- Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal
- Penyelundupan 30.789 Ekor Benih Bening Lobster Digagalkan di Bandara Juanda, Pelaku Kabur
- Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Menggeliat, Sudah Pasarkan 273 Ton Ikan
- Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran, Safety Training di Atas Kapal PELNI
- Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 2 Angkatan II Mulai Dibuka, Ini Syaratnya
- Patah Tulang Dioperasi di KRI dr. Soeharso, Petani Korban Gempa NTT Kini Punya Secercah Harapan
- Update Data Gempa Bumi di NTT: 87 Meninggal Dunia, 150.576 Jiwa Mengungsi
- Cetak Atlet Layar Berprestasi Dunia, Komitmen TNI AL Majukan Olahraga Air
- Bak Oase di Tengah Gurun, Rumah Sakit Apung KRI dr.Soeharso-990 Dinanti Korban Gempa NTT
- Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 Sandar di Manggarai, Layani Warga Korban Gempa NTT
Banjir dan Longsor di Sumut, Sumbar dan Aceh: 442 Warga Meninggal, 402 Hilang
Pray For Sumatera

Keterangan Gambar : Banjir bandang menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Foto: BNPB
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, data sementara korban banjir di Sumatera hingga Minggu (30/11/2025) total 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih hilang.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, data tersebut merupakan akumulasi dari tiga provinsibyakni Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
“Per hari ini Aceh, Aceh korban jiwa jadi 96 dan 75 hilang ya,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu (30/11/2025) malam. Korban berasal dari 11 kabupaten/kota di Aceh dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana.
Baca Lainnya :
- Kasal Lepas Keberangkatan Kapal Perang Bawa Bantuan Medis dan Logistik0
- Polri Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumut0
- Operasi Kemanusiaan Bencana Banjir, TNI AL Kerahkan Kekuatan Besar, 6 Kapal Perang Diturunkan0
- Bakti Prajurit Jalasena di Tengah Bencana0
- Percepatan Penanganan Bencana di Sumatera, Pemerintah Kirim 11 Helikopter0
Sumatera Utara menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 217 jiwa dengan 209 masih hilang. Dijelaskan Suharyanto, korban banyak ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Jumlah pengungsi juga bertambah menjadi puluhan ribu jiwa, karena warga mulai berpindah dari pengungsian mandiri ke titik-titik pengungsian resmi yang fasilitasnya lebih terjamin.
Sedangkan di Sumatera Barat, korban meninggal bertambah menjadi 129 jiwa dan 118 warga masih hilang. "Sumatera Barat itu dibandingkan Sumatera Utara dan Aceh, sekarang sudah lebih pulih, sudah lebih pulih di hari ketiga ini. Apalagi sekarang sudah tidak ada hujan ya,” jelas Suharyanto.
Di Sumatera Barat, Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 87 warga meninggal dan 76 warga masih hilang. Proses pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung di seluruh daerah terdampak. Distribusi logistik juga terus dilakukan dengan berbagai skema.
Berdasarkan data BNPB, sebanyak 77.988 warga mengungsi selama bencana terjadi di Sumatera Barat. Namun di hari ketiga pasca-bencana Namun, sebagian warga mulai kembali ke rumah.
Wilayah kabupaten/kota terdampak yang masih menjadi perhatian utama, yakni Agam, Solok, dan Pesisir Selatan karena kerusakan infrastrukturnya cukup parah seperti jalan rusak dsn jembatn putus. (Bow/Oryza)











