- IPC TPK Gandeng Mitra Operasional Deklarasi Pelabuhan Bersih Bebas Pungli
- Heboh Lagi Kebakaran Kapal Berbendera Indonesia: Analisis Kasus Kebakaran KMP Batumandi
- Kondisi Kapal KMP Batumandi Kini, Penanganan Korban Luka Bakar, Anak-anak dan Lansia
- Menhub Minta Polri-KNKT Usut Kebakaran KMP Batumandi, Kapolri: Kami akan Selidiki
- Lewat Karirhub, Kemnaker dan Universitas Harkat Negeri Jembatani Kampus dan Industri
- InaSkills 2026 Digelar 26-31 Oktober, Jaring Talenta Keterampilan Nasional
- Jaga Pesisir Pantura, Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Demak
- Jajaran Komisaris PELNI Temui Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali di Mabesal Cilangkap
- KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang Dimangsa Api, TNI AL Kerahkan 3 Kapal dan Tim Kesehatan
- KMP Batumandi Terbakar di Merak, Gubernur Banten Apresiasi Nelayan Sigap Menolong Penumpang
Wakasal Tantang PT CMS Bangun Kapal Hemat Bahan Bakar

Keterangan Gambar : Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono dan Direktur PT. CMS Kriss Pramono saat pelaksanaan First Steel Cutting dan Keel Laying pembangunan 2 (dua) Kapal Patroli Cepat 60 Meter Multiyears TA. Foto: .Dok.Dispenal
Indonesiamaritimenews.com ( IMN)JAKARTA: Kebutuhan bahan bakar kapal perang dalam melaksanakan operasi di tengah situasi ekonomi saat ini cukup tinggi. Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono menantang Industri Pertahanan Dalam Negeri yaitu PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) untuk dapat menciptakan inovasi dalam membangun kapal perang yang hemat bahan bakar.
Wakasal mengungkapkan sampai saat ini TNI AL hanya mampu menggerakkan 50 kapal, dihitung dari bahan bakar yang disiapkan. Rata-rata kapal perang dalam melaksanakan operasi membutuhkan sekitar 15-20 ton, sehingga diperkirakan anggaran yang diperlukan cukup besar.
Hal tersebut diungkapkan Wakasal saat pelaksanaan First Steel Cutting dan Keel Laying pembangunan 2 (dua) Kapal Patroli Cepat 60 Meter Multiyears TA. 2022, 2023, dan 2024 di PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten, Jumat (9/12/2022).
Baca Lainnya :
- 7 Pelabuhan Raih Rapor Hijau, Ini Rinciannya0
- Ribuan Warga Antre Salami Pengantin Kaesang-Erina, Ada Ridwan Kamil dan Anies Baswedan 0
- Seru...Pertemuan Jurnalis Senior Mabes Polri dan Metro Jaya0
- Jaga Stabilitas Keamanan Maritim, TNI AL Perkuat Kerja Sama Militer dengan AL Filipina 0
- Kirab Kereta Kencana Pengantin Kaesang-Erina, Pesta Budaya Rakyat Solo0
Pembangunan kedua kapal ini dipercayakan kepada PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten. Pembangunan kedua kapal tersebut akan diselesaikan selama 26 bulan. Nantinya kedua kapal ini direncanakan akan memperkuat Koarmada III Sorong.

INDUSTRI MARITIM
Keberadaan PT. CMS sebagai salah satu industri pertahanan bidang maritim untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam membangun industri pertahanan dalam negeri.
"Saya kira itu sebuah tantangan demikian juga pesan saya pada teman-teman galangan bahwa, mari sebanyak mungkin kita menggunakan kandungan dalam negeri dalam pembangunan kapal ini. Mungkin peralatan lainnya seperti peralatan komunikasi, maupun peralatan-peralatan kapal yang bisa dibuat oleh pabrikan-pabrikan di Indonesia," kata Laksdya Heri.
Sementara itu, Direktur PT. CMS Kriss Pramono menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PT. CMS untuk membangun kembali 2 Kapal Patroli Cepat 60 M yang ke 10 dan 11. "Saya juga berharap semoga kedepan PT. CMS diberi kepercayaan untuk membangun kapal Kombatan yang dilengkapi dengan CMS", harapnya.
Kedua kapal patrol cepat ini memiliki spesifikasi panjang seluruh (LOA) 61.20 meter, lebar 8,50 meter, tinggi 4,95, kecepatan penuh 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot, kecepatan ekonomis 15 knot, akomodasi untuk 50 ABK dan 5 cadangan. Kapal patroli cepat ini juga dilengkapi dengan persenjataan Meriam 40 mm, serta dilengkapi Firing Control System dan Meriam kaliber ringan 12,7 mm. (Arry/ Oryza)











