- Kunjungi Pulau Terluar, Dankodaeral VII Tegaskan Komitmen TNI AL Jaga Kedaulatan dan Keamanan Perbatasan NKRI
- Seskoal Gandeng Pemkot Jaksel Menggelar ASRI, Bersih-bersih Sampah dan Ikan Sapu-sapu di Setu Babakan
- KKP Mediasi Sengketa Pemanfaatan Ruang Laut di Sumbawa Barat, Masyarakat dan Pengelola Hotel Sepakat Damai
- KKP Pastikan Aksi Iklim Karbon Biru Berbasis Data dan Sains
- KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Ajak Percepat Jaringan Energi dan Ketahanan Pangan
- Tim F1QR Lanal Lampung Gagalkan Penyelundupan 620 Ekor Burung Aneka Jenis
- Baharkam Polri Sosialisasi Pra-Audit Pra-Audit Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas di PT Timah Tbk
- Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Filipina
- Siaga Hadapi Ancaman Udara, KRI Teluk Sibolga-536 Satfib Koarmada I Asah Kemampuan Tempur
- Tingkatkan Pelayanan dan Pendapatan Negara di Sektor Maritim, Kemenhub Tandatangani Perjanjian Konsesi Strategis dengan Pelindo
Heboh Kapal Tanker Pertamina Dicegat Greenpeace di Perairan Denmark

Keterangan Gambar : Foto: dok. Pertamina
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA: Publik Indonesia dihebohkan dengan peristiwa dicegatnya Kapal Pertamina Prime, yang dimiliki PT Pertamina International Shipping (PIS), oleh aktivis Greenpeace saat berada di lepas pantai Denmark.
Peristiwa ini terjadi sepekan lalu. Namun baru diberitakan sejumlah media asing, Minggu (3/4/2022) lalu dikutip oleh media-media di Indonesia pada Senin dan Selasa (5/4/2022).
Seperti dikutip Reuters dan France 24 dari AFP, ada dua tanker yaitu tanker Pertamina Prime dan Seaoath yang hendak transfer minyak sebesar 100 ribu ton dari Rusia pada pukul 11.00 waktu setempat.
Baca Lainnya :
- Menhub Targetkan PNBP Rp8,5 Triliun, Ini Kata Anggota DPR0
- Fakarich, Guru Crazy Rich Indra Kenz Ditahan Bareskrim Polri0
- Nah Lho! Distributor dan Pengecer Minyak Goreng Diawasi 24 Jam Oleh Satgas Polri dan Kemenperin0
- Asyik... Perjalanan Historis Naik Kereta dari Bogor-Sukabumi Bakal Terwujud0
- Pemudik Diminta Jujur, Satgas Covid-19 Akan Lakukan Pemeriksaan Acak0
Serombongan anggota Greenpeace menggunakan kayak dan berenang memblokir pengiriman karena protes ke serangan Moskow terhadap Ukraina. Mereka membawa spanduk yang menyerukan "berhenti mengobarkan perang" dan melukis "Perang Bahan Bakar Minyak" di lambung Pertamina Prime.
"Pada pukul 11:00 (waktu setempat) para aktivis mulai memblokade supertanker Pertamina Prime, mencegah kapal lain Seaoath mendekatinya dan memblokir pengiriman minyak," kata Juru Bicara Greenpeace Emma Oehlenschlager. "Baru kali ini kami berhasil menghentikan pengiriman. Dalam kasus lain, kapal tanker dialihkan atau dipercepat."
"Mereka (para aktivis) sekarang akan mempertahankan blokade selama mungkin untuk memastikan kapal tidak bisa saling berdekatan untuk melakukan transfer," sambung dia.
Greenpeace mengklaim telah melacak 299 kapal tanker yang membawa minyak dan gas dari Rusia. Sebanyak 132 kapal menuju ke Eropa.
"Sangat memalukan bahwa kita terus mendanai perang dengan membeli bahan bakar fosil Rusia. Ini terjadi di Denmark. Mereka seharusnya tidak diizinkan berada di sini," kata aktivis Greenpeace Gustav Martner.
"Kami akan tinggal sampai politisi bertindak."
Pertamina Prime sendiri memang mengumpulkan minyak mentah dari beberapa kapal tanker di Laut Denmark. Kapal tanker ini akan berlayar ke China setelah transfer minyak selesai. Dikabarkan, kapal Pertamina berlayar ke China sehari setelah kejadian.(Riz/Oriz)











