- Indonesia Tuan Rumah Regional Marpolex 2026, Gandeng Filipina dan Jepang Tanggulangi Pencemaran Laut
- Dukung Konektivitas Nasional, PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT
- Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dan Lepas Perdana Ekspor Baterai Kendaraan Listrik
- 800 Pati TNI dan Polri Dikumpulkan di Istana, Ini Taklimat Presiden Prabowo Soal Keadaan Negara
- PELNI Tebar Ribuan Life Jacket, Peduli Keselamatan Masyarakat Pesisir
- Operasi Penyergapan Tengah Malam, Penyelundupan 8,8 Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan TNI AL
- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
Indonesia Tuan Rumah Regional Marpolex 2026, Gandeng Filipina dan Jepang Tanggulangi Pencemaran Laut

Keterangan Gambar : Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan Regional Marine Pollution Exercise (MARPOLEX) ke-25 yang digelar pada 8–12 Oktober 2026 di Manado–Bitung, Sulawesi Utara. Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan Regional Marine Pollution Exercise (MARPOLEX) ke-25.
Kegiatan digelar pada 8–12 Oktober 2026 di Manado–Bitung, Sulawesi Utara. Latihan gabungan yang digelar setiap dua tahun sekali ini bertujuan memperkuat kerja sama regional antara Indonesia, Filipina, dan Jepang serta meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam penanggulangan insiden pencemaran laut.
Dalam pelaksanaannya, ketiga negara mengirimkan unsur kapal yang telah sandar di Dermaga Samudera, Bitung. Indonesia mengerahkan KN. Sarotama P-112 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban sebagai kapal VVIP, serta sejumlah kapal negara dari PLP Bitung, PLP Tanjung Perak, dan KSOP Bitung. Sementara itu, Philippine Coast Guard mengerahkan BRP Gabriela Silang dan BRP Tubbataha, sedangkan Japan Coast Guard dengan PLH Shikishima.
Baca Lainnya :
- PELNI Tebar Ribuan Life Jacket, Peduli Keselamatan Masyarakat Pesisir0
- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia0
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam0
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23 0
- Pelindo Kenalkan ADHARA, Konektivitas Terpadu Ekosistem Maritim Satu Platform Digital0
Kegiatan ini dihadiri pimpinan delegasi dari masing-masing negara, yakni Triono dari Indonesia; RADM Meniado PCG dari Filipina dan Captain Kyoko Ono dari Jepang; serta melibatkan 27 unsur dari berbagai instansi. Unsur yang terlibat antara lain Ditjen Perhubungan Laut, Kodaeral VIII Bitung, Polairud Bitung, Bakamla, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), BMKG, Basarnas, SKK Migas, dan Pertamina Patra Niaga.
Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarnegara saat menghadapi pencemaran laut.
Bitung Lokasi Strategis Pelaksanaan MARPOLEX 2026
Strategi Latihan Dimatangkan











