- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
- Pasar Meluas, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand
- Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja di Sukabumi, Paket Vokasi 1.600 Calon Peserta
Banjir dan Longsor di Sumut, Sumbar dan Aceh: 442 Warga Meninggal, 402 Hilang
Pray For Sumatera

Keterangan Gambar : Banjir bandang menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Foto: BNPB
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, data sementara korban banjir di Sumatera hingga Minggu (30/11/2025) total 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih hilang.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, data tersebut merupakan akumulasi dari tiga provinsibyakni Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
“Per hari ini Aceh, Aceh korban jiwa jadi 96 dan 75 hilang ya,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu (30/11/2025) malam. Korban berasal dari 11 kabupaten/kota di Aceh dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana.
Baca Lainnya :
- Kasal Lepas Keberangkatan Kapal Perang Bawa Bantuan Medis dan Logistik0
- Polri Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumut0
- Operasi Kemanusiaan Bencana Banjir, TNI AL Kerahkan Kekuatan Besar, 6 Kapal Perang Diturunkan0
- Bakti Prajurit Jalasena di Tengah Bencana0
- Percepatan Penanganan Bencana di Sumatera, Pemerintah Kirim 11 Helikopter0
Sumatera Utara menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 217 jiwa dengan 209 masih hilang. Dijelaskan Suharyanto, korban banyak ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Jumlah pengungsi juga bertambah menjadi puluhan ribu jiwa, karena warga mulai berpindah dari pengungsian mandiri ke titik-titik pengungsian resmi yang fasilitasnya lebih terjamin.
Sedangkan di Sumatera Barat, korban meninggal bertambah menjadi 129 jiwa dan 118 warga masih hilang. "Sumatera Barat itu dibandingkan Sumatera Utara dan Aceh, sekarang sudah lebih pulih, sudah lebih pulih di hari ketiga ini. Apalagi sekarang sudah tidak ada hujan ya,” jelas Suharyanto.
Di Sumatera Barat, Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 87 warga meninggal dan 76 warga masih hilang. Proses pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung di seluruh daerah terdampak. Distribusi logistik juga terus dilakukan dengan berbagai skema.
Berdasarkan data BNPB, sebanyak 77.988 warga mengungsi selama bencana terjadi di Sumatera Barat. Namun di hari ketiga pasca-bencana Namun, sebagian warga mulai kembali ke rumah.
Wilayah kabupaten/kota terdampak yang masih menjadi perhatian utama, yakni Agam, Solok, dan Pesisir Selatan karena kerusakan infrastrukturnya cukup parah seperti jalan rusak dsn jembatn putus. (Bow/Oryza)











