- KKP Mulai Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nilai Investasi Rp7,2 T
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal
- Mudik Gratis 2026 Bersama PELNI Dibuka, Buruan Daftar
- Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 30% Sudah Dibuka
- Kasal Resmikan SPPG Puspomal, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
- Kepulauan Tersembunyi di Beranda Nusantara, Rumah Nyaman Biota Laut yang Harus Dijaga
- Revitalisasi Pasar Baru Harus Padukan Nilai Kesejarahan, Keberagaman, dan Kekinian
- Tiga Bulan, KKP Ekspor 1.852 Kontainer Udang Bersertifikat Bebas Cesium ke AS
- KKP: Bisnis Rantai Dingin di Lokasi KNMP Dikelola Profesional
Menhub: Inovasi Teknologi Tingkatkan Keselamatan Pelayaran

Keterangan Gambar : Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam acara Kampanye Keselamatan Pelayaran di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Foto: BKIP Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANJARMASIN: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, Kemenhub melakukan sejumlah upaya dalam meningkatkan keselamatan pelayaran, salah satunya melalui terobosan inovasi teknologi.
Hal ini disampaikan Menhub Dudy dalam Kampanye Keselamatan Pelayaran di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (25/9/2025).
"Kemenhub terus berupaya meningkatkan keselamatan pelayaran. Di antaranya, kami terus memperkuat regulasi, infrastruktur, serta memperkenalkan inovasi teknologi. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah transformasi dokumen hukum kapal dari Pas Kecil berbentuk kertas menjadi E-Pas Kecil digital," ujar Dudy.
Baca Lainnya :
- ASDP Hadirkan Tiket Online Ferizy di Pelabuhan Sidangoli, Mobilitas Warga Lebih Mudah0
- ASDP Buka Lintasan Dobo-Marlasi Dilayani KMP Lobster, Ini Besaran Tarifnya0
- ASDP Perketat Pemeriksaan Data Penumpang dan Kendaraan di Pelabuhan Merak0
- Tok! DPR Ketok Anggaran PMN Dukung Peremajaan Kapal PELNI0
- ASDP Catat Pertumbuhan Positif Semester I 2025, Kinerja Solid0
E-Pas Kecil digital ini berbentuk kartu yang telah memiliki chip serta terdapat barcode. Dengan begitu, pemeriksaan cukup dilakukan dengan scan kartu tersebut. Ia menilai upaya-upaya ini merupakan bukti nyata peningkatan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan akuntabel dalam tranaportasi pelayaran.
"Selain itu, kami mendorong edukasi dan sertifikasi nelayan mengenai alat keselamatan wajib di kapal, agar mereka terlindungi sekaligus dapat terhubung dengan otoritas bila terjadi keadaan darurat," sambung dia.
Dalam rangkaian acara Kampanye Keselamatan Pelayaran tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, menyerahkan E-Pas Kecil dan Buku Pelaut Merah kepada para nelayan. E-Pas Kecil yang diterbitkan sebanyak 300 kartu, sementara Buku Pelaut Merah yang diterbitkan sebanyak 500 buku.
Ditjen Perhubungan Laut juga menerbitkan 165 sertifikat Surat Keterangan Keterampilan Berlayar (SKK) 30 mil dan 60 mil kepada para nelayan. SKK ini diberikan setelah para nelayan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) terkait keterampilan berlayar. Selain itu, juga dibagikan secara gratis 1.270 unit life jacket bantuan lampu penuntun malam bagi angkutan penumpang long boat sebanyak 10 unit.
"Mari kita jadikan kampanye ini sebagai pengingat pentingnya budaya keselamatan pelayaran. Dengan kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat, kita dapat membangun transportasi laut yang aman, maju, dan berkelanjutan," tegas Menhub.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, Wakil Walikota Banjarmasin Ananda, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani, Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernadi, dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kalimantan Selatan Sigit Mintarso. (Arry/Oryza)











