- Tok! Pemerintah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada 21 Maret 2026, Muhammadiyah Lebaran Lebih Dulu
- Pantau Arus Mudik Lebaran 2026, Kapal TNI AL Patroli Pengamanan di Selat Bali
- Warga Menteng Ternyata Tak Semua Kaya, Kasal dan Menteri PKP Bagikan Sembako
- Mudik Naik Kapal Perang TNI AL, 1.447 Pemudik Tiba di Semarang
- Pelajaran dari Industrialisasi Pertahanan Iran: Model Kemandirian Terpaksa
- H-4 Lebaran, 6 Juta Pemudik Pulkam Naik Angkutan Umum
- Pantau Puncak Arus Mudik Kapal PELNI, WamenPANRB dan Wamenhub Kunjungi KM Labobar Hingga ke Anjungan Kapal
- Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Menhub: Puncak Mudik Lebaran 2026 Kondusif dan Lancar
- Asyiknya Mudik Lebaran ke Bangka Belitung Naik Kapal Perang TNI AL, Dijamu Buka Puasa dan Sahur
- Mudik Asyik, 4.000 Pemudik Ceria Pulkam Naik Bus Gratis dari Pelindo Terminal Petikemas
Banjir dan Longsor di Sumut, Sumbar dan Aceh: 442 Warga Meninggal, 402 Hilang
Pray For Sumatera

Keterangan Gambar : Banjir bandang menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Foto: BNPB
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, data sementara korban banjir di Sumatera hingga Minggu (30/11/2025) total 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih hilang.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, data tersebut merupakan akumulasi dari tiga provinsibyakni Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
“Per hari ini Aceh, Aceh korban jiwa jadi 96 dan 75 hilang ya,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu (30/11/2025) malam. Korban berasal dari 11 kabupaten/kota di Aceh dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana.
Baca Lainnya :
- Kasal Lepas Keberangkatan Kapal Perang Bawa Bantuan Medis dan Logistik0
- Polri Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumut0
- Operasi Kemanusiaan Bencana Banjir, TNI AL Kerahkan Kekuatan Besar, 6 Kapal Perang Diturunkan0
- Bakti Prajurit Jalasena di Tengah Bencana0
- Percepatan Penanganan Bencana di Sumatera, Pemerintah Kirim 11 Helikopter0
Sumatera Utara menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 217 jiwa dengan 209 masih hilang. Dijelaskan Suharyanto, korban banyak ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Jumlah pengungsi juga bertambah menjadi puluhan ribu jiwa, karena warga mulai berpindah dari pengungsian mandiri ke titik-titik pengungsian resmi yang fasilitasnya lebih terjamin.
Sedangkan di Sumatera Barat, korban meninggal bertambah menjadi 129 jiwa dan 118 warga masih hilang. "Sumatera Barat itu dibandingkan Sumatera Utara dan Aceh, sekarang sudah lebih pulih, sudah lebih pulih di hari ketiga ini. Apalagi sekarang sudah tidak ada hujan ya,” jelas Suharyanto.
Di Sumatera Barat, Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 87 warga meninggal dan 76 warga masih hilang. Proses pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung di seluruh daerah terdampak. Distribusi logistik juga terus dilakukan dengan berbagai skema.
Berdasarkan data BNPB, sebanyak 77.988 warga mengungsi selama bencana terjadi di Sumatera Barat. Namun di hari ketiga pasca-bencana Namun, sebagian warga mulai kembali ke rumah.
Wilayah kabupaten/kota terdampak yang masih menjadi perhatian utama, yakni Agam, Solok, dan Pesisir Selatan karena kerusakan infrastrukturnya cukup parah seperti jalan rusak dsn jembatn putus. (Bow/Oryza)











