- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Pulau Damer: Kas Keliling, Edukasi Kebangsaan dan Bakti Kesehatan
- TNI AL Gelar Kompetisi Menembak Fun Shooting Diikuti 29 Negara, Ini Juaranya
- Apel Saka Bahari 2026, Membentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, Siap Hadapi Disrupsi
- Perkuat Konektivitas Antarpulau, Pelindo dan AMANAIR Jajaki Layanan Seaplane
- KKP Jemput Bola Bantu Urus Izin Usaha Perikanan Tangkap di Kampung Nelayan Merah Putih
- Lanal Lampung Bekali Materi Bela Negara, Tanamkan Displin Siswa SMAN 11 Bandar Lampung
- TPK Koja Pastikan Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Lancar dan Terjaga Saat Pekerja Sampaikan Aspirasi
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
Pelindo Solusi Logistik Gandeng BUMD Aceh Garap Potensi Bisnis di Pelabuhan Kuala Langsa

Keterangan Gambar : PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo, menggandeng BUMD Aceh menggarap potensi Bisnis di Pelabuhabn Kuala Langsa
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo, menggandeng BUMD Aceh menggarap potensi Bisnis di Pelabuhabn Kuala Langsa bahagian upaya eksplorasi Bisnis perusahaan.
Melalui salah satu Anak Perusahaan PT Prima Indonesia Logistik atau PT PIL, SPSL bersinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah Aceh (BUMD/BUMA) yakni PT Pembangunan Aceh (PEMA) dalam pelaksanaan kerjasama pemanfaatan lapangan penumpukan di Pelabuhan Kuala Langsa,” kata Direktur Utama SPSL, Joko Noerhudha dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2023).
Kerjasama pemanfaatan lapangan penumpukan tersebut dengan luas lahan sebesar 2.938 m2 sebagai stockpile cargo sulfur. Estimasinya realisasi volume cargo sulfur tahun 2023 adalah sebesar lebih kurang 8000 sampai dengan 9000 MT, dengan estimasi shipment 3 sampai dengan 4 kali dan diperkirakan akan meningkat pada tahun 2024 menjadi lebih kurang 10.000 MT.
Baca Lainnya :
- RUP Pelindo dan HPI, TPK Koja Bukukan Laba Rp 151,96 M Naik 23,19% dari Target Anggaran 20220
- Operasional Aman & Selamat, Pelindo Multi Terminal Sosialisasikan Awareness K3 ke TKBM 0
- Menunggu Investigasi Komnas HAM, Masalah SP Koja Belum Mengarah Solusi0
- Suasana Haru, SP TPK Koja Lepas 5 Pensiunan,Farudi: Terimakasih Dukungan Moril Selama ini0
- Pelabuhan Hadapi Persaingan Global, ini Kunci yang Harus Dilakukan0
PT PIL memahami keinginan pengguna jasa dalam hal ini PT PEMA untuk memanfaatkan lapangan penumpukan terbuka sebagai stockpile penumpukan cargo sulfur. Kedepan PT PIL juga akan melakukan kolaborasi dengan Pelindo Regional I Lhokseumawe untuk mengoptimalkan aset lainnya yang ada di wilayah kerja Pelindo Regional I Lhokseumawe.Hal ini untuk mendorong integrasi ekosistem dan efisiensi rantai logistik.
Ini sejalan dengan roadmap perusahaan tahun 2023-2024 yakni: ekspansi ekosistem yang ditopang melalui komponen-komponen pendukung meliputi penguatan struktur organisasi & kemampuan keuangan, standarisasi dan sistemisasi layanan logistik, strategic partnership & commercial excellence dan hinterland development & ecosystem connectivity.
Direktur Utama SPSL, Joko Noerhudha mengatakan menginjak tahun kedua pasca merger Pelindo, SPSL terus melakukan upaya menciptakan value creation serta berkomitmen untuk terus memberikan service excellence.
Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2023 mencapai Rp5.071,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 Rp2.961,2 triliun.
Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 tumbuh sebesar 5,03 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,68 persen.
“Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan potensi kegiatan ekspor serta terciptanya efisiensi rantai pasok produk-produk nasional khususnya di wilayah Aceh, sehingga ke depan dapat meningkatkan pertumbuhan perdagangan dan perekonomian,” tutup Joko Noerhudha. (Arry/Oryza)











