- Disandera Militer Israel, 9 WNI Ditendang, Dipukul, Disetrum
- 9 WNI Disandera Israel Akhirnya Dibebaskan, Menlu Sugiono: Pemerintah Mengecam Perlakuan Tidak Manusiawi
- Bagaimana Keterlambatan Kecil Menjelma Menjadi Pengeluaran Nasional?
- Diwisuda Kasal, 240 Perwira Remaja AAL Calon Pemimpin Masa Depan Siap Mengabdi
- Dibawa Naik Kapal Perang KRI Marlin-877 di Kepulauan Selayar, Bocah TK Kepingin Jadi Tentara
- Awal Triwulan II 2026, IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif
- PELNI Sabet CSR Award 2026: Sukses Berdayakan Warga Desa dan Dorong Ekonomi Masyarakat di Cianjur
- Perkuat Kerja Sama Maritim, Petinggi Angkatan Laut Singapura Temui Wakasal
- Jelang Iduladha 2026, Pelindo Petikemas dan Pemkot Surabaya Pastikan Hewan Kurban Sehat
- PT Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Pengayaan Diversivikasi Tumbuhan
Disandera Militer Israel, 9 WNI Ditendang, Dipukul, Disetrum

Keterangan Gambar : Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul, Darianto Harsono menjelaskan kondisi terkini 9 WNI. Foto: tangkapan layar
Indonesiamaritimenews.com (IMN), ISTANBUL: Penyiksaan keji dialami oleh 9 warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla yang sempat ditangkap Israel. Mereka kini telah dibebaskan dan tiba di Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026) waktu setempat.
Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul, Darianto Harsono menjelaskan kondisi terkini 9 WNI tersebut bersama-sama kesembilan orang tersebut, yang videonya diunggah oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam akun Instagramnya, Jumat (22/5/2026).
"Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla), telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat," kata Darianto.
Baca Lainnya :
- 9 WNI Disandera Israel Akhirnya Dibebaskan, Menlu Sugiono: Pemerintah Mengecam Perlakuan Tidak Manusiawi0
- KKP Berhasil Tembus Hambatan Ekspor Rajungan ke Pasar Amerika0
- PWI Pusat Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia Oleh Israel0
- Kapal Perang Fregat Kerajaan Belanda HNLMS DE RUYTER F 804 Memasuki Indonesia0
- Lanal Tegal Tanam 10.000 Bibit Mangrove, Warga Pesisir Brebes Dibagikan Sembako 0
Kesembilan WNI tersebut kata Daryanto mengalami kekerasan fisik mulai ditendang hingga disetrum saat ditahan Israel. "Mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik, ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum," jelas Darianto. "Nanti kami akan mengupayakan kepulangan saudara-saudara kita ke Tanah Air dalam kesempatan pertama," katanya.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri, Sugiono mengumumkan 9 WNI yang ditahan militer Israel sudah dibebaskan dan dalam perjalanan menuju Turki sebelum kembali ke Tanah Air.
Para WNI relawan Flotilla tersebut tiba di Istanbul pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat menggunakan pesawat yang difasilitasi oleh otoritas Turki. Tiba di Istanbul, mereka sempat melakukan video call dengan Sugiono.
"Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call," kata Sugiono.
Apresiasi Pemerintah Indonesia
Atas nama pemerintah Indonesia, Sugiono menyampaikan terimakasih setinggi-tingginya kepada pemerintah Turki. "Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Turki, atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan," ucap Menlu Sugiono.
Perkembangan positif ini, sambung Sugiono, merupakan buah kerja keras dan koordinasi yang dilakukan pemerintah Indonesia secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0.
"Kemlu melalui Direktorat Perlindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Aman dan KJRI Istambul serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia," urai Sugiono.
Mengecam Keras
Menteri Sugiono menegaskan, pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan keji Israel. "Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan atas perlakukan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan," tegas Sugiono.
"Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan sebuah pelanggaran serius terhadap hukum humater internasional yang tidak dapat ditoleransi," tukas Sugiono.
Pemerintah Indonesia akan terus mengawal hingga seluruh WNI kembali ke Tanah Air dengan selamat. "Kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh warga negara Indonesia yabg telah mendoakan keselamatan para saudara-saudara kita yang ditangkap ini, dan terima kasih juga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas arahannya sehingga proses ini bisa berlangsung lancar," tandas Sugiono.
Misi Kemanusiaan
Seperti diketahui, 9 WNI warga negara Indonesia (WNI) yang mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina, ditangkap oleh pasukan Israel.
Mereka tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dan mengikuti misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Mereka sedang menjalankan misi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina bersama ratusan aktivis dari berbagai negara. Kesembilan WNI tersebut di antaranya jurnalis yaitu:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat), Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqsa), Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171), Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (Republika), Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), Kapal Ozgurluk
9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI), Kapal Ozgurluk
Kesembilan WNI ini mengalami penyiksaan selama disandera oleh militer Israel. (Bow/Mar)











