- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
- Latma DIVEX 2026, Pasukan Katak TNI AL dan Republic of Korea Navy Asah Kemampuan Operasi Bawah Air
- KRI Hiu-634 Angkut Bantuan Kejati NTT, Disalurkan ke Maumere dan Reo
- BKPRMI Jakarta Gelar Pelatihan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah di Pulau Pramuka
- KRI Selar-879 TNI AL dan Philippine Navy Siaga Jaga Perbatasan Indonesia dan Filipina
- Update Gempa di NTT, Korban Meninggal Dunia 111 Orang, 21.552 Warga Masih Mengungsi
- Dorong Koperasi Nelayan Merah Putih Kembangkan Usaha Berbasis Data, KKP Gandeng ASPPENDO
Ngeri! Longsor di Natuna Menimbun Satu Kampung, 15 Warga Tewas 47 Orang Hilang

Keterangan Gambar : Longsor di Natuna menimbun sebuah kampung. Foto: BNPB Natuna
Baca Lainnya :
- Kowal Kolinlamil Bahu Membahu Bantu Pengungsi Terdampak Kebakaran Depo Plumpang0
- Keren! TNI AL Bangun Dua Kapal Tunda Buatan Dalam Negeri0
- Aspal Mentah Kapal MT AASHI Cemari Laut Nias, KKP Hitung Kerugian Negara0
- Tahun ini 123,8 Juta Orang Mudik Lebaran, Terbanyak dari Jawa0
- Ahli Kepelabuhanan: Pemindahan Depo Pertamina ke Area Pelindo Harus Dikaji Mendalam 0
Indonesiamaritimenews.com (IMN) JAKARTA: Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Tercatat 15 warga tewas dan 47 orang hilang. Tanah longsor juga menimbun satu kampung di Kecamatan Serasan.
Bencana alam tersebut terjadi pada Senin (6/3/2023) sekitar pukul 11:00 saat hujan deras. Longsor yang terjadi juga menimbun sebuah kampung di wilayah Serasan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna, Patli Muhamad mengatakan ada 47 orang dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut serta 27 rumah tertimbun.
Adapun 47 warga yang hilang yaitu:
1. Hasmarullah
2. Hazalina
3. Fani
4. Khalisa (anak)
5. Zaimah (lansia)
6. Abdillah
7. Hermandi
8. Eva Lestari
9. Juhaima
10. Susan
11. Said Iswandi
12. Zaki (anak)
13. Usman
14. Dahlia
15. Ogi Manda
16. Asmarawati (lansia)
17. Sahlia/Kak Salus (lansia)
18. Muslimin (Lansia) 19. Suniman (lansia)
20. Yunda (eemaja)
21. Faris (anak)
22. Zafa (anak)
23. Ayra Marzia (balita)
24. Wawan Setiawan (kades)
25. Amrizal
26. Bebenza
27. Ken Wahyu Ratri
28. Baim (Balita)
29. Eran
30. Padli
31. Diva (anak)
32. U. Ya'ali (catatan)
33. Haryuni
34. Ikhsan
35. Bahtiar (lansia)
36. Janati (Lansia)
37. Murni AB
38.Masriati/i'i
39. Uciana
40. Esha Syifa (anak-anak)
41. M. Al Syafiq (anak)
42. Qisya Adelia (anak)
43. Liza/Dedek
44. Juwita
45. Melvi (anak)
46.Erma
47. Delta Yuharni.
WARGA MENGUNGSI
Menurut Patli, jumlah warga yang mengungsi ada1.216 orang yang tersebar di beberapa tempat.
"219 Orang mengungsi di PLBN, 215 mengungsi di puskesmas, 500 orang di pelimpak dan masjid Al-furqon, dan 282 orang di pengungsian SMA 1 Serasan," kata Patli.
Tim evakuasi mengalami kesulitan untuk mencapai lokasi bencana karena cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Pemkab
Natuna menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari dimulai pada 7 Maret 2023 hingga 12 Maret 2023.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai mengirimkan bantuan logistik kepada korban tanah longsor, Selasa (7/3/2023). Bahan logistik dan peralatan yang dikirim yaitu 4 buah tenda pengungsi, 100 tenda keluarga, 500 selimut, 500 matras, 15 genset listrik, 1.500 paket rendang, 200 unit velbed dan 100 lampu garam. (Riz/Oryza)











