- KMP Batumandi Tenggelam, Kemenhub dan ASDP Pastikan Pelabuhan Merak Tetap Normal
- Kemenhub dan Jasa Raharja Pastikan Hak Penumpang KMP Batumandi Pascakebakaran di Perairan Merak
- Kejati dan Pelindo Regional 2 Bengkulu MoU, Fondasi Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan
- Little Harbour di Pelindo Regional 2, Dermaga Aman untuk si-Kecil, Orang Tua Tenang Bekerja
- Kapal Tanker Global 168 Bawa 1 Ton Ketamine Disergap Polri dan BNN di Selat Malaka
- Security, Security, Security, Akhirnya, KMP Batumandi Terbalik dan Tenggelam
- Permanent Make Up Indonesia Festival 2026, Wamenaker Tekankan Pentingnya Sertifikasi Profesi
- Tuntas Pemadaman KMP Batumandi, Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 untuk Pendinginan
- IPC TPK Gandeng Mitra Operasional Deklarasi Pelabuhan Bersih Bebas Pungli
- Heboh Lagi Kebakaran Kapal Berbendera Indonesia: Analisis Kasus Kebakaran KMP Batumandi
Waspadai Ancaman Hibrida di Era Modern, Ini Pesan Penting Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali

Keterangan Gambar : Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan poin penting kepada Perwira Siswa. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Ancaman hibrida yang muncul di era modern saat ini mencakup penggunaan kombinasi kekuatan militer, politik, ekonomi, informasi, dan faktor-faktor non-militer lainnya. Tujuannya, untuk menciptakan kekacauan, mempengaruhi opini publik, serta merusak stabilitas keamanan suatu negara atau wilayah.
Demikian disampaikan oleh Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali saat membuka Seminar Akhir Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal angkatan ke-61 TA 2023. Seminar berlangsung di Auditorium Yos Soedarso, Markas Komando (Mako) Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2023).
Baca Lainnya :
- Duarr.... Torpedo TNI AL Tembak Kapal Selam Musuh di Perairan Sapudi0
- 6 Bulan Pelayaran Muhibah Keliling Dunia, KRI Bima Suci Tiba di Indonesia0
- Indonesia dan Inggris Tingkatkan Kerja Sama Pemetaan Laut0
- Melongok Jam Komandan di Kolinlamil, Laksda TNI Edwin: Jangan Sombong dan Tinggi Hati0
- Netralitas TNI Dalam Pemilu, Komitmen yang Tak Bisa Ditawar-tawar0
Menghadapi ancaman hibrida tersebut, Kasal menegaskan bahwa teknologi informasi harus dikuasai. "Dihadapkan dengan hal tersebut, maka pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi suatu keharusan dan upaya strategis dalam membentengi negara dari ancaman hibrida yang berkembang semakin kompleks di era modern”, tegas Kasal.
Seminar akhir Perwira Siswa ini mengangkat tema “Pemanfaatan Teknologi Informasi Guna Menghadapi Ancaman Hibrida Dalam Rangka Mewujudkan Kepentingan Nasional di Laut”.
Lebih lanjut menurut Kasal, dalam memitigasi ancaman hibrida, diperlukan pendekatan yang komprehensif. Untuk memitigasi hal tersebut, Kasal menggaris bawahi sejumlah poin dalam penanggulangannya.
“Pertama, pengembangan dan peningkatan penggunaan teknologi komunikasi informasi di bidang keamanan dan pengawasan. Kedua keamanan siber, ketiga kerjasama intelijen. Keempat pengembangan kebijakan dan strategi yang adaptif, dan kelima interoperability dan sinergi dengan pemangku kebijakan serta aparat keamanan sipil”, tegas Laksamana TNI Muhammad Ali.
Kegiatan seminar ini dikuti oleh 117 Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-61 yang terdiri 100 Pasis TNI AL, 2 Pasis TNI AD, 2 Pasis TNI AU , 4 Pasis Polri dan 9 Pasis Negara Sahabat dari Amerika, Australia, Arab Saudi, Singapura, Malaysia, India, Srilanka, Pakistan dan Filipina.
Sejumlah pejabat penting dihadirkan sebagai pembicara antara lain: Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi Mayor Jenderal TNI Dominggus Pakel, S.Sos., M.M.S.I. mewakili Kepala BSSN, Asintel Kasal Mayor Jenderal TNI Marinir Suaf Yanu Hardani, Kakordos Seskoal Laksamana Pertama TNI Judijanto S.T., M.Si., MADS, Pengamat Militer dan Akademisi Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati dan Akademisi Bidang Teknologi Informasi Ir. Onno W. Purbo, M.Eng, Ph.D. (Fat/Oryza)











