- 1,3 Ton Ketamin Hasil Tangkapan KRI Kerambit-627 Dimusnahkan
- Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin Dievakuasi 212 Orang, Data Manifest 131 Penumpang
- KMP Putri Yasmin Terbakar, Menhub: Kondisi Kapal Laik Laut, Tunggu Investigasi KNKT
- KMP Putri Yasmin Terbakar, Situasi Mencekam Saat Penumpang Terombang-ambing di Laut
- KMP Putri Yasmin Terbakar, TNI AL Kerahkan 2 Kapal, 17 Korban Dievakuasi
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Bawa 131 Penumpang
- 1.286 Telur Penyu Diselamatkan di Sambas, KKP: Dukung Kelestarian Ekosistem Laut
- FIFA ASEAN Cup 2026, Polri Siapkan Pengamanan Ketat
- Jalasenastri Run 2026, Ribuan Peserta Disuguhi Pemandangan Kapal Perang Koarmada II
- 46.160 Peserta MagangHub Angkatan II Batch 1 Mulai Bekerja
1,3 Ton Ketamin Hasil Tangkapan KRI Kerambit-627 Dimusnahkan

Keterangan Gambar : Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama sejumlah pejabat negara menghadiri pemusnahan barang bukti 1,3 ton Ketamin di Batam. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (BATAM) : Menkopolkam Djamari Chaniago bersama para pejabat negara memusnahkan barang bukti 1,3 ton narkoba jenis ketamin hasil tangkapan KRI Kerambit-627, Rabu (12/8/2026).
Barang haram tersebut hasil tangkapan Tim Gabungan TNI Angkatan Laut bersama Polri, Bea Cukai, BNN, Dan BIN pada 6 Agustus 2026 lalu di perairan Kepulauan Riau. Acara pemusnahan barang bukti tersebut dilaksanakan di Mako Kodaeral IV, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (12/8/2026).
Sejumlah pejabat negara hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
Baca Lainnya :
- Lanal Lampung Gagalkan Upaya Penyelundupan Miras di Pelabuhan Bakauheni0
- Bawa 1,3 Ton Narkoba, Kapal Berbendera Tanzania MV King Sun Disergap KRI Kerambit-6270
- IPC TPK-Kejari Jakut Perpanjang Kerja Sama Hukum0
- 5 Motor Harley Pretelan dari China Diselundupkan Lewat Tanjung Priok0
- Modus Keramba Apung, Penyelundupan 1,6 Ton Pasir Timah Digagalkan TNI AL0
- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago
- Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian
- Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto
- Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali
- Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono
- Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama
- Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko
- Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Kepala BP Batam Amsakar Achmad, serta unsur Forkopimda Provinsi Kepri dan Kota Batam
- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar
Menkopolkam RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan, keberhasilan pengungkapan ketamin dalam jumlah besar tersebut merupakan hasil kerja bersama. Sinergi TNI, Polri, BNN, Bea dan Cukai, unsur intelijen, pemerintah daerah, serta seluruh komponen bangsa dinilai menjadi kunci dalam mendeteksi dan menghentikan jalur penyelundupan lintas negara.
Menkopolkam mengatakan, pemerintah berkomitmen memastikan Indonesia tidak menjadi tempat transit, penyimpanan, maupun pasar bagi jaringan narkotika dan kejahatan transnasional lainnya.
Sementara itu, Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal terhadap sampel, barang bukti yang diamankan adalah ketamin. Saat ini ketamin belum termasuk dalam golongan narkotika sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Namun potensi penyalahgunaan ketamin tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan masyarakat.
Disergap Kapal Perang
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal ketika kapal perang KRI Kerambit-627 mendeteksi MV. King Sun memasuki wilayah Yurisdiksi Indonesia di Perairan Utara Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Selanjutnya dilaksanakan shadowing serta pemeriksaan kapal oleh tim VBSS KRI Kerambit-627.
MV. King Sun kemudian dikawal untuk sandar di dermaga Kodaeral IV dan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam dengan melibatkan unsur TNI AL, Bea Cukai, BNN, BIN, dan Polri. Dalam pemeriksaan tersebut, saat sandar di dermaga, tim gabungan menemukan 65 karung mencurigakan yang disembunyikan di bawah lantai.
“Melalui pemeriksaan dan investigasi yang diperkuat dengan digital forensik serta peralatan khusus milik Bea Cukai, 65 karung tersebut dipastikan berisi ketamine dengan estimasi berat 1,3 ton barang bukti tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomis sekitar Rp2,6 hingga 4,5 triliun," ungkap Kasal
"Atas penangkapan ini, diperkirakan sebanyak 13 juta jiwa terselamatkan dari penyalahgunaan obat terlarang,” ujar Kasal. Saat ini, seluruh ABK masih menjalani pemeriksaan secara intensif guna pengembangan lebih lanjut.
Kasal juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 sampai 2026, TNI AL berperan aktif dalam penegakan hukum di laut dengan berhasil menggagalkan penyelundupan sebanyak 5,3 ton narkoba dan 849,74 ton sumber daya alam pertambangan, yang total jumlahnya jika diakumulasikan ditaksir mencapai Rp30,3 triliun.
Keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden RI Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita-Ke 7, khususnya memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba. TNI AL akan terus hadir dan bertindak tegas dalam menegakkan hukum di laut (Gakkumla) untuk melindungi masyarakat serta menyelamatkan generasi muda bangsa dari bahaya narkotika.
Pemusnahan barang bukti ketamin dilakukan secara simbolis menggunakan mobile incinerator BNN RI serta penandatanganan berita acara pemusnahan. (Arry/Mar)











