- Jalin Kebersamaan Nuansa Ramadhan Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Stakeholder
- Arus Logistik Jelang Lebaran 2026 Melonjak, Ini Strategi Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
- Kemenhub Kerahkan 841 Kapal Angkutan Lebaran 2026, Kapasitas 3,2 Penumpang
- Sindikat Penyelundup Sisik Trenggiling Senilai Rp180 Miliar di Pelabuhan Tanjung Priok Dibongkar Pet
- Pelindo Regional 2 Pelabuhan Ciwandan Uji Sandar Kapal, Persiapan Hadapi Mudik Lebaran 2026
- Mudik Gratis IPC TPK Bersama Pelindo Group Aman dan Nyaman
- Semangat Ramadhan IPC TPK Bagi 1600 Takjil di Pelabuhan
- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
Gagal Penyelundupan Ribuan Baby Lobster, Pelaku Keburu Dibekuk Tim SFQR TNI AL

Keterangan Gambar : Tim Satgas SFQR Lanal Banyuwangi menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) atau Baby Lobster. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANYUWANGI: Tim Satgas Second Fleet Quick Renponse (SFQR) Lanal Banyuwangi, menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) sebanyak 9.244 ekor sekaligus menangkap terduga pelaku penyelundupan di wilayah Grajagan Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (2/6/2024).
Penangkapan terduga pelaku berawal saat anggota tim Satgas memantau adanya kegiatan yang mencurigakan di salah satu rumah warga di Grajagan. Tim akhirnya mendapatkan keyakinan bahwa ada benih lobster yang akan diselundupkan ke luar wilayah Banyuwangi.
Baca Lainnya :
- Buronan Kakap Thailand Diringkus Polri di Bali, Ini Kejahatannya0
- Dor.. dor! Sindikat Narkoba Internasional Dilibas Tim F1QR di Perairan Tembilik, Diupah Rp 35 Juta0
- Tim SFQR TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ballpress di Nunukan0
- Pulang ke Indonesia Lewat Jalur Ilegal, TKI Digelandang Tim F1QR0
- Komplotan Perompak Digulung Hantu Laut Lanal Timika0
Dengan cepat tim Satgas mengambil langkah pencegahan dengan melakukan penyergapan pelaku sebelum keluar wilayah Banyuwangi. Dua orang terduga pelaku berinisial HS (46 th) dan MS (63 th) yang membawa barang bukti benih lobster jenis pasir sebanyak 9.244 ekor yang dikemas ke dalam 46 kantong plastik menggunakan mobil sedan warna hitam, berhasil diamankan.
HS dan MS merupakan kurir yang bertugas mengantarkan barang kepada seseorang dengan inisial IR alias DO. Upaya memancing penerima barang (IR) sudah dilakukan namun IR tidak muncul, sehingga HS dan MS tersangka pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Mako Lanal Banyuwangi untuk ditindak lanjuti.
Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Satgas tersebut salah satu tugasnya adalah memantau setiap kegiatan penangkapan benih lobster di wilayah kerja Lanal Banyuwangi, khususnya di perairan wilayah selatan antara lain Grajagan, Rajegwesi, Pancer sampai Puger Jember. Wilayah Banyuwangi merupakan salah satu wilayah penghasil benih lobster.
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk meningkatkan respon cepat terhadap segala informasi yang diterima, khususnya dalam hal ini pelanggaran tindak ilegal penyelundupan BBL di wilayah pelayaran Indonesia. (Arry/Oryza)











