- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
- IPC Terminal Petikemas Dukung TNI AL Gagalkan Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau Bodong di Priok
- TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau di Tanjung Priok
- PT Pelabuhan Tanjung Priok Torehkan Prestasi, Raih Gold Award di LCAP 2024/25 Vision Awards
- Penyelundupan 40 Ton Solar di Natuna Digagalkan TNI AL, Modus Angkut Cumi 50 Kg, ABK Pakai Narkoba
Transparansi Layanan Kepelabuhanan, UPP Tanjung Redeb Perkuat Implementasi Inaportnet

Keterangan Gambar : Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Redeb menggelar Sosialisasi dan Evaluasi Aplikasi Inaportnet, di Kalimantan Timur. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KALTIM: Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan kepelabuhanan, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Redeb menggelar Sosialisasi dan Evaluasi Aplikasi Inaportnet, di Kalimantan Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UPP Tanjung Redeb dalam melaksanakan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 8 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui Inaportnet, yang mengatur sistem layanan tunggal secara elektronik (single window system) bagi pelayanan kapal dan barang di pelabuhan.
Kepala Kantor UPP Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat transformasi digital di sektor kepelabuhanan.
Baca Lainnya :
- Pelindo Terminal Petikemas Bantu Pengembangan Budidaya Lobster di Ambon0
- Lestarikan Ekosistem Laut, IPC TPK Tanam Terumbu Karang Sejak 20170
- Bentengi Pantai, Tumbuhkan Harapan, ASDP Tanam 3.000 Mangrove di Mawali0
- Berbagi Untuk Negeri PT Pelindo Solusi Logistik Tebar 1000 Paket Sembako Warga Semarang0
- Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Curah Cair0
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh pengguna jasa memahami manfaat dan mekanisme Inaportnet secara menyeluruh. Transformasi digital ini bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi kebutuhan nyata untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan di pelabuhan,” ujar Lister dalam keterangan tertulos, Rabu (12/11/2025).
Lebih lanjut, Lister menjelaskan, penerapan sistem digital melalui Inaportnet memungkinkan seluruh proses pelayanan kapal dan barang dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi antarinstansi.
“Dengan sistem ini, potensi keterlambatan dapat ditekan, pengawasan menjadi lebih efektif, dan koordinasi antar pemangku kepentingan semakin kuat. Ini sejalan dengan semangat kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan terpercaya,” tambahnya.
Adapun empat fokus utama dalam kegiatan sosialisasi dan evaluasi Inaportnet kali ini meliputi: Sosialisasi, untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai kebijakan, manfaat, dan mekanisme operasional Inaportnet.
Pelatihan, untuk meningkatkan kemampuan pengguna jasa dalam pengoperasian aplikasi layanan kapal dan barang. Integrasi, guna memperkuat sinergi antara Kantor UPP, Badan Usaha Pelabuhan (BUP), dan seluruh pemangku kepentingan. Evaluasi, untuk mengidentifikasi kendala dan merumuskan solusi bersama demi memperlancar implementasi di lapangan.
Lister juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan komunikasi terbuka antara regulator dan pengguna jasa. “Kami membuka ruang diskusi dua arah agar para pengguna jasa dapat menyampaikan kendala dan masukan. Dengan komunikasi yang baik, kami yakin penerapan Inaportnet di Tanjung Redeb akan semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi semua pihak,” jelas dia.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur penting dalam ekosistem pelabuhan, antara lain perusahaan pelayaran dan agen pelayaran, perusahaan bongkar muat (PBM), jasa pengurusan transportasi (JPT), pengelola terminal khusus (Tersus), terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS), serta pengelola fasilitas pelabuhan lainnya (PGP).
Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, serta tenaga ahli dari PT Pelindo dan PT PSI.
Sebagai penutup, Lister berharap kegiatan ini dapat mempercepat penerapan layanan digital di wilayah kerja UPP Tanjung Redeb. "Kami berharap implementasi Inaportnet di UPP Tanjung Redeb dapat berjalan semakin efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh pengguna jasa. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan sistem pelayanan kepelabuhanan nasional yang terintegrasi, transparan, dan modern,” tutup Lister. (Bow/Mar)











