- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Torehkan Sejarah! TNI AL Satgas MTF Libatkan 8 Kowal, jadi Role Model of Gender Integration

Keterangan Gambar : TNI AL memberi kesempatan kepada 8 Kowal untuk menjadi bagian dari Satgas MTF UNIFIL. Foto: Dispenal
Torehkan
Indonesiamaritimenews.com. (IMN)JAKARTA: Pertama kali dalam sejarah keikutsertaan Indonesia pada misi perdamaian dunia Satgas Maritime Task Force (MTF)-United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sejak tahun 2009, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N memberikan kesempatan kepada Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) melalui keikutsertaan dua Perwira dan enam Bintara Kowal.
Baca Lainnya :
- Jalesveva Jayamahe! KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran ke Algeria0
- Sambut Simposium Marinir Internasional di Bali, TNI AL Menggelar Final Planning 0
- Welcome Kapal Perang Australia, TNI AL Siapkan Cassowary Exercise Keamanan Maritim0
Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Gender Affair Officer UNIFIL, Ms. Rana Rahal pada workshop yang membahas isu gender yang digelar di KRI Frans Kaisiepo – 368 di Port of Beirut, Lebanon, baru-baru ini.
Menurut Rana Rahala, prajurit Wanita Angkatan Laut Indonesia selain mengawaki peralatan canggih di kapal kombatan serta terlibat dalam kegiatan operasi dan latihan berdasarkan Mandat PBB, juga menjadi bagian dari diplomasi militer, duta kebudayaan dan pariwisata.
“Selaku pimpinan delegasi, saya sangat terkesan dengan aktivitas Kowal dan SOP yang diterapkan dalam penanganan pengungsi," kata Rana Rahala. Menurut dia ini merupakan Best Practice dan baru pertama dijumpainya setelah 20 tahun berdinas di UNIFIL dalam keterangan tertulis dilansir Dispenal, Selasa (23/5/2023).
"Gender integration dan penanganan pengungsi ini akan menjadi rekomendasi saya kepada Head of Mission/ Force Commander untuk menerbitkan regulasi dan SOP dengan mengadopsi apa yang telah dilaksanakan oleh KRI Frans Kaisiepo”, tegas Rana Rahal.
Senada dengan itu Komandan Satgas MTF Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh menyampaikan bahwa, apresiasi dari tim Gender Advisory Unit UNIFIL merupakan bukti komitmen kita dalam mencapai tujuan UNIFIL, termasuk yang terkait dengan isu gender berdasarkan United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 1325 tentang Women Peace and Security.
Seperti diketahui Srikandi Laut TNI AL yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N telah berkontribusi dalam penyelamatan 232 pengungsi yang kapalnya tenggelam di Laut Mediterania akhir tahun lalu. Hal inilah yang mendasari Head of Gender Affair Officer UNIFIL beserta tim untuk berkunjung dan menyelenggarakan workshop di KRI Frans Kaisiepo-368.
Sebelumnya di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan kepada para prajurit Jalasena yang tengah menjalankan misi Perdamaian Dunia untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan.
"Jaga nama baik TNI AL dan Indonesia, serta pelihara hubungan dengan negara - negara yang tergabung di UNIFIL, sehingga nama baik TNI AL dan bangsa ini tetap harum di dunia internasional", ujar Kasal. (ARRY/oryza))











