- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
IMW 2025, Jurus Pelindo Majukan Maritim Asia, Perluas Kemitraan Global dan 4 Pilar Strategis

Keterangan Gambar : Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menyampaikan strategi Pelindo dalam event Indonesia Maritime Week (IMW) 2025 pada sesi panel utama bertema 'Advancing Asian Maritime: Connectivity, Digitalization, and Sustainability'. Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus melanjutkan langkah transformasinya dengan mengimplementasikan kerangka strategis berbasis empat pilar utama yaitu transformasi organisasi, transformasi operasional, konektivitas industri, dan kemitraan global.
Strategi ini diungkapkan oleh Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, dalam event Indonesia Maritime Week (IMW) 2025 pada sesi panel utama bertema 'Advancing Asian Maritime: Connectivity, Digitalization, and Sustainability'. Gelaran IMW 2025 berlangsung mulai 26 Mei hingga 28 Mei 2025.
Baca Lainnya :
- Pemuda Potensial Kembangkan Budidaya Inovatif, KKP Gandeng Petambak Muda0
- Ayo Daftar! KKP Bangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih 2025, Ini Kriterianya0
- Buka Indonesia Maritime Week 2025, Menteri AHY: Jadikan Sektor Kelautan Penggerak Utama Ekonomi0
- Forum LME Athena Ke-24, Indonesia Angkat Capaian Program PIK dan Program Nelayan Kecil0
- Indikasi Geografis Dongkrak Daya Saing Global, Produk Kelautan Indonesia Kian Berkilau0
Dijelaskan Arif, pasca-merger Pelindo telah mengimplementasikan kerangka strategis berbasis empat pilar utama. Arif memaparkan bahwa Pelindo kini beroperasi berdasarkan lini bisnis, bukan lagi wilayah.
"Kami percaya, maritim Asia tidak bisa dibangun tanpa transformasi menyeluruh. Sejak merger, Pelindo mengusung empat pilar strategi utama: transformasi organisasi, transformasi operasional, konektivitas industri, dan kemitraan global,” ujar Arif.
"Kami bertransformasi dari model berbasis wilayah menjadi berbasis lini bisnis, sehingga setiap subholding — kontainer, non-kontainer, marine, dan logistik — dapat fokus pada peningkatan layanan yang lebih spesifik dan profesional," sambung Arif.
Transformasi operasional mencakup digitalisasi dan standarisasi layanan dan efisiensi waktu di seluruh pelabuhan. "Kami ingin memastikan setiap titik pelabuhan di Indonesia siap menyambut peningkatan trafik dan tuntutan global,” tegas Arif.
“Sebagai perusahaan jasa, prioritas kami adalah memastikan seluruh pelabuhan di Indonesia beroperasi secara efisien dan siap menghadapi peningkatan trafik. Di Sorong, misalnya, waktu sandar rata-rata telah berhasil kami pangkas hingga 66%, dari 72 jam menjadi hanya 24 jam,” ungkap Arif.
Pada sesi ini, selain Arif hadir pula Sekjen International Maritime Organization (IMO) Arsenio Dominguez, Sekjen Kemenhub Antoni Arif Priadi, serta Direktur Keuangan PIS Diah Kurniawati.
Arif mengaku optimistis terhadap masa depan maritim Asia. Dengan lebih dari 60% jalur pelayaran dunia melintasi Asia, ia menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi simpul penting dalam konektivitas regional. Pelindo siap menjadi tulang punggung konektivitas maritim Asia.
“Dengan pelayanan pelabuhan yang efisien dan berstandar global, Indonesia akan menjadi simpul penting dalam konektivitas maritim Asia. Untuk mewujudkan hal ini, Pelindo terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” tandas Arif.
Menteri AHY
IMW 2025 adalah ajang internasional yang mempertemukan pelaku industri, pembuat kebijakan, akademisi, dan inovator dalam ekosistem maritim global yang pertama kali digelar Indonesia.
Acara IMW 2025 dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Senin (26/5/2025). Dalam sambutannya, AHY menekankan sektor maritim memegang peranan vital dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Dikatakan AHY, Indonesia memiliki potensi luar biasa di sektor kemaritiman. Ajang IMW 2025 menurut AHY menjadi momentum kita bersama untuk membangun konektivitas, memperkuat keberlanjutan, dan mengadopsi digitalisasi di seluruh rantai nilai industri maritim. (Arry/Oryza)











