- Mudik Gratis IPC TPK Bersama Pelindo Group Aman dan Nyaman
- Semangat Ramadhan IPC TPK Bagi 1600 Takjil di Pelabuhan
- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
Bongkar Judi Online, Bareskrim Polri Sita Rp530 Miliar TPPU dari 2 Tersangka

Keterangan Gambar : Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada menjelaskan kasus judi online yang menjerat dua tersangka. Foto: Humas Polri
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Polri menyita total aset senilai lebih dari Rp530 miliar dari dua tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Kasus judi online. Dua tersangka yang ditangkap, OHW dan H, dituduh menjalankan bisnis fiktif di bawah kedok perusahaan teknologi.
Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada mengatakan, uang hasil judi online disamarkan melalui perusahaan PT A2Z Solusindo Teknologi dan anak perusahaannya, PT TGC.
Mereka memproses transaksi dari 12 situs judi menggunakan teknologi pembayaran digital. Uang tersebut kemudian digunakan sejak tahun 2019 untuk kebutuhan pribadi dan pembelian obligasi.
Baca Lainnya :
- Bongkar Judi Online, Bareskrim Polri Sita Rp530 Miliar TPPU dari 2 Tersangka0
- Bongkar Judi Online, Bareskrim Polri Sita Rp530 Miliar TPPU dari 2 Tersangka0
- Penyelundupan Ballpress Senilai Rp780 Juta dari Malaysia Digagalkan Lanal Tolitoli0
- Tim F1QR TNI AL Kembali Gagalkan Penyelundupan 42 Orang PMI, Nakhoda Kapal Kabur0
- Penyelundupan 14 Karung Balpres Lewat Nunukan Digagalkan Prajurit SFQR dan Tim Gabungan0
“Uang dari deposit dan withdraw dikumpulkan lalu dimasukkan ke rekening nominee untuk menyulitkan pelacakan,” jelas Wahyu di Gedung Bareskrim, Rabu (7/5/2025).
Dari hasil penggeledahan dan penyidikan, Polri menyita 4.656 rekening di 22 bank senilai Rp250,5 miliar, serta obligasi Rp276,5 miliar. Empat unit mobil turut disita, termasuk satu mobil Mercedes Benz dan tiga unit merek BYD.
Ttersangka dijerat Pasal 4 UU No. 8 Tahun 2010 tentang TPPU.
Mantan Kapolda Aceh ini mengimbau masyarakat agar tidak tergiur praktik judi online yang kian marak dan merugikan secara ekonomi maupun psikologis.
Dua Tersangka
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil judi online. Keduanya, OHW dan H mendirikan perusahaan cangkang untuk menyamarkan aliran dana dari aktivitas judi.
Komjen Pol Wahyu Widada mengungkapkan, OHW menjabat sebagai komisaris PT A2Z Solusindo Teknologi, sementara H sebagai direktur. Perusahaan tersebut bergerak di bidang teknologi informasi, namun digunakan sebagai kedok untuk memfasilitasi transaksi ilegal.
“Baru tadi malam (Selasa malam) kami menangkap dua orang tersangka yang mendirikan serta menjalankan perusahaan cangkang,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, melalui anak perusahaan PT A2Z, yakni PT TGC, para tersangka memproses pembayaran dari 12 situs judi online menggunakan payment gateway digital. Situs-situs tersebut termasuk ArenaSl*t77, T*gel77, R*yal77VIP, dan lainnya.
Dana hasil judi tersebut kemudian dikumpulkan melalui rekening nominee dan perusahaan cangkang agar tidak mudah dilacak. Total uang yang berhasil disita mencapai Rp530 miliar lebih, termasuk rekening dari 22 bank, obligasi, dan empat unit kendaraan.
Kedua tersangka dijerat Pasal 4 UU No. 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak tergiur praktik judi online yang kian marak dan merugikan secara ekonomi maupun psikologis. (Bow/Oryza)











