- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
Operasi Kemanusiaan di Daerah Bencana, TNI AL Kerahkan Rumah Sakit Lapangan dan Tim Medis
Pray For Sumatera

Keterangan Gambar : TNI Angkatan Laut mengerahkan tim medis lengkap dengan fasilitas kesehatan dan Rumah Sakit Lapangan ke lokasi bencana banjir di Sumatera. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI Angkatan Laut mengerahkan tim medis lengkap dengan fasilitas kesehatan dan Rumah Sakit Lapangan ke lokasi bencana banjir di Sumatera.
Fokus TNI AL pada misi ini adalah pengerahan dua Kapal Rumah Sakit, yakni KRI dr. Soeharso-990 dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Kedua kapal tersebut membawa tenaga medis, fasilitas penanganan gawat darurat, hingga sarana pendukung evakuasi korban.
Dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (30/112025), kedua kapal rumah sakit tersebut bergerak menuju daerah terdampak bencana di Sumatera.
Baca Lainnya :
- Koarmada I Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Aceh0
- Banjir dan Longsor di Sumut, Sumbar dan Aceh: 442 Warga Meninggal, 402 Hilang0
- Kasal Lepas Keberangkatan Kapal Perang Bawa Bantuan Medis dan Logistik0
- Polri Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumut0
- Operasi Kemanusiaan Bencana Banjir, TNI AL Kerahkan Kekuatan Besar, 6 Kapal Perang Diturunkan0
Sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) diberangkatkan membawa bantuan kemanusiaan, logistik, serta tim medis untuk memperkuat upaya penanganan darurat di daerah terdampak.
Dalam operasi kemanusiaan berskala besar ini, TNI AL mengerahkan beberapa unsur kapal yakni:
- KRI dr. Soeharso-990 (SHS) dari Jakarta menuju Langsa
- KRI Teluk Gilimanuk-531 (TGK) dari Jakarta menuju Lhokseumawe
- KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (RJW) dari Surabaya menuju Sibolga
- KRI Semarang-594 (SMR) dari Jakarta menuju Nias, serta
- KRI Sutedi Senaputra-378 (SSA) yang telah berada di Belawan dan bergerak menuju Langsa.
Seluruh unsur bergerak serentak pada 30 November untuk mempercepat penanganan di titik-titik krisis. Fokus TNI AL pada misi ini adalah pengerahan dua Kapal Rumah Sakit, yakni KRI dr. Soeharso-990 dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Kedua kapal tersebut membawa tenaga medis, fasilitas penanganan gawat darurat, hingga sarana pendukung evakuasi korban.
KRI dr. Soeharso-990 mengangkut 9 personel medis KRI serta 80 prajurit Batalyon Kesehatan (Yonkes) Marinir yang membawa satu set Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) lengkap dengan tenda, velbed, dan ambulans.
Sementara itu, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 membawa 11 personel medis, berbagai perangkat kesehatan, ambulans, serta pasokan tabung oksigen untuk menunjang operasi penyelamatan di darat.
Seluruh unsur KRI juga memuat bantuan logistik yang meliputi bahan makanan, minuman, pakaian, obat-obatan, hingga tabung oksigen. Proses embarkasi logistik dikoordinasikan oleh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, II, dan III guna memastikan distribusi yang cepat dan tepat sasaran.
Pasukan Penyelamat
Selain unsur kapal dan logistik, operasi ini turut diperkuat oleh pasukan penyelamat serta kemampuan udara. TNI AL mengerahkan gabungan tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) untuk melaksanakan pencarian dan evakuasi di area terdampak bencana.
Di udara, lima helikopter TNI AL akan di-onboard-kan ke unsur KRI yang dikerahkan. Helikopter-helikopter ini bertugas melakukan pengintaian udara, evakuasi cepat, serta mengirimkan bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.
Sebagai langkah antisipatif, TNI AL juga menyiapkan pengerahan pasukan tambahan melalui personel dan material dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) di masing-masing Kodaeral, guna memperkuat operasi kemanusiaan secara berkelanjutan.
TNI AL menegaskan komitmennya untuk hadir cepat di tengah masyarakat yang membutuhkan, serta memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara efektif di seluruh wilayah terdampak bencana. (Arry/Mar)











