- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Kaos Kesehatan Relive Wear Inovasi Jepang, Lancarkan Peredaran Darah dan Cegah Penyakit

Keterangan Gambar : CEO Relive Wear, Takashi Sasaki (kiri) didampingi Richard Susilo menjelaskan tentang kaos kesehatan inovasi teknologi Jepang yang bermanfaat melancarkan peredaran darah. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kaos biasanya diproduksi hanya untuk style atau kebutuhan seragam sebuah event. Namun Jepang dengan teknologi yang canggih, menciptakan kaos yang berfungsi menjaga kesehatan, melancarkan peredaran darah hingga mencegah berbagai penyakit.
T-shirt kesehatan tersebut diproduksi oleh perusahaan pengembang dan penjual pakaian fungsional, Relieve Co, Ltd. ‘Relive Wear’ adalah kaos yang berfungsi untuk menjaga kesehatan, melancarkan peredaran darah sehingga pegal di bahu, nyeri pinggang ataupun kelelahan kronis berkurang atau bahkan hilang perlahan.
Baca Lainnya :
- Peduli Masyarakat Pesisir, Ini Aksi yang Dilakukan Prajurit Lanal Nunukan0
- Sambut Ramadhan dan HUT KSO TPK Koja, Donor Darah, Peserta Antusias0
- STIP Sosialisasikan Pemenuhan Aspek Keselamatan Kapal, Diapresiasi KSOP Sunda Kelapa0
- Tim XQR TNI AL Evakuasi ABK Sakit dari Kapal Liberia MV. ALS KRONOS di Perairan Jayapura0
- Bulan K3, Terminal Teluk Lamong Bantu Alat Medis Puskesmas0
Di negara asalnya, kaos ini banyak dikenakan oleh atlet, orang-orang yang hobi olahraga dan masyarakat lainnya. Tidak ada batasan usia dalam penggunaannya mulai dari anak-anak hingga lansia bisa mengenakan kaos ini. Kini di Jepang kaos tersebut sudah terjual 2,3 potong sejak diproduksi tahun 2017.
CEO Relive Wear, Takashi Sasaki dalam penjelasannya di Jakarta, Rabu (16/4/2025) menceritakan awal diproduksinya kaos Relive Wear. Sasaki mengatakan ia terlahir dengan kondisi tubuh yang lemah sejak kecil. Ia pun terpaksa pensiun dari pekerjaannya.
Di usia 55 tahun ia memutuskan sebagai tahun berkarier ‘mencari cara untuk sembuh‘. Terinspirasi oleh seni beladiri Tiongkok, Sasaki pun ingin berkontribusi pada kesehatan global dengan mengembangkan ‘Relive Wear’.
Dalam paparannya di depan para wartawan, Takashi Sasaki mengungkapkan bahwa produk teknologi pakaian kesehatan tersebut sudah banyak digunakan oleh para atlet basket ball, volly ball, dan penari balet.
"Performance mereka menjadi lebih bagus dan prestasi mereka meningkat. Kami telah menjalin kerja sama dengan asosiasi dan organisasi olah raga untuk mendukung para atlet Jepang,” ujar Sasaki.
Selain atlet, ‘Relive Wear’ juga banyak digunakan oleh orang-orang dengan pekerjaan berat seperti petani, perawat, pekerja bangunan, bahkan anak-anak dan warga lanjut usia. Bukan hanya kaos, Relive Wear juga diproduksi dalam bentuk topi.
Serbuk Batu
Sementara itu, Richard Susilo, bagian pemasaran Relive Wear yang mendampingi Sasaki menjelaskan kaos tersebut dibuat denga teknologi canggih. T-shirt itu mengandung serbuk batu yang fungsinya melancarkan peredaran darah hingga bisa mencegah berbagai penyakit.
"Di dalam kaos itu ada titik-titik penting tubuh manusia yang melancarkan peredaran darah. Karena banyak penyakit muncul bila aliran darah tersumbat," jelas Richard. "Ini bukan ‘sim salabim’ atau magic (sihir), bukan abal-abal. Ini hasil teknologi," sambung Richard.
Baik Sasaki maupun Richard tidak merinci lebih jauh formula serbuk batu yang dilekatkan di T-Shirt tersebut dengan alasan itu adalah rahasia perusahaan yang sudah dipatenkan di Jepang.
Sasaki mengemukakan, produk pakaian kesehatan buatannya sejauh ini tidak menimbulkan efek samping atau kontra indikasi jika penggunanya mengosumsi obat oles di tubuhnya, atau meminum obat-obatan tertentu.
Manfaat dari kaos ini sudah dirasalan oleh Mohammad Yusuf, seorang aktivis paruh baya. Ia mencoba mengenakan kaos tersebut menjelang tidur malam. Esok pagi ketika bangun tidur dia merasa segar dan lebih enerjik.
Dipasarkan di Indonesia
Relive Wear berencana memasarkan produk pakaian kesehatannya dan mencari distributor di Indonesia yang memiliki populasi penduduk terbesar di ASEAN dan ke-4 dunia. Supaya masyarakat Indonesia juga semakin sehat.
Produk pakaian kesehatan Relive Wear, tambah Sasaki, bermanfaat dipakai oleh pekerja yang mengandalkan kekuatan fisik seperti di sektor pertanian, kehutanan dan konstruksi yang sering mengalami keluhan nyeri pinggang, pegal linu dan kelelahan kronik.
Dia juga berharap Relive Wear ke depan dapat diproduksi di Indonesia agar harga kaos kesehatan yang saat ini dijual 8.000 yen atau sekitar Rp 945.000 dapat semakin terjangkau oleh masyarakat. (Red/Oryza)











