- Operasi Ketupat dan Arus Mudik Lebaran 2026 Sukses, ASDP dan Korlantas Polri Perkuat Kolaborasi
- Pasukan Katak TNI AL Siaga Objek Vital, Antisipasi Serangan Pembajak Pesawat
- TNI AL dan Royal Australian Navy Gelar MOWG 2026, Perkuat Kerjasama Operasi dan Latihan Maritim
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bersama KRI Dorang-874: BI dan TNI AL Sasar Pulau 3T di Maluku
- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik
- Standar Kesehatan Pelaut Ditingkatkan, Kemenhub Perkuat Kompetensi Dokter Pemeriksa
Pagelaran Wayang Orang Pandawa Boyong, TNI AL Kembali Raih Penghargaan MURI

Keterangan Gambar : TNI Angkatan Laut (AL) kembali mencatatkan sejarah dengan meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Prestasi ini diraih berkat penyelenggaraan pagelaran Wayang Orang dengan lakon “Pandawa Boyong”.Foto: Dispen AL
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA: TNI Angkatan Laut (AL) kembali mencatatkan sejarah dengan meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Prestasi ini diraih berkat penyelenggaraan pagelaran Wayang Orang dengan lakon “Pandawa Boyong” dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Minggu (15/01) lalu.
Penggagas sekaligus pendiri MURI, Jaya Suprana menngatakan rekor ini semula dicanangkan sebagai rekor Indonesia. Tetapi setelah menyaksikan dahsyatnya pagelaran tersebut, MURI memutuskan bahwa ini bukan sekedar rekor Indonesia, ini adalah rekor dunia. “Mustahil ini bisa diselenggarakan tanpa TNI AL, oleh karena itu rekor dunia atas penyelenggaraan pagelaran Wayang Pandowo Boyong dianugerahkan kepada TNI Angkatan Laut," ujarnya.
MURI menganugerahkan penghargaan rekor dunia ini langsung kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai pemrakarsa penyelenggaraan Wayang Orang Pandawa Boyong dengan Pemeran Utama Panglima TNI.
Baca Lainnya :
- Bus Air KMP Jurung-Jurung dan KMP Asa-Asa Bawa Wisatawan Nikmati Danau Toba0
- Penuhi Standar PBB, KRI Frans Kasiepo-368 Peroleh Apresiasi COE di Lebanon0
- Dukung Destinasi Wisata, Transportasi Laut dan Udara di Bali Terus Ditingkatkan0
- Rakornas Gubernur Se-Indonesia, Menhub: Pemda Berperan Penting Bangun Infrastruktur Transportasi0
- Panglima TNI: Prajurit Harus Membawa Manfaat Bagi Masyarakat0
Selain itu MURI juga menganugerahkan rekor pemeran utama pagelaran Wayang Perang Kolosal Pandawa Boyong kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.
Baca juga: Luar Biasa! Gelaran Wayang Orang Pandawa Boyong Dapat Apresiasi UNESCO
9 PENGHARGAAN
Sebelumnya, TNI AL telah mencatatkan 9 penghargaan dari MURI. Rekor ini diraih dari kegiatan: penyelenggaraan kegiatan penanaman mangrove di lokasi terbanyak seluruh Indonesia, pengibaran bendera di bawah air di 77 titik seluruh Indonesia, donor darah di atas kapal perang terbanyak, khitanan massal di atas kapal perang terbanyak, pembersihan plak dan karang gigi dengan jumlah dan lokasi terbanyak, pencanangan Gerakan Nasional Laut Bersih dengan melaksanakan bersih-bersih laut serentak, pencanangan penanaman sorgum nasional serentak di 77 lokasi di seluruh Indonesia, Fun Run 7,7 km yang digelar di seluruh Indonesia serta water trappen di 77 lokasi di seluruh Indonesia.
Seperti yang telah diketahui, Pagelaran Wayang Orang ini merupakan inisiasi dari Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono saat masih menjabat sebagai Kasal, dimana Lakon Pandawa Boyong menceritakan tentang lima orang ksatria bersaudara boyongan (pindah) dari Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura.
Kepindahan itu untuk memerdekakan diri dari kekuasaan Kurawa, mereka harus berperang melawan Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar karena utusan Pendawa untuk berdiplomasi mengalami kegagalan. Kurawa dilengkapi dengan persenjataan lebih banyak, namun berkat kesungguhan yang didasarkan niat baik, Pandawa dapat memenangkan perang itu.
LESTARIKAN BUDAYA
Sesaat sebelum pelaksanaan pementasan Kasal menyampaikan dihadapan media bahwa dengan pagelaran wayang orang ini selain dalam rangka memperingati hari Dharma Samudera juga untuk melestarikan budaya nusantara dan mempelajari sifat-sifat kepemimpinan para tokoh wayang tersebut.
“Pagelaran ini selain dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera, juga untuk menunjukkan bahwa perjuangan harus terus dilakukan, salah satunya dengan melestarikan budaya dan mempelajari nilai-nilai kepemimpinanan dari tokoh-tokoh pewayangan, yang dapat diterapkan oleh para prajurit TNI AL,” ujar Kasal.
Pagelaran budaya ini merupakan kolaborasi TNI AL dengan Laskar Indonesia Pusaka (LIP) yang dan grup wayang orang Bharata. Pagelaran inj melibatkan petinggi Mabes TNI, TNI AL, TNI AD, TNI AU, POLRI dan 450 prajurit TNI AL.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono berperan sebagai tokoh Bima Sena, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Prabu Puntadewa, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai Batara Baruna, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Batara Brama, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai Eyang dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Vero Yudo Margono sebagai Dewi Nagagini. (Arry/ Oryza)











