- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Kayu Ilegal Ratusan Juta Rupiah Mau Diselundupkan, Digagalkan TNI AL

Keterangan Gambar : Komandan Komando Daerah TNI AL (Dankodaeral) V, Laksda TNI Ali Triswanto dan Kepala Balai Gakkum HUT Jawa Balai dan Nusa Tenggara (Jabal Nusra), Aswin Bangun, memeriksa kontainer berisi gelondongan kayu yang diduga akan diselundupkan. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: Tim Reaksi Cepat Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V menggagalkan upaya penyelundupan kayu ilegal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (19/9). Dalam kasus ini negara berpotensi dirugikan sebesar Rp646 juta.
Komandan Komando Daerah TNI AL (Dankodaeral) V, Laksda TNI Ali Triswanto menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima soal adanya kontainer berisi kayu. Diduga kayu-kayu tersebut berasal dari praktik penebangan liar dan tidak dilengkapi dengan dokumen sah.
"Kayu-kayu tersebut diduga berasal dari hutan Lambusango Kec. Kapontori Kab. Buton Sulawesi Tenggara yang dikirim ke Surabaya, dimasukkan dalam kontainer untuk mengelabuhi petugas dan diangkut menggunakan KM. Teluk Flamingo dengan rute Bau-bau, Kendari ke Surabaya”, ujar Laksda Ali Triswanto.
Tim gabungan dari Kodaeral V dan Gakkum Kehutanan Surabaya kemudian memerijsa Kapal Motor Teluk Flaminggo di Terminal Berlian Perak Utara. Hasiknya ditemukan tiga peti kemas berisi kayu olahan, yakni jenis kayu jati yang tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah, sehingga langsung diamankan.
Baca Lainnya :
- Penyelundupan 60 Ton Solar Ilegal Digagalkan TNI AL di Perairan Teluk Ambon0
- Satgasmar Ambalat XXXI Gugus Tempur Laut Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Miras dari Malaysia0
- Lanal Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 85.000 Ekor BBL0
- Nadiem Makarim Diborgol dan Ditahan di Rutan Salemba, Terjerat Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop0
- KKP Ringkus Kapal Ikan Filipina Ukuran Jumbo 754 GT di Samudera Pasifik, Tangkapan Terbesar0
Adapun terkait pengirim dan penerima kayu ilegal tersebut masih dalam proses penyelidikan. Sementara barang bukti langsung diserahkan kepada Balai Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum HUT) Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabal Nusra) untuk ditindaklanjuti.
Kepala Balai Gakkum HUT Jabal Nusra, Aswin Bangun, menyampaikan apresiasinya atas kerjasama yang baik antara TNI AL dan Kementerian Kehutanan.
"Kerjasama antara TNI Angkatan Laut dan Kementerian Kehutanan dalam mengungkap kasus ini menunjukkan efektivitas sinergi antar lembaga dalam memberantas praktik illegal logging," pungkasnya.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan kepada seluruh Prajurit TNI AL untuk terus memperkuat pengawasan dalam penegakan hukum di laut. (Arry/Oryza)











