- Lewat Karirhub, Kemnaker dan Universitas Harkat Negeri Jembatani Kampus dan Industri
- InaSkills 2026 Digelar 26-31 Oktober, Jaring Talenta Keterampilan Nasional
- Jaga Pesisir Pantura, Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Demak
- Jajaran Komisaris PELNI Temui Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali di Mabesal Cilangkap
- KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang Dimangsa Api, TNI AL Kerahkan 3 Kapal dan Tim Kesehatan
- KMP Batumandi Terbakar di Merak, Gubernur Banten Apresiasi Nelayan Sigap Menolong Penumpang
- Kemenhub: Utamakan Penyelamatan Penumpang, Kebakaran Ditangani Terkoordinasi
- Ini Penjelasan ASDP, Seluruh Penumpang dan Awak Kapal KMP Batumandi berhasil Dievakuasi
- Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Berlayar ke Pulau 3T Papua Barat Daya
- Makan Bareng, Potret Kedekatan Masyarakat Kepulauan Solomon dengan Satgas Port Visit 2026
Kamal Muara, di Tempat Ini Dicanangkan Program Laut Sebasah dan Kawasan Mangrove Nasional

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencanangkan program Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah) sekaligus groundbreaking Pengembangan Kawasan Mangrove Nasional di Kamal Muara, Jakarta Utara, Rabu (6/8/2025).
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya kolektif mengatasi persoalan sampah laut dan memulihkan ekosistem pesisir Indonesia.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, mengatakan permasalahan sampah laut tidak bisa ditangani secara sektoral. Diperlukan kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, masyarakat, hingga sektor swasta.
Baca Lainnya :
- KKP Gelar Edukasi Laut Sehat Bebas Sampah, Ratusan Pelajar SD Semangat, Antusias, Menyenangkan0
- Kemenhub Teken Kerjasama Pengelolaan Terminal Pelabuhan Talenta Bumi Banjarmasin0
- Tim Korpala Unhas Ekspedisi Lintas Negara, Danlantamal: Bawa Pesan Indonesia Kekuatan Laut Dunia0
- Kapal Misi Kemanusiaan Arka Kinari Blackout, Pelindo dan KSOP Cilacap Respon Cepat Lakukan Evakuasi0
- Pembangunan PPN Pangembangan, Modern, Inklusif Menuju Ekonomi Perikanan Maju0
“Program Laut Sebasah adalah langkah konkret kami untuk mengelola sampah laut dari hulu ke hilir secara terpadu. Kami menggandeng KLHK, Kementerian PUPR, Pemprov DKI Jakarta dan Bali, serta berbagai pemangku kepentingan,” ujar Wamen Didit.
Acara ini dihadiri lebih dari 700 peserta dari lintas instansi, komunitas, akademisi, siswa, serta masyarakat pesisir Kamal Muara. Kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi multipihak dalam menjaga laut tetap bersih, sehat, dan produktif.
Sebagai catatan, Kamal Muara adalah salah satu kelurahan di Jakarta Utara yang masuk dalam wilayah Kecamatan Penjaringan. Lokasinya di pesisir utara yabg berbatasan langsung dengan Kabupaten Kepulauan Seribu dan Kabupaten Tangerang.
Kawasan Mangrove Nasional
Dalam acara yang sama, KKP juga memulai pembangunan Kawasan Mangrove Nasional yang dirancang sebagai pusat rehabilitasi, konservasi, edukasi, serta wisata mangrove berbasis masyarakat. Kawasan ini akan dibudidayakan dengan 202 jenis mangrove asli Indonesia, didukung dengan fasilitas kultur jaringan.
“Ekosistem mangrove adalah pelindung alami pesisir dan penyimpan karbon biru. Kami ingin kawasan ini menjadi percontohan nasional untuk pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan,” tegas Didit.
Kawasan Mangrove Nasional juga akan difungsikan sebagai pusat penanganan sampah terintegrasi, memperkuat konektivitas antara pelestarian lingkungan dan ekonomi biru berbasis masyarakat.
Didit menekankan pentingnya menjaga laut demi masa depan generasi mendatang. Laut yang sehat dan bebas dari sampah merupakan fondasi bagi ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kesejahteraan bangsa.
“Dengan laut yang lestari, kita menyelamatkan lingkungan dan membuka peluang besar untuk ekonomi kelautan. Mari kita jaga laut sebagai sumber kehidupan dan kemakmuran Indonesia,” tandasnya.
Program ini merupakan implementasi dari lima kebijakan ekonomi biru yang digagas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, untuk mewujudkan laut sehat sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat. (Arry/Oryza)











