- Dukung Konektivitas Nasional, PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT
- Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dan Lepas Perdana Ekspor Baterai Kendaraan Listrik
- 800 Pati TNI dan Polri Dikumpulkan di Istana, Ini Taklimat Presiden Prabowo Soal Keadaan Negara
- PELNI Tebar Ribuan Life Jacket, Peduli Keselamatan Masyarakat Pesisir
- Operasi Penyergapan Tengah Malam, Penyelundupan 8,8 Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan TNI AL
- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
- Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum
Dukung Konektivitas Nasional, PELNI dan BPH Migas Perkuat Tata Kelola JBT

Keterangan Gambar : PT PELNI (Persero) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), menggelar rapat koordinasi dan evaluasi konsumsi Jenis BBM Tertentu (JBT) PT PELNI (Persero) Semester I Tahun 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026). Foto: dok. Pelni
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat tata kelola Jenis BBM Tertentu (JBT) untuk operasional kapal.
Kedua pihak menggelar rapat koordinasi dan evaluasi konsumsi Jenis BBM Tertentu (JBT) PT PELNI (Persero) Semester I Tahun 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas beserta jajaran Komite BPH Migas; Direktur Bahan Bakar Minyak BPH Migas, Chrisnawan Anditya; Penilik Angkutan Perairan Kementerian Perhubungan, Sugeng Priyanto dan Dedi Supardi; Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya; Direktur Armada dan Teknik PELNI Kokok Susanto, serta jajaran Vice President PELNI.
Baca Lainnya :
- PELNI Tebar Ribuan Life Jacket, Peduli Keselamatan Masyarakat Pesisir0
- Pemprov DKI Tambah Kelompok Penerima KLG, Pencari Kerja Wara-wiri Bisa Naik Transjakarta Gratis0
- Tiket PELNI Sudah Bisa Dipesan 60 Hari Sebelum Keberangkatan, Ada 16 Kapal, Ini Daftarnya0
- Pengembangan Armada, PELNI Buka Request for Information Kapal Cepat0
- Persiapan Salvage, Kemenhub Perkuat Operasi SAR Evakuasi KMP Virgo Transport 80
Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya mengatakan ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan keberlangsungan operasional kapal PELNI, terutama dalam menjalankan penugasan pemerintah dan melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
“Melalui forum ini, kami ingin memastikan kebutuhan BBM PELNI, baik untuk tahun ini maupun ke depan, dapat terpenuhi dengan baik. Terlebih PELNI akan menghadapi penambahan kapal dan rute baru yang tentunya membutuhkan dukungan dan komitmen pemenuhan BBM dari BPH Migas dan Kementerian Perhubungan,” ujar Budi dalam keterangan yang diterima, Jumat (9/10/2026).
Ia menambahkan PELNI terus memperkuat tata kelola pemanfaatan BBM melalui sistem yang transparan, terukur, dan berbasis data. Pengelolaan tersebut mencakup proses penerimaan, pemanfaatan, hingga pelaporan konsumsi BBM di kapal.
“Kami terus berupaya memastikan pengelolaan BBM dilakukan secara transparan dan terukur dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami berharap tata kelola ini dapat membangun kepercayaan antarpihak sekaligus memastikan BBM yang merupakan dukungan pemerintah dapat dimanfaatkan secara tepat guna,” tambah Budi.
Tata Kelola BBM Berjalan Baik
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengapresiasi tata kelola dan sistem pengendalian BBM yang diterapkan PT PELNI (Persero). Menurutnya, pengelolaan tersebut telah mencakup rangkaian proses mulai dari penerimaan BBM, pemanfaatannya oleh kapal, hingga pelaporan dan evaluasi yang didukung data terintegrasi.
“Kami melihat pengelolaan BBM di PELNI telah berjalan dengan sistem yang cukup baik. Setiap tahapan didukung pencatatan dan data yang terintegrasi, sehingga kebutuhan BBM masing-masing kapal dapat dihitung, dipantau, dan dievaluasi secara lebih terukur,” ujar Wahyudi.
Wahyudi menilai tata kelola BBM menjadi bagian penting dalam mendukung peran PELNI sebagai penghubung antarpulau dan antarprovinsi. Selain mendukung mobilitas masyarakat, layanan PELNI juga berkontribusi terhadap distribusi barang dan komoditas daerah serta konektivitas wilayah, termasuk daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
“BBM subsidi merupakan dukungan pemerintah yang pemanfaatannya perlu dikelola secara bertanggung jawab dan tepat sasaran. Untuk itu, kami mengapresiasi langkah PELNI dalam membangun pengelolaan BBM yang transparan, terukur, dan dapat dipantau,” tambah Wahyudi.
“Harapan kami, penyediaan BBM bagi angkutan laut dapat terjamin dari sisi kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Ketiganya sangat penting untuk memastikan PELNI dapat menjalankan tugas pelayanan dan mendukung pemerataan ekonomi, terutama di wilayah 3TP,” pungkas Budi.
PELNI berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola BBM melalui pengawasan dan evaluasi secara berkala, sekaligus menjaga efisiensi dan akuntabilitas pemanfaatannya guna mendukung keberlanjutan layanan transportasi laut dan konektivitas nasional.
Sebagai catatan, PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 83 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (Riz/Mar)











