- Pos Binpotmar Pegatan-Tim Gabungan Selamatkan Kapten dan ABK TB Armada Jaya 11
- Direksi PELNI Rayakan Harpelnas bersama Penumpang KM Tidar di Pelayaran Baubau ke Maumere
- Kapal TB Armada Jaya 11 Bawa 7 ABK Tenggelam di Perairan Katingan Kalteng
- Presiden Putin: Indonesia Mitra Rusia Paling Kunci di Asia Pasifik
- Pria Diduga Pelaku Perdagangan Orang Diamankan TNI AL di Karimun
- Budayakan Keselamatan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Latih 631 Sopir Truk
- Perkuat Pengawasan Muatan Berbahaya, Ditjen Hubla Tingkatkan Kompetensi Marine Inspector
- Mutu Terjamin, Ikan Tuna Sulawesi Tengah Tangguh Menembus Pasar Ekspor
- KM Tidar Turunkan Barang Bantuan Gelombang Kedua di Pelabuhan Lorens Say Maumere
- Hadapi Peluang Green Jobs, Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja
Menhub Tegaskan Komitmen Indonesia Dorong Sektor Maritim Global Aman dan Inklusif

Keterangan Gambar : Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Foto: BKIP Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Perhubungan kembali menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim yang berkomitmen kuat dalam mendorong tata kelola maritim global yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam Diplomatic Lunch with Foreign Embassies bersama delapan perwakilan negara sahabat yakni Amerika, Aljazair, Italia, Kuwait, Serbia, Swiss, Yaman, Zimbabwe yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan anggota aktif International Maritime Organization (IMO) sejak 1973, Indonesia terus menunjukkan peran penting dalam memajukan tata kelola maritim dunia. IMO sendiri adalah lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengkoordinasikan bidang maritim dan pelaksanaannya.
Baca Lainnya :
- Jelang Libur Nataru 2025-2026 Tiket KA Mulai Diburu, PT KAI Imbau Rencanakan Perjalanan Lebih Awal0
- Jelang Nataru 2025-2026, ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Strategis Jawa-Bali-Lombok0
- Jelang Libur Nataru 2025-2026, Danantara Tinjau Fasilitas KM Kelud, Apresiasi PELNI0
- Libur Panjang Nataru 2025-2026, ASDP Sipkan 67 Kapal Lintasan Merak-Bakauheni0
- Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi dan Pemulangan Jenazah Pelaut Indonesia0
Indonesia juga menegaskan kesiapan untuk terus mendukung penguatan keselamatan dan keamanan maritim, memperkuat perlindungan lingkungan laut, serta menjaga kompetensi dan hak-hak fundamental pelaut, termasuk mendorong kesetaraan gender dan peningkatan inklusivitas di seluruh sektor maritim.
“Indonesia siap sepenuhnya untuk memperkuat peran IMO, serta memajukan sektor maritim global yang aman, berkelanjutan, inklusif, dan tangguh melalui komitmen yang teguh, kolaborasi yang efektif, dan aksi nyata,” tegas Menhub.
Dudy menyebut pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk mempererat kemitraan dan kolaborasi internasional disektor maritim. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran serta dialog konstruktif yang terjalin dengan para duta besar dan perwakilan negara.
Menurutnya, kerja sama internasional merupakan kunci menghadapi tantangan sektor maritim yang terus berkembang.
“Pertemuan hari ini dengan jelas menegaskan kembali komitmen bersama kita untuk memajukan sektor maritim yang lebih aman, lebih terjamin, dan berkelanjutan.” ujar Menhub.
Anggota Dewan IMO
Dalam kesempatan ini, Indonesia juga menyampaikan harapan untuk memperoleh dukungan dari negara-negara sahabat atas pencalonan kembali Indonesia sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C untuk periode 2026–2027, yang pemilihannya akan dilaksanakan pada Sidang Majelis IMO ke-34 di London.
“Kami berharap dapat terus menerima dukungan berharga bagi pencalonan Indonesia. Kami siap berkontribusi aktif, konstruktif, dan berorientasi ke depan dalam menghadapi tantangan global di sektor maritim,” kata Menhub.
Menhub mengajak untuk terus memperkuat kolaborasi internasional di bidang kemaritiman. “Mari kita terus melangkah bersama menuju masa depan maritim yang lebih berkelanjutan, lebih inklusif, dan lebih berkeadilan bagi semua,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat dan Sejumlah pejabat tinggi madya di lingkungan Kementerian Perhubungan. (Arry/Mar)











