- Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja
- Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100, Kasal Ungkap Alasannya
- Kinerja 2025 Tumbuh, Pelindo Naik Tiga Peringkat di Fortune Indonesia 100
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Dirjen Perhubungan Laut Dicopot, Kemenhub: Tidak Terkait Kecelakaan Kapal
- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Sandar di Tanjung Priok, Menhan Tinjau Keunggulan Operasional
- Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Digelar 17–23 September
- Open Tournament Bulutangkis Piala Panglima TNI 2026, TNI AL Sabet Medali
- 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Tenaga Ahli dari AS dan Hongkong Bakal Didatangkan
Tinjau Gudang Amunisi yang Terbakar, Panglima TNI: Jika Ada Bangunan Rusak Akan Kita Ganti

Keterangan Gambar : Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau lokasi kebakaran gudang amunisi di Gunung Putri, Bogor. Foto: Puspen TNI
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pasca kebakaran dan ledakan di gudang amunisi milik TNI di Gunung Putri, Bogor, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau ke lokasi kejadian, Minggu (31/3/2024.
Panglima TNI melihat langsung Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) milik Kodam Jaya yang terbakar pada Sabtu malam (30/3/2024) di Ciangsana Kabupaten Bogor.
Di hadapan awak media, Panglima TNI menjelaskan lokasi kebakaran adalah tempat penyimpanan amunisi yang sudah habis masa pakainya (Expired). Munisi tersebut meledak sebelum dimusnahkan (disposal).
Baca Lainnya :
- Seskoal Cetak Perwira Angkatan Laut Terbaik, Eksistensi Diakui Internasional0
- Dubes Turki Kunjungi Kasal, Ini Berbagai Kerjasama yang Dibahas0
- TNI AL, Polri dan Pol PP Kompak Tertibkan Balapan Liar, 22 Motor Dikandangkan0
- Mudik Lebaran 2024 Gratis Naik Kapal Perang, Yuuk... Buruan Daftar0
- Keren! Atraksi Flypass Bonanza dan Heli Bell 505 Warnai Tupdik Perwira Penerbang TNI AL0
"Secara proses sistematis dan melalui pemeriksaan sebenarnya munisi tersebut akan dimusnahkan di Pameungpeuk, Jawa Barat, namun sebelum proses itu terjadi, sudah terbakar dan meledak,” ujar Panglima TNI.
Ia menambahkan, terkait pemicu ledakan karena munisi yang sudah kadaluarsa/expired cenderung sensitif dan labil. "Munisi jenis ini kena gesekan atau kena panas saja bisa meledak. Kita sudah menggudangkan munisi tersebut di dalam bunker yang berada di bawah tanah dan di sekitaran lokasi bunker sudah kita buatkan tanggul demi keamanan," sambung Jenderal Agus.
Diungkapkan Panglima TNI, aparat teritorial sudah menyusuri wilayah untuk mencari serpihan munisi dan untuk mendata kerugian yang mungkin dialami oleh masyarakat terkait peristiwa ini.
"Saat ini aparat teritorial sudah menyisir pemukiman warga untuk mengumpulkan serpihan munisi dan mendata kerugian, jika ada korban dari masyarakat atau bangunan yang rusak akan kita ganti," pungkasnya.
Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, ledakan hebat mengguncang gudang Peluru Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 07/155 GS Kodam Jaya yang terletak di perbatasan Bekasi-Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/3/2024) malam sekitar pukul 18.35 WIB
Warga cluster perumahan di Kota Wisata, Gunung Putri, yang lokasinya persis berbatasan dengan titik ledakan, panik dan berhamburan keluar. Warga sempat diungsikan agar tidak terdampak kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (Arry/Oryza)











