singkep
- Jelang Latihan di Laut Dabo Singkep, TNI AL Bermunajat Salat Hajat dan Santuni Anak Yatim
- Diklat Rampung, KKP Pastikan Ribuan SDM Siap Terjun Kelola Kampung Nelayan Merah Putih
- PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal
Pembangunan Kapal Selam Scorpene Evolved Dimulai, Kasal Pimpin Pemotongan Baja Pertama
Perdana Diproduksi Dalam Negeri

Keterangan Gambar : Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin pelaksanaan First Steel Cutting Scorpene Republik Indonesia di Workshop Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Permukaan PT PAL Indonesia, Surabaya, Jumat (7/8/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SIRABAYA: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin pelaksanaan First Steel Cutting Scorpene Republik Indonesia di Workshop Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Permukaan PT PAL Indonesia, Surabaya, Jumat (7/8/2026).
Prosesi tersebut menandai dimulainya pembangunan fisik kapal selam Scorpene Evolved pertama yang diproduksi di dalam negeri, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan kemampuan tempur TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Sebagai simbol dimulainya proses pembangunan kapal selam, Kasal menekan tombol mesin CNC yang menandai pemotongan baja pertama (First Steel Cutting). Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan First Steel Cutting Protocol of Scorpene Republik Indonesia oleh Kementerian Pertahanan RI, PT PAL Indonesia, dan Naval Group yang disaksikan langsung oleh Kasal. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan siluet kapal selam Scorpene Republik Indonesia serta penyerahan siluet dari PT PAL Indonesia kepada Kasal.
Baca Lainnya :
- Sujud Syukur, Operasi Terintegrasi TNI 2026 di Dabo Singkep Lancar dan Sukses0
- Latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026, Dankodaeral IV Dampingi Menhan RI, Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan0
- Rudal Kapal Perang TNI, Drone Kamikaze dan Pesawat Tempur Getarkan Laut Dabo Singkep0
- Lomba Agustusan Keluarga Besar Kolinlamil, Seru dan Gelak Tawa0
- KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Sukses Dukung Pelayaran 3MD0
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam sambutannya menegaskan, pelaksanaan First Steel Cutting merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan maritim Indonesia. Pembangunan kapal selam Scorpene Evolved di dalam negeri menjadi bukti nyata peningkatan kapasitas industri strategis nasional melalui alih teknologi dan penguasaan kemampuan manufaktur kapal selam modern.
Pembangunan kapal selam Scorpene Evolved ini ditargetkan selesai dalam waktu 96 bulan atau sekitar 8 tahun, dikerjakan oleh putra-putri terbaik bangsa Indonesia dengan dengan dukungan transfer teknologi dari Naval Group Prancis.
Kapal selam Scorpene Evolved merupakan kapal selam generasi terbaru yang mengusung teknologi siluman (stealth), dilengkapi sistem sensor modern, persenjataan canggih, serta memiliki daya tahan operasi yang tinggi. Kemampuan tersebut menjadikan Scorpene Evolved sebagai salah satu aset strategis yang akan memperkuat daya gentar dan kesiapan operasional TNI AL dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pelaksanaan First Steel Cutting Scorpene Republik Indonesia menjadi momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan maritim, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI AL, industri pertahanan nasional, dan mitra strategis internasional guna mendukung terwujudnya kekuatan pertahanan laut yang modern, tangguh, dan berdaya saing global. (Arry/oryza)











