- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Latma CARAT 2025 Bukan Cuma Latihan Tempur, Prajurit TNI AL dan US Navy Asah Kepekaan Sosial

Keterangan Gambar : Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2025 antara TNI AL bersama US Navy dan US Marine Corps (USMC) resmi ditutup. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SITUBONDO: Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2025 antara TNI AL bersama US Navy dan US Marine Corps (USMC) resmi ditutup.
Upacara penutupan yang dipimpin oleh dipimpin oleh Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada II Kolonel Laut (P) I Gede Putu Iwan mewakili Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, bersama Expeditionary Strike Group Seven Capt Adam Bellin. Upacara penutupan digelar di Pusat Latihan Tempur 5 Banongan, Situbondo, Minggu (29/6/2025).
Baca Lainnya :
- Latma CARAT 2025, 700 Personel TNI AL dan 240 Tentara US Navy Unjuk Kemampuan di Laut Jawa0
- Asah Naluri Tempur, Prajurit KRI Kapak-625 Latihan Penembakan Meriam di Laut Maluku0
- Geger Kapal Induk Amerika USS Nimitz Lintasi Indonesia Matikan Sinyal, Begini Penjelasan TNI AL0
- Terima Pembekalan dari Kasal, Ini 3 Calon Athan RI di India, Australia dan Jepang0
- 2 Ton Narkoba Dimusnahkan, Kasal: Jaga Perairan Indonesia dari Penyelundupan0
Penutupan CARAT 2025 diawali dengan peninjauan kegiatan Medical Civic Action Program (MEDCAP) yang digelar di Balai Desa Sumber Anyar. Kegiatan ini memberikan pelayanan kesehatan berupa pengobatan umum bagi 200 warga, donor darah 150 peserta, khitan massal bagi 50 anak, serta pembagian 200 paket sembako kepada masyarakat.
Rombongan juga meninjau kegiatan Engineering Civic Action Program (ENCAP) yang merenovasi SDN IV Sumberwaru. Kegiatan ini menjadi bukti kontribusi nyata dalam meningkatkan fasilitas pendidikan masyarakat setempat melalui kerja sama dua negara.
Usai meninjau kegiatan kemanusiaan, Dansatkor Koarmada II dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyaksikan demonstrasi Demolisi Bawah Air (Divex WG) yang dilaksanakan oleh prajurit Dislambair Koarmada II, bersama personel US Navy di Pantai Banongan.
Dalam aspek latihan tempur laut, tiga unsur KRI yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Frans Kaisiepo-368, dan KRI Sampari-628 berkolaborasi dengan USS Curtis Wilbur (DDG 54) serta pesawat maritim P-8 Poseidon dari US Navy.
Mereka melaksanakan berbagai serial latihan seperti CASEX A-4, AAROFEX, Flashex, GUNEX, Photoex, Medevac, hingga Sailing Pass yang menunjukkan interoperabilitas dan kesiapan tempur kedua angkatan laut.
Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Dansatkor Koarmada II, Pangkoarmada II menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat. “Latihan ini tidak hanya mencerminkan kesiapan militer, tetapi juga komitmen kita terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perlindungan masyarakat,” ujarnya.
Latihan CARAT 2025 menjadi penegas bahwa kerja sama Indonesia-Amerika Serikat tidak semata berfokus pada pertahanan, tetapi juga memberi dampak langsung kepada masyarakat melalui program-program sosial dan kemanusiaan.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali selalu menekankan kepada seluruh jajaran TNI AL agar meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi segala ancaman yang berpotensi menghadang.
Melalui latihan ini, TNI AL bersama US Navy dan USMC tidak hanya memperdalam interoperabilitas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kerja sama, profesionalisme, dan solidaritas di tengah tantangan keamanan maritim global yang terus berkembang selaras dengan kebijakan Kasal. (Arry/Oryza)











