- Kapasitas Pelabuhan Naik, Harus Diimbangi Penguatan Ekosistem Logistik Darat
- PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata Masyarakat Adat di Pulau Kapota
- Asian Games 2026, Atlet TNI AL Berjaya Sumbang 2 Medali
- Innalillahi... Maestro Seni-Politisi Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
- Penyelam TNI AL Kembali Temukan 5 Jenazah di Lambung KMP Virgo Transport-8
- KKP Gandeng Kemenkop, BP BUMN dan Kemenkeu Kelola Kampung Nelayan Merah Putih
- Gandeng Tiongkok, KKP Genjot Produksi Perikanan Tangkap Dalam Negeri
- Kemenhub Kirim KN Kunyit Angkut Reefer Container Penyimpan Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam TNI AL Temukan 14 Jenazah di Bangkai KMP Virgo Transport 8
- Apresiasi Pengabdian Merah Putih Kodaeral IV, TNI AL Raih Dua Penghargaan dari Pemprov Kepri
Rudal Kapal Perang TNI, Drone Kamikaze dan Pesawat Tempur Getarkan Laut Dabo Singkep
Siap Amankan Kedaulatan NKRI

Keterangan Gambar : Kekuatan militer Indonesia dari tiga matra yakni TNI AL, Angkatan Darat dan Angkatan Udara menunjukkan kemampuan tempur dan kesiapan menjaga NKRI dengan menggelar latihan Operasi Terintegrasi TNI di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KEPRI: Kesiapan dan kekuatan tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Matra Laut, Darat dan Udara menggetarkan Laut Dago Singkep, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (5/8/2026).
Tentara Nasional Indonesia menggelar skenario Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Daerah Latihan TNI AL Dabo Singkep, Kepulauan Riau dengan menampilkan kemampuan tempur Perisai Trisula Nusantara dari Matra Darat, Laut dan Udara.
Dalam simulasi tersebut, berbagai Alutsista dikerahkan, termasuk drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, serta penembakan rudal C-705 dari KRI Sampari-628. Latihan ini dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan dari tiga matra.
Baca Lainnya :
- Lomba Agustusan Keluarga Besar Kolinlamil, Seru dan Gelak Tawa0
- KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Sukses Dukung Pelayaran 3MD0
- Kunjungan Hangat Komandan KRI -GNR 332 ke Pejabat Pemerintah dan Militer di Yokosuka Jepang0
- Modus Keramba Apung, Penyelundupan 1,6 Ton Pasir Timah Digagalkan TNI AL0
- Dankodaeral IV Tegaskan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Harus Jadi Agen Perubahan0
Latihan terintegrasi ini menggabungkan teknologi dan strategi peperangan di era modern menampilkan kekuatan tempur militer Indonesia. Kapal perang dan pesawat tempur, ranjau serta pasukan khusus yang dikerahkan dalam latihan ini menunjukkan kekuatan pertahanan militer Indonesia sekaligus kesiapan tempur.
Operasi diawali dengan pertahanan udara dari TNI AU yang mengerahkan pesawat tempur terbaru Rafale dan F-16 dengan muatan bom MK-82, kemudian dilanjutkan Operasi Khusus Matra Udara dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Dari segi laut, TNI AL mengerahkan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991 dengan sasaran di laut dilanjutkan dengan operasi peranjauan, serta infiltrasi pasukan khusus yang juga melaksanakan sabotase kabel bawah air oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska). Latihan ini juga melibatkan peperangan siber yang salah satunya diasumsikan pelumpuhan terhadap instalasi listrik musuh.
Setelah daerah musuh dipastikan lumpuh dari serangan siber, maka peluru kendali C-705 yang ada di KRI ditembakkan dengan sasaran musuh di darat sehingga fasilitas musuh lumpuh. Tidak hanya rudal, TNI juga menembakkan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331 serta tembakan Multi Launcher Rocket System (MLRS) dari Korps Marinir.
Selain unsur udara dan laut, operasi juga didukung oleh pasukan Lintas Udara (Linud) TNI AD juga melaksanakan penerjunan tempur dari Pesawat Hercules C-130. TNI AD juga mengerahkan intai drone tempur serta pasukan Artileri Medan. Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan operasi gabungan dalam menghadapi ancaman modern.
Siap Amankan NKRI
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa berdasarkan laporan Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TNI telah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan dalam menjalankan tugas menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, kemampuan yang ditampilkan dalam latihan ini menjadi bukti nyata meningkatnya kesiapan tempur TNI, baik dari aspek alutsista, kualitas prajurit, maupun dukungan amunisi.
Menhan juga menegaskan bahwa revitalisasi pertahanan negara pada tahun 2026 mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Berbagai kemampuan tempur yang diperagakan dalam latihan, termasuk penggunaan produk industri pertahanan dalam negeri, menjadi bukti bahwa Indonesia terus memperkuat kemandirian pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal dalam menghadapi berbagai ancaman.
Operasi TNI Terintegrasi 2026 menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalisme prajurit melalui latihan yang mengintegrasikan berbagai sistem persenjataan dan teknologi terkini. Materi latihan menitikberatkan pada kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi, serta efektivitas pelaksanaan operasi gabungan sesuai skenario yang telah direncanakan. (Arry/Mar)











