- Ladokgi TNI AL Peduli Kesehatan Lansia
- Setetes Darah untuk Kehidupan, Bakes Lanudal Jakarta di HUT ke-70 Penerbangan TNI AL
- Atraksi Budaya Nusantara Tim KJK 2026 di KRI Bima Suci Memukau Pejabat di Busan Korea Selatan
- 6 Pati TNI AL Berganti Jabatan
- Hari Lingkungan Hidup, PELNI Gelar Penghijauan dan Daur Ulang Limbah
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL Tiba di Busan, Bawa Misi Diplomasi Maritim Indonesia
- KKP Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
- KKP Sergap Kapal Asing MV Silver Island, Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
- Jelang Libur Sekolah 2026 Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Ternate
- Amanah Jabatan dan Rasa Malu
Dor! Tembakan Tim F1QR Lanal Dumai Hentikan Laju Speed Boat Berisi 19 PMI Ilegal

Keterangan Gambar : Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris mengungkapkan kasus upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural yang digagalkan Lanal Dumai. Sebanyak 19 PMI dan 2 orang yang membawa mereka diamankan. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BENGKALIS: Penyelundupan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia kembali digagalkan TNI AL. Kali ini sebanyak 19 calon PMI dan 2 penyalur ditangkap Tim F1QR Lanal Dumai.
Sebanyak 19 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural beserta 2 orang pelaku Tindak Pidana Penyeludupan Manusia (TPPM) diamankan di perairan Selat Morong Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau pada Kamis (8/5/2025).Selain itu
dan 1 unit speed boat dengan 3 mesin juga diamankan.
Baca Lainnya :
- Bongkar Judi Online, Bareskrim Polri Sita Rp530 Miliar TPPU dari 2 Tersangka0
- Bongkar Judi Online, Bareskrim Polri Sita Rp530 Miliar TPPU dari 2 Tersangka0
- Bongkar Judi Online, Bareskrim Polri Sita Rp530 Miliar TPPU dari 2 Tersangka0
- Penyelundupan Ballpress Senilai Rp780 Juta dari Malaysia Digagalkan Lanal Tolitoli0
- Tim F1QR TNI AL Kembali Gagalkan Penyelundupan 42 Orang PMI, Nakhoda Kapal Kabur0
Terungkapnya upaya penyelundupan PMI ini berawal dari informasi jaring di lapangan. Informasi tersebut terkait adanya rencana pemberangkatan calon PMI non prosedural melalui jalur ilegal menuju Malaysia. Sesuai perintah dari Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P) Abdul Haris, tim gabungan kemudian melakukan koordinasi, briefing, dan perencanaan untuk melaksanakan penindakan.
Tim gabungan melakukan pengejaran dan melepaskan tembakan peringatan ke atas, namun speed boat tersebut tetap melaju. Tim kemudian melakukan penembakan ke arah mesin speed boat, sehingga speed boat tersebut dapat dihentikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa 19 orang calon PMI non prosedural tersebut ditempatkan di penampungan milik JP yang berlokasi di Desa Teluk Lecah Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Selanjutnya mereka berangkat menuju Malaysia melalui perairan Teluk Lecah menggunakan speed boat mesin tempel 3 unit. Dua orang ABK yang diduga pelaku TPPM berinisial 'K' dan 'J' mengaku memperoleh bayaran Rp3,5 juta per orang untuk mengantar calon PMI ke Malaysia.
Ke-19 orang calon PMI non prosedural tersebut berasal dari berbagai daerah, antara lain Riau, Aceh, Lampung, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Mereka memilih jalur ilegal karena paspor yang sudah mati dan tidak bisa diperpanjang atau blacklist.
Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris dalam penjelasannya di Mako Lanal Dumai pada Kamis (8/5/2025) mengatakan, 2 orang diduga pelaku TPPM akan diserahkan kepada Polda Riau untuk proses lebih lanjut.
Sementara itu, ke-19 orang calon PMI non prosedural akan diserahkan kepada pihak Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Dumai untuk proses repatriasi dan reintegrasi.
Pengungkapan kasus ini merupakan implementasi dari Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang selalu menekankan kepada seluruh Prajurit TNI AL, agar meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan terhadap tindak pidana di laut yang mungkin datang dari luar atau dalam Perairan Indonesia. (Bow/Oryza)











