- Insiden Kecelakaan KM Virgo Ttansport 8 Jangan Hanya ABK yang Bertanggung Jawab
- Pelindo Kenalkan ADHARA, Konektivitas Terpadu Ekosistem Maritim Satu Platform Digital
- Presiden Prabowo: TNI Lahir dari Rakyat, Berjuang Bersama Rakyat, Hadir di Tengah Bencana
- HUT ke-81 TNI di Cilangkap, Presiden Prabowo: Terima Kasih atas Kesetiaan dan Pengabdian Para Prajurit
- Buruan Daftar! Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 Dibuka hingga 14 Oktober
- Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, ada Rocky Gerung, Margarito hingga Babah Alun
- Hari ke-18 Pencarian Korban, Penyelam Sisir Badan KMP Virgo Transport 8
- Pelantikan Ketua PWI Jabar, Akhmad Munir dan KDM Ingatkan Independensi Pers
- Aksi Sosial Lintas Negara, Satgas Port Visit 2026 Gelar Bakti Kesehatan di Vanuatu
- Perusahaan Diminta Serap Tenaga Kerja Disabilitas, Menaker: Kami Latih, Kami Siapkan
Pelindo Kenalkan ADHARA, Konektivitas Terpadu Ekosistem Maritim Satu Platform Digital

Keterangan Gambar : Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Achmad Muchtasyar bersama jajaran mengenalkan ADHARA, platform digital yang dirancang untuk menghubungkan berbagai sistem dan layanan dalam ekosistem maritim dan logistik Indonesia, Kamis (1/10/2026). Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mengenalkan ADHARA, platform digital yang dirancang untuk menghubungkan berbagai sistem dan layanan dalam ekosistem maritim dan logistik Indonesia.
Pengenalan ADHARA dilakukan melalui Early Adoption ADHARA pada Kamis (1/10/2026) di Museum Maritim Indonesia, Jakarta, sebagai tahap awal pemanfaatan platform bersama para pengguna dan pelaku ekosistem.
ADHARA dikembangkan untuk menjawab kebutuhan keterhubungan antarpelaku dalam rantai logistik. Selama ini, berbagai pelaku telah memiliki sistem digital masing-masing, namun belum seluruhnya terhubung satu sama lain. ADHARA hadir sebagai platform penghubung tanpa menggantikan sistem yang telah dimiliki masing-masing pelaku, sehingga pertukaran informasi, transaksi, dan kolaborasi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Baca Lainnya :
- Aksi Sosial Lintas Negara, Satgas Port Visit 2026 Gelar Bakti Kesehatan di Vanuatu0
- NYK Layani Perdana Pelabuhan Patimban, Perluas Konektivitas Ekspor Kendaraan0
- PPN Pengambengan Bali Disiapkan Jadi Pelabuhan Perikanan Kelas Dunia0
- 11 Warga Papua Nugini Terombang-ambing di Samudera Pasifik, Dievakuasi KRI WSH-9910
- Dikunjungi Mahasiswa India, IPC TPK Paparkan Teknologi Operasional dan Ekosistem Logistik0
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar mengatakan keterhubungan tersebut menjadi salah satu kunci untuk menciptakan proses logistik yang semakin efisien.
“Semua pelaku ekosistem sudah memiliki sistem masing-masing, tetapi sistem-sistem tersebut belum terintegrasi dan belum tersambung satu sama lain. Melalui ADHARA, kita mengintegrasikan sistem yang ada dalam satu ekosistem logistik. Efisiensi bukan sekadar cutting cost, tetapi bagaimana kita mengoptimalkan kegiatan operasi supaya lebih lean, mendapatkan hasil lebih banyak, sekaligus menurunkan biaya logistik,” ujar Achmad dalam keterangan yang diterima.
Melalui ADHARA, pengguna dapat melakukan pemesanan dan pembayaran layanan logistik, memantau pergerakan kapal, kontainer, dan kargo secara real-time, serta melakukan satu kali pengajuan dokumen untuk mengakses berbagai layanan dalam rantai logistik. Platform ini juga mendukung optimalisasi kapasitas logistik serta pemanfaatan data dan analitik untuk mendukung pengambilan keputusan.
Layanan tersebut dikembangkan melalui empat solusi digital yang saling terhubung, yakni AdhaOrder, AdhaTrack, AdhaAccess, dan AdhaStore. Dalam operasionalnya, Pelindo menugaskan PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) sebagai operator platform ADHARA.
Konektivitas Terpadu
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Mohamad Risal Wasal mengatakan keterpaduan dan keberlanjutan konektivitas menjadi bagian penting dalam mendukung sistem logistik nasional.
“Konektivitas itu harus terpadu, terintegrasi, dan juga berkelanjutan. Ada aksesnya, ada keberlanjutannya, dan ada ketahanannya. Kami sudah melihat bagaimana ADHARA diperkenalkan. Semoga dengan adanya ADHARA ini, berbagai persoalan yang sudah terjadi dapat diselesaikan dan integrasi antarsektor bisa semakin baik,” ungkap Risal.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama ILCS, Natal Iman Ginting mengatakan ADHARA dikembangkan dengan prinsip keterbukaan, netralitas, keamanan, dan pemanfaatan teknologi untuk mendorong kolaborasi dalam ekosistem maritim dan logistik.
“ADHARA adalah platform yang open, terbuka bagi seluruh ekosistem; neutral, tidak mengutamakan pihak tertentu; secure, dengan keamanan data yang terjaga; dan yang lebih penting, smart,” ujar Natal.
Pengembangan ADHARA menjadi bagian dari agenda transformasi Pelindo yang selaras dengan arah transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk semakin efisien, terintegrasi, dan berdaya saing melalui penguatan kolaborasi serta pemanfaatan teknologi digital. Melalui keterhubungan antarsistem dan antarpelaku, ADHARA diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem kepelabuhanan dan logistik yang semakin terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Buka Peluang Kolaborasi
Salah satu early adopter ADHARA, PT Meratus Line, menilai keterhubungan antarpelaku melalui platform digital dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Kolaborasi ini dapat menciptakan layanan yang lebih end-to-end, mempercepat proses, sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan solusi baru yang sebelumnya mungkin sulit dilakukan,” ujar Heri Cahyono, GM Operation Liner & Terminal Nusantara PT Meratus Line.
Melalui ADHARA, Pelindo berharap semakin banyak sistem, layanan, dan pelaku dalam rantai logistik dapat terhubung sehingga proses logistik menjadi lebih sederhana, transparan, dan efisien. (Riz/oryza)











