- Arus Barang Melonjak 8,2% Tembus 2,8 Juta TEUs, IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional
- Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional, Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa
- Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Bukan Sekadar Formalitas
- Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kucurkan Beasiswa untuk 50 Siswa SD hingga SMA
- Presiden Prabowo Lantik Kepala BNPB, Kepala-Wakil Kepala BPGMN dan 4 Wakil Menteri
- Teken MoU, PWI-Lemhannas Komitmen Jaga Ketahanan Nasional
- Tukar Jabatan, Maruli Simanjuntak Jabat Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita Jadi KSAD
- Kemnaker Buka Pendaftaran Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc PHI, Catat Tanggal dan Syaratnya
- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
Waah.. Kemarau Membawa Berkah, Hasil Panen Nelayan Jakarta Melimpah

Keterangan Gambar : Hasil tangkapan ikan nelayan di Muara Angke. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Bagi petani datangnya musim kemarau bisa mendatangkan musim paceklik karena tanaman jadin kering kerontang. Namun bagi nelayan Jakarta, kemarau justru membawa berkah.
Selama musim kemarau ini aktivitas perikanan tangkap di wilayah perirn DKI Jakarta justru semakin menggeliat. Hasil tangkapan nelayan pun melimpah dibanding sebelumnya.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok. Menurut Hasudungan, kondisi kemarau panjang memicu proses upwelling atau proses pergerakan massa air dari lapisan bawah ke permukaan laut. Pergerakan ini membawa nutrien bagi pertumbuhan plankton sebagai sumber pakan alami ikan.
Baca Lainnya :
- Dankodaeral IV Tegaskan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Harus Jadi Agen Perubahan0
- Kampanye Keselamatan Pelayaran di Cilacap, Kemenhub Bagikan 1.690 Life Jacket0
- 15.000 Hektare Tambak di Aceh Hancur Diterjang Banjir Bandang, KKP Percepat Rehabilitasi0
- Tarif 0% Ekspor Produk Olahan Tuna-Cakalang ke Jepang Mulai 1 Agustus, KKP: Peluang Besar, Manfaatkan0
- Penataan Ruang Laut Berbasis Masyarakat di Pantai Mertasari Bali, Pertama di Indonesia0
“Kondisi tersebut membuat ketersediaan ikan pelagis kecil, seperti ikan teri, rajungan, dan udang rebon, menjadi lebih melimpah sehingga hasil tangkapan nelayan mengalami peningkatan,” Hasudungan dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).
Keuntungan lainnya juga dirasakan oleh pelaku usaha pengolahan ikan asin. "ntensitas sinar matahari yang tinggi mempercepat proses pengeringan ikan asin. "Sehingga kualitas produk lebih terjaga dan waktu produksi menjadi lebih efisien,” jelasnya.
Hasudungan mengingatkan kepada para nelayan untuk tetap harus bersiap menghadapi perubahan musim. Karena saat memasuki musim angin barat yang umumnya berlangsung pada Desember hingga Februari, aktivitas melaut kerap terkendala cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Namun siklus tahunan ini sudah dipahami oleh para nelayan. Pengalaman para nelayan membuat mereka sudah terbiasa melakukan antisipasi.
"Salah satunya dengan mengelola pendapatan yang diperoleh pada musim ikan agar dapat memenuhi kebutuhan selama masa paceklik,” katanya..
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas KPKP terus berkomitmen mendukung keberlanjutan usaha perikanan tangkap melalui berbagai program pembinaan. Dinas KPKP DKI Jakarta melaksanakan berbagai program pembinaan setiap tahun, melalui pemberian bantuan sarana usaha perikanan tangkap, pelatihan peningkatan kapasitas nelayan, serta pendampingan untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian nelayan.
Menurut Hasudungan, Dinas KPKP juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kuota dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan tetap tersedia, tepat sasaran, dan mudah diakses, sehingga operasional penangkapan ikan dapat berjalan dengan baik sepanjang tahun. (Riz/Mar)











