- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Blaar.. Ledakan Pemusnahan Amunisi Menelan 13 Korban Jiwa, Kolonel, Mayor TNI dan 2 Tamtama Gugur

Keterangan Gambar : Ilustrasi ledakan disertai kobaran api. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimemews.com (IMN), GARUT: Insiden mengerikan terjadi saat pemusnahan amunisi kadaluarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025) pagi. Ledakan dasyat terjadi hingga mengakibatkan 12 orang tewas, termasuk dua perwira TNI AD berpangkat kolonel dan mayor serya 2 Tamtama
Data yang beredar di kalangan media, 13 korban yang meninggal dunia terdiri dari 2 perwira TNI, 2 Tamtama dan 9 warga sipil yaitu:
1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan
2. Mayor Cpl Anda Rohanda
3. Kopda Eri Priambodo
4. Pratu Apriyo Hermawan.
5. Agus Bin Kasmin
6. Ipan Bin Obur
7. Anwar Bin Inon
8. Iyus Ibing Bin Inon
9. Iyus Rizal Bin Saepuloh
10. Toto
11. Dadang
12. Rustiawan
13. Endang.
Baca Lainnya :
- Jajal Kemampuan, Prajurit Petarung Batalyon Kapa 2 Marinir Mengemudi di Laut0
- Riangnya Masyarakat Sambangi Sarang Petarung Marinir, Tua Muda Jajal Naik Ranpur TNI AL0
- Kontribusi Pelindo Petikemas Setor ke Negara Rp1,94 Triliun0
- Upacara di Kapal Perang, Tongkat Komando KRI Keris-624 dan KRI Ajak-653 Beralih0
- Pangkalan TNI AL Segera Dibangun di Madura, Gerbang Vital Alur Perdagangan Internasional0
Informasi yang diperoleh, lokasi peledakan amunisi kadaluarsa tersebut merupakan kawasan pantai yang steril dan jauh dari pemukiman warga. Ketika sedang dilaksanakan pemusnahan, lokasi itu juga dijaga ketat. Semua korban dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk. Belum ada penjelasan rinci apakah ada korban luka-luka selain korban jiwa.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat dikonfirmasi oleh awak media mengakui adanya peristiwa tersebut. Namun ia belum menjelaskan secara rinci.
”Benar terjadi kejadian tersebut, kejadianya sedang diinvestigasi,” kata Maruli.
Sementara itu Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan juga mengakui adanya peristiwa tersebut.
"Benar kejadian tersebut dan jumlah korban yg disampaikan oleh Pasi Intel. Keterangan masih dari pasi intel Kodim," kata Hendra.
Hal senada juga dikataka Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin. Ia belum bisa menjelaskan secara rinci soal kejadian tersebut.
Menhan Berduka
Sementara itu Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan duka cita atas insiden yang merenggut 11 korban jiwa tersebut.
”Terkait insiden ledakan saat pemusnahan amunisi di Garut hari ini, Menhan Republik Indonesia turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya beberapa prajurit TNI dan warga sipil,” ungkap Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas.
Ia juga menyatakan bahwa Menhan Sjafrie memastikan proses investigasi harus dilakukan dan sesuai dengan prosedur keamanan yang berlaku.
”Saat ini proses investigasi sedang dilakukan. Selama investigasi akan terus memedomani prosedur keamanan yang berlaku,” tandasnya. (Bow/Oryza)











