- Arus Logistik Jelang Lebaran 2026 Melonjak, Ini Strategi Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
- Kemenhub Kerahkan 841 Kapal Angkutan Lebaran 2026, Kapasitas 3,2 Penumpang
- Sindikat Penyelundup Sisik Trenggiling Senilai Rp180 Miliar di Pelabuhan Tanjung Priok Dibongkar Pet
- Pelindo Regional 2 Pelabuhan Ciwandan Uji Sandar Kapal, Persiapan Hadapi Mudik Lebaran 2026
- Mudik Gratis IPC TPK Bersama Pelindo Group Aman dan Nyaman
- Semangat Ramadhan IPC TPK Bagi 1600 Takjil di Pelabuhan
- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
Tantangan di Era Globalisasi, Humas Dituntut Kreatif dan Komunikatif

Keterangan Gambar : Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan Forum Kehumasan Tahun 2023. Foto: Humas Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com(IMN),YOGYAKARTA: Komunikasi dua arah dan melibatkan peran aktif masyarakat, dibutuhkan dalam strategi kehumasan di era globalisasi ini. Humas harus mampu menyampaikan program, kebijakan dan pencapaian kinerja pemerintah.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan pada acara Forum Kehumasan Tahun 2023 yang diselenggarakan Kementerian Perhuhungan (Kemenhub)di Yogyakarta. Forum ini diikuti oleh tim sosial media di lingkungan Ditjen Hubla Seluruh Indonesia.
Acara ini diselenggarakan Kemenhub cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan tema "SMRT, Be Creative!". Forum ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan teknis personel humas serta Tim Social Media Response Team (SMRT) di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Pelindo Solusi Logistik Gandeng BUMD Aceh Garap Potensi Bisnis di Pelabuhan Kuala Langsa0
- RUP Pelindo dan HPI, TPK Koja Bukukan Laba Rp 151,96 M Naik 23,19% dari Target Anggaran 20220
- Memukau, Aksi Prajurit TNI AL Goyang Parade Crew L Armada Rouen di Prancis.0
- Luar Biasa, TNI AL Pimpin Seluruh Kekuatan Maritime Task Force Latihan di Lebanon0
- Operasional Aman & Selamat, Pelindo Multi Terminal Sosialisasikan Awareness K3 ke TKBM 0
Pembukaan acara ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakilkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan.
Lollan mengatakan, di era globalisasi yang penuh gejolak ini, perkembangan teknologi dan informasi yang pesat menuntut humas pemerintah untuk membangun kepercayaan dan reputasi melalui media sosial.
"Informasi dapat menyebar dengan cepat melalui platform seperti Facebook, YouTube, Instagram, Twitter, TikTok, dan lainnya," kata Lollan dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/6/2023).
Lollan menilai, pemanfaatan media sosial sebagai alat komunikasi humas dapat membawa dampak positif maupun negatif bagi suatu organisasi. Oleh karena itu, humas pemerintah dituntut untuk menjadi inovatif dan kreatif dalam menyampaikan pesan, memberikan pelayanan, dan meningkatkan komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat.
"Tema "SMRT Be Creative," diharapkan dapat mendorong berpikir kreatif dan berinovasi dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat," sambung Lolla.
Standar pelayanan humas pemerintah yang bersifat terbuka dan ramah telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
"Dengan berkomunikasi secara dua arah, komunikatif, dan melibatkan peran aktif masyarakat, Humas Pemerintah harus dapat menyampaikan informasi tentang program, kebijakan, dan pencapaian kinerja secara terbuka, transparan, dan akuntabel," tambahnya.
TINGKATKAN KEMAMPUAN
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Organisasi Dan Humas Ditjen Hubla, Wisnu Wardana mengatakan forum komunikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para personel humas dan anggota Tim SMRT, dalam menghasilkan suatu ide/gagasan yang unik dan menarik (out of the box) yang bisa masuk ke masyarakat (viral), namun tetap relate dengan pesan yang akan disampaikan.
"Dan meningkatkan kemampuan dalam menerjemahkan suatu ide/gagasan menjadi konten yang menarik di media sosial, baik kemampuan menyusun narasi, menggambil gambar, editing, serta pemanfaatan aplikasi-aplikasi lain yang dapat digunakan untuk membuat sebuah konten," ujarnya.
Acara Forum Komunikasi Kehumasan Ditjen Perhubungan Laut ini diinisiasi oleh Bagian Organisasi Dan Humas, diikuti oleh anggota SMRT Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang berasal dari 296 Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di seluruh Indonesia.
Acara ini diisi oleh dua narasumber ahli dari Gojek Indonesia. Bahari C.K, Vice President dan Creator Gojek Indonesia, memberikan materi tentang "Creative Thinking in Social Media - Why is it important to be creative and unique on social media?". Sementara itu, Feby Alsadior, Senior Art Director Gojek Indonesia, berbagi materi tentang "Cara Membuat Konten Out of the Box - How to execute good ideas in a unique way".(Arry/Oryza)











