- 6 Ton Pasir Timah Selundupan Dicegat TNI AL di Kawasan Ancol
- Genjot Swasembada Garam Nasional, KKP Gandeng PT Garam Kelola K-SIGN Rote Ndao
- Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Bangun Kolaborasi Nasional
- PT Pelindo Terminal Petikemas dan TTL Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Nelayan
- Kodaeral XII Gagalkan Pengiriman Kayu Ilegal di Pelabuhan Panglima Utar
- Berlayar Mengarungi Belahan Bumi, KRI Bima Suci Berlabuh di Manila
- Bakti Kesehatan di Papua, Uluran Tangan TNI AL untuk Masyarakat Pedalaman
- Tahun Baru Islam 1448 H, Danseskoal: Jadikan Semangat Muharram untuk Perubahan Menuju Indonesia Maju
- PELNI Angkut Lebih dari 335 Ribu Ton Batubara pada Semester I 2026
- Kapal HSG Angkut 3,8 Ton Timah Ilegal Disergap TNI AL di Bangka Belitung
Distribusi via Kereta Api Meningkat, Sistem Logistik Ikan Nasional Lebih Efisien

Keterangan Gambar : KKP mengapresiasi kerjasama Kereta Api Logistik dalam distribusi produk perikanan. Foto: Humas KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut pertumbuhan distribusi komoditas perikanan melalui jalur kereta api terus meningkat.
KKP pun mengapresiasi dukungan kerja sama Kereta Api Logistik (Kalog) dalam memfasilitasi pelaksanaan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN).
"Distribusi produk perikanan tepat waktu, tepat kuantitas, tepat kualitas, dan tepat lokasi dengan biaya yang lebih efisien ini yang harus kita pegang," ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistiyo dalam siaran tertulis dikutip Minggu (16/7/2023).
Budi mengatakan koordinasi dengan Kalog pun terus dilakukan mengingat kedua lembaga tersebut telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) sejak Oktober 2022.
Baca Lainnya :
- Genjot Produktivitas dan Layanan Pelabuhan, SPSL Lakukan Tansformasi di Makassar0
- Dilepas Laksda TNI Julius Widjojono, Fun Walk PWI Pusat HUT IKWI ke-62 Meriah0
- Sukseskan Pesta Rakyat Festival Danau Sunter 2023, Kolinlamil Kerahkan Sumber Daya0
- Dermaga JICT Barat Bakal Ditinggikan, Panglima Kolinlamil Terima Paparan Pelindo0
- SIMLALA Dirancang Memudahkan Pelayanan Satu Pintu Internasional dan Domestik Pelabuhan0
Adapun SLIN bertujuan untuk membangun dan mengembangkan sistem manajemen rantai pasokan produk perikanan hulu-hilir yang terintegrasi, efektif dan efisien. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan stabilisasi sistem produksi perikanan di Indonesia.
"Termasuk juga untuk pengendalian disparitas harga, pemenuhan kebutuhan konsumsi dan industri dalam negeri serta ekspor," sambungnya.
MUATAN PRODUK PERIKANAN
Sementara Dirut Kalog Ahmad Malik Syah menyebut telah terjadi peningkatan muatan produk perikanan. Jika di tahun 2022 rata-rata pengiriman sebesar 183 teus, meningkat jadi 230 teus di tahun 2023.
Saat ini, Kalog telah membangun Cold Storage berkapasatias 5 ton di 6 stasiun yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Banyuwangi. Fasilitas tersebut digunakan sebagai gudang penyimpanan sementara, sebelum pengangkutan dengan kereta api untuk produk perikanan, maupun produk yang membutuhkan penanganan dingin.
"Ini bagian dari implementasi Rencana Aksi PKS Kalog dengan KKP, dan alhamdulillah telah terjadi peningkatan rata-rata pengangkutan," terang Malik.
Rencana, Kalog juga akan mengembangkan bisnis dalam rangka mendukung distribusi produk perikanan di 5 titik Stasiun Kereta Api yaitu: Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta Gudang, Lagoa – Jakarta, Klari – Karawang, dan Ronggowarsito – Semarang.
"Kami juga akan jadikan Stasiun Klari sebagai salah satu pusat konsolidasi untuk mendukung distribusi produk perikanan," terang Malik.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan salah satunya adalah Penangkapan Ikan Terukur berbasis kuota dan zona penangkapan.
Hal ini tentu saja ini membutuhkan penguatan logistik ikan dan konektivitas antar wilayah. Dengan dukungan Kereta Api sebagai salah satu moda transportasi maka akan sangat membantu KKP dalam mendistribusikan produk kelautan dan perikanan. (Ari/Oryza)











