- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Libur Lebaran 2025 Penumpang Kereta Tembus Angka 4 Juta Lebih, Ini 10 Stasiun Terpadat

Keterangan Gambar : Kereta api jarak jauh di Stasiun Gambir melayani pemudik Lebaran 2025. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Minat masyarakat terhadap layanan transportasi Kereta Api (KA) selama libur mudik Lebaran 2025 cukup tinggi. Hal ini bisa dilihat dari jumlah tiket yang telah terjual yakni 4.439.535 lembar pada periode 21 Maret hingga 8 April 2025.
Vice President Public Relations KAI (Kereta Api Indonesia) Anne Purba menjelaskan pihaknya menyiapkan berbagai upaya seperti optimalisasi layanan operasional, peningkatan fasilitas di stasiun, serta pengaturan jadwal perjalanan yang fleksibel guna mendukung kelancaran perjalanan.
Baca Lainnya :
- Arus Balik Lebaran 2025, ASDP Pastikan Kelancaran Trafik Penyeberangan Sumatera-Jawa-Bali0
- Arus Balik Lebaran 2025, Ratusan Pemudik Gratis TNI AL Naik Kapal Perang Rute Surabaya-Jakarta 0
- Buruan Daftar! Kuota Tiket Gratis Kapal Laut Arus Balik Lebaran 2025 Masih Tersedia0
- Arus Balik Lebaran 2025, ASDP Terapkan Diskon Layanan Ekspres Penyeberangan Bakauheni-Merak0
- Ceees Motor Pak Tua Bocor, Masuk Pelabuhan Ciwandan Petugas Sigap Membantu,Pemudik pun Cus Meluncur0
Selain itu, KAI juga memastikan seluruh rangkaian kereta api dalam kondisi prima melalui perawatan berkala dan pemeriksaan menyeluruh. Kesiapan kru kereta api dan petugas di lapangan juga menjadi perhatian utama untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan.
Selain itu seluruh stasiun keberangkatan dengan volume penumpang tertinggi selama Angkutan Lebaran 2025 telah KAI lengkapi dengan layanan face recognition. Tujuannya agar para penumpang dapat naik kereta 'satset' tanpa antre panjang, bahkan di masa puncak arus mudik dan balik yang padat.
Adapun kepadatan penumpang selama masa libur Lebaran terjadi di sejumlah stasiun di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur maupun Jawa Tengah.
Berikut daftar 10 stasiun keberangkatan terpadat sepanjang masa angkutan Lebaran 2025:
1. Pasarsenen: 379.783 penumpang
2. Gambir: 264.102 penumpang
3. Yogyakarta: 181.141 penumpang
4. Surabaya Gubeng: 139.516 penumpang
5. Semarang Tawang Bank Jateng: 138.740 penumpang
6. Semarang Poncol: 127.134 penumpang
7. Surabaya Pasarturi: 126.753 penumpang
8. Purwokerto: 122.815 penumpang
9. Bekasi: 119.961 penumpang
10. Bandung: 111.440 penumpang
Seluruh stasiun tersebut telah didukung dengan sistem boarding face recognition, yang secara signifikan membantu mengurai antrean serta menambah efisiensi waktu, khususnya saat jam sibuk dan hari padat keberangkatan.
Anne mengungkapkan, hingga Selasa 8 April tiket yang terjual mencapai 96 persen lebih.
“Hingga 8 April 2025 pukul 07.00 WIB, KAI mencatat bahwa 4.439.535 tiket telah terjual, atau setara dengan 96,69% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, jelas Anne.
"Dari jumlah tersebut, 3.727.998 tiket KA Jarak Jauh telah terjual dengan okupansi mencapai 108,25%, dan 711.537 tiket KA Lokal dengan okupansi 62,00%,” sambung dia.
Sementara itu, dalam periode 21 Maret hingga 7 April 2025 pukul 24.00 WIB, total 3.899.662 penumpang telah dilayani oleh KAI melalui KA Jarak Jauh dan KA Lokal. Capaian ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan efisien.
“Kami akan terus memperluas jangkauan teknologi face recognition ke lebih banyak stasiun sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan digital modern. Bagi KAI, efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan,” tandas Anne. (Bow/Oryza)











