- Tim Kodaeral IX dan Wanadri Selam Konservasi Terumbu Karang dan Bersihkan Bawah Laut
- Membangun Sea Power, Pasis Dikreg Seskoal Ikuti Kuliah Umum Head of SPC Australia Capt Bernard Roy Dobson
- Curhat Siswa Sekolah Rakyat Sering Dibully, Presiden Prabowo: Saya Juga Sering Diejek, Kita Balas dengan Sopan
- Presiden Prabowo: MBG Bukan Sekadar Program Makan
- Tinggalkan Busan, KRI Bima Suci Otewe Rusia Lanjutkan Misi Diplomasi dan Latihan Taruna KJK
- 40 Peserta Ikuti Pelatihan Transplantasi Terumbu Karang di Pantai Jikumerasa
- Seskoal Terima Kunjungan Kehormatan Head of Sea Power Center Australia
- PPAL Ikuti Kegiatan Gerakan Tanam Tebu Serentak Nasional di Subang
- Ladokgi TNI AL Peduli Kesehatan Lansia
- Setetes Darah untuk Kehidupan, Bakes Lanudal Jakarta di HUT ke-70 Penerbangan TNI AL
Libur Nataru Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Optimal, Nelayan Diingatkan Cuaca Ekstrem

Keterangan Gambar : Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif (kanan). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin pelayanan publik di seluruh pelabuhan perikanan di Indonesia tetap berjalan optimal pada masa libur Nataru 2025/2026. Hal ini untuk memastikan stok ikan aman tersedia.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif mengatakan hal ini dilakukan untuk menjamin kelancaran aktivitas nelayan. Selain itu, juga memastikan stok ikan tersedia dan mendukung distribusi hasil perikanan di tengah meningkatnya aktivitas jelang pergantian tahun.
“Kami pastikan seluruh unit pelaksana teknis (UPT) pelabuhan perikanan lingkup Ditjen Perikanan Tangkap tetap berjalan optimal mulai dari pelayanan sandar, bongkar muat ikan, administrasi perizinan usaha serta memastikan stok ikan tersedia di cold storage dan unit pengolahan ikan (UPI),” ungkapnya dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (28/12/2025).
Baca Lainnya :
- Percepat Layanan Sertifikasi Bebas Cesium-137, KKP Tambah Scanner Radioaktif Baru0
- Perkuat Sentra Industri Garam, KKP Tanam Mangrove 600 Hektare di Rote Ndao0
- Target Rp500 Miliar, Realisasi PNBP Pemanfaatan Ruang Laut Meroket Raih Rp775 Miliar0
- Nelayan Purworejo Tak Sabar Menanti KNMP, Optimistis Bisa Sejahterakan Desa0
- Lagi, 35 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap 2 Dibangun KKP di Pesisir Indonesia0
Menurutnya, pelayanan yang baik di pelabuhan perikanan menjadi kunci kelancaran aktivitas perikanan ikan nasional. Selain mendukung produktivitas nelayan, pelayanan yang prima juga menjaga stabilitas pasokan ikan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Peringatan Cuaca Ekstrem
Latif juga mengingatkan pemilik kapal perikanan dan nelayan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.
“Keselamatan adalah prioritas utama saat melaut dan tidak perlu memaksakan diri jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Terus pantau informasi cuaca dan ikuti arahan syahbandar di pelabuhan perikanan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, syahbandar di seluruh pelabuhan perikanan terus meningkatkan pengawasan dan pelayanan keselamatan pelayaran. Mulai dari penyampaian informasi prakiraan cuaca terkini, pemeriksaan kelengkapan dokumen kapal, hingga memastikan kelaikan kapal perikanan sebelum melaut.
Selain itu, syahbandar juga aktif memberikan imbauan langsung kepada nelayan terkait penggunaan alat keselamatan serta kesiapan awak kapal perikanan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta agar seluruh jajarannya tetap melakukan monitoring terkait kegiatan operasional pelabuhan perikanan selama libur natal dan tahun baru. (Arry/Mar)











