- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
- IPC Terminal Petikemas Dukung TNI AL Gagalkan Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau Bodong di Priok
- TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau di Tanjung Priok
- PT Pelabuhan Tanjung Priok Torehkan Prestasi, Raih Gold Award di LCAP 2024/25 Vision Awards
- Penyelundupan 40 Ton Solar di Natuna Digagalkan TNI AL, Modus Angkut Cumi 50 Kg, ABK Pakai Narkoba
Mageri Segoro, Pelindo Petikemas Dukung Program Gubernur Jateng Hijaukan Pesisir

Keterangan Gambar : PT Pelindo Terminal Petikemas ambil bagian dalam program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang bertajuk Mageri Segoro, menghijaukan kawasan pesisir dengan menanam mangrove. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SEMARANG: Pengikisan garis pantai di sepanjang pesisir Jawa Tengah mengundang kepedulian setiap pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusi dalam perbaikan lingkungan.
PT Pelindo Terminal Petikemas tergerak ambil bagian dalam program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang bertajuk Mageri Segoro. Program Mageri Segoro digagas oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi untuk rehabilitasi pantai di wilayahnya dengan penanaman mangrove dan tumbuhan lainnya.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra mengatakan perseroan turut menanam sebanyak 50 ribu bibit mangrove dalam program Mageri Segoro tahun 2025. Pihaknya memiliki komitmen untuk mendukung setiap program yang mengarah pada tujuan berkelanjutan. Pihaknya menyebut rehabilitasi lingkungan pesisir menjadi salah satu program strategis perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir yang lekat dengan bisnis kepelabuhanan.
Baca Lainnya :
- Model Ekonomi Biru Berbasis Budaya Maritim, KKP Kembangkan Banda Neira0
- Tahun Pemerintahan Prabowo, KKP Tambah 1 Juta Hektare Kawasan Konservasi Laut0
- Gelorakan Semangat Maritim, KRI Tjiptadi-381 Gelar Joy Sailing Bersama Forkominda Anabas0
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Pulau Kambuno Bersama KRI Marlin-877 Koderal VI0
- Semangat Pro JINGGO, Tim Kemenpan RB Kunker ke Sorong Naik Sea Rider0
“Keterlibatan kami pada program Mageri Segoro adalah sebagai bentuk perwujudan pilar lingkungan (environment) dalam prinsip ESG yang menjadi pedoman usaha kami dan berorientasi pada keberlanjutan,” kata Widyaswendra pada kegiatan penanaman mangrove serentak Mageri Segoro di Pantai Muara Kencana Kabupaten Kendal, Jateng, Rabu (15/10/2025).
Tanam 70 Ribu Mangrove
Sepanjang tahun 2025 ini PT Pelindo Terminal Petikemas menanam 70 ribu mangrove. Sebanyak 20 ribu mangrove lainnya ditanam oleh perseroan di wilayah Medan, Sumatra Utara.
Selain penanaman mangrove, perseroan juga melakukan penanaman pohon atau penghijauan dan program elektrifikasi peralatan bongkar muat peti kemas. Hal itu untuk mewujudkan pelabuhan yang hijau dan mengurangi emisi karbon.
“Menjaga lingkungan adalah tugas kita bersama, termasuk dalam berbisnis kami juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan. Kami akan terus menanam mangrove dan tumbuhan lainnya baik atas inisiatif sendiri maupun kolaborasi dengan pihak lainnya,” tambah Widyaswendra.
Rekor MURI
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyebut bahwa program Mageri Segoro bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan aksi nyata dalam memperbaiki lingkungan dan menjaga masa depan.
Kegiatan penanaman mangrove di Pantai Muara Kencana pada Rabu (15/10) dilakukan secara serentak oleh 17 kabupaten / kota yang memiliki garis pantai di wilayah Jawa Tengah.
Kegiatan ini dianugerahi penghargaan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sebagai penanaman mangrove terbanyak dalam satu waktu dengan melibatkan 20 ribu peserta. Pada kesempatan yang sama, Luthfi menargetkan penanaman mangrove di Jawa Tengah hingga akhir tahun 2025 sedikitnya sebanyak 2 juta pohon.
“Hari ini kita menanam total 1,3 juta pohon mangrove di 17 lokasi, kemudian dari Maret sampai dengan September sebanyak 668 ribu pohon mangrove. Jadi secara total kita sudah menanam kurang lebih 1,9 juta pohon mangrove,” ungkap Ahmad Lufhfi.
Luthfi mengingatkan agar aksi Mageri Segoro tidak selesai pada aksi tanam pohon mangrove, namun juga berlanjut pada pemeliharaan. Baginya, memastikan pohon dapat tumbuh dengan baik dan memberikan dampak pada perbaikan lingkungan jauh lebih penting.
“Garis pantai terjaga, ekosistem terjaga, tambak tidak rusak, rob berkurang, sehingga aktivitas masyarakat berjalan dengan baik, perekonomian juga dapat bergerak,” pungkasnya. (Arry/Oryza)











